.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, April 8, 2011

Teologi Kucing dan Anjing (Bab 10):Doa Kucing Mementingkan Diri Sendiri

Udah nyampe bab 10, horeeeee..... ^^/ Yang pengen tau bab-bab sebelumnya, silakan klik di sini.

Sebenarnya, Kucing juga ingin menyerupai Kristus, tetapi mereka lebih suka melakukannya dengan cara-cara yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, doa-doa Kucing cenderung mementingkan diri sendiri.

“Kami tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yak 4:2-3

Itulah ringkasan kehidupan Doa Kucing.

Mari kita bahas tentang 3 bidang dimana kemuliaan Allah dapat memancar dengan terang, tetapi yang sering disalahpahami :

  1. Penyakit Jasmani
Silahkan anda bertanya,”Apakah Allah sanggup menyembuhkan Joni Ericson Tada?” Jawabannya jelas, “Ya.” Tetapi Allah memperoleh jauh lebih banyak kemuliaan dengan membiarkan dia lumpuh. Pengalaman Joni memancarkan kemuliaan Bapa kita luar biasa!

Oleh karena itu ketika kita melihat penyakit, kita dapat memohon kesembuhan kepada Allah, tetapi juga dapat menyadari bahwa jika kita menderita penyakit dan membawa lebih banyak kemuliaan kepada Allah, (baik di mata orang lain atau mempersiapkan kita bagi kekekalan bersama Dia), Allah mungkin akan membiarkan penyakit itu tetap ada dalam hidup kita.

Kita harus berfokus pada kemuliaan Allah, bukan pada penyakit.

Tuhan berkata,”Justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” 2 Kor 12:9

  1. Disiplin
Alkitab berkata bahwa Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya (Ibrani 12:5-6). Jika Allah hidup untuk kita, jika tujuan-Nya adalah menjadikan hidup kita aman, nyaman dan mudah, maka disiplin tidak akan merupakan bagian dari rancangan-Nya. Disiplin diberikan bukan untuk kenyamanan kita, melainkan supaya kita memancarkan kemuliaan-Nya.

Orang tua mana yang tidak mendisiplin anaknya ketika ia menyimpang?Demikian jugalah halnya dengan Allah yang mendisiplin suatu bangsa ketika mereka menyimpang jauh daripada-Nya. Semua itu terjadi supaya kita dapat lebih mencerminkan sifat-Nya dalam hidup kita.

  1. Penderitaan atau Penganiayaan
Apakah penganiayaan dapat dihentikan di atas bumi ini? Ya, tetapi Allah tahu Ia akan dimuliakan dengan membiarkan hal itu terjadi. Allah bekerja baik melalui kebaikan maupun kejahatan bagi kemuliaan-Nya.

Jika memuliakan Allah berarti mengalami masa-masa yang sulit, Anjing menerimanya dengan tenang. Bukan karena Anjing bersifat masohitis, mereka tidak dengan sengaja ingin menjadi martir, tetapi pada saat yang sama , mereka juga tidak menjauhinya. Segala sesuatu tentang kemuliaan Allah, bukan tentang kita.


Kasongan, 8 April 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs