.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, January 25, 2013

Dipanggil Mengikut Yesus



Markus 1:14-20

Dengan gampangnya, (calon) murid-murid Yesus meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus. ASLI, nampak gampang, kayak gak ada mikir-mikir, sepertinya cuma gini yang tejadi:
Yesus : Aku akan buat kamu menjadi penjala manusia. Yuk ikut Aku...!!!
(calon) murid : Ayoookkkk..... !(meninggalkan jalanya dan langsung mengikut Yesus)

Tuing...tuing....Gitu doang loooo ^^
Gak ada tuh acara KKR dulu, ato Yesus menginjili mereka dan meminta mereka berdoa menjadi orang percaya, ga ada sesi penginjilan, ga adaaaa....
Emang sih sebelumnya Yesus memberitakan injil di Galilea, itupun hanya dengan 2 kalimat yang singkat, padat dan jelas:
“Waktunya sudah dekat;Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percaya kepada Injil.”
Nah lo? ^^’

Yesus berjalan dan melihat (calon) muridnya, lalu memanggil mereka dan ikutlah mereka. WOWWWW....So simple yah? Yesus memanggil dan mereka turut Dia, dan sejak itu kehidupan mereka berubah.  Dari kejadian ini, aku belajar:
-          Yesus akan membuat mereka melakukan yang lebih besar dari yang mereka lakukan sebelum mengikut Yesus. Gimana gak lebih besar, dulu menjala ikan, e...e... sekarang menjala manusia. Cobaaa...gede mana ikan sama manusia? Lebih berharga mana, ikan atau manusia? ^^V Dia berjanji dan Dia akan memenuhi janjiNya.

-          Fokus kehidupan murid akan berubah, yang dulunya menjala ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi kini fokus mereka adalah jiwa/orang lain. Saat mengikut Yesus, bukan berarti mereka jadi gak memerlukan hal-hal yang sebelumnya mereka perlukan (makan, minum, tempat berteduh, pasangan hidup ^^V, dll), they still need them, tapi bedanyaaa...mereka mempercayai Yesus untuk memenuhinya nanti. Ini juga berbicara tentang fokus yang awalnya diri sendiri (menjala ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup), kemudian berbalik menjadi berfokus pada Allah (menjala manusia untuk Kerajaan Allah)

-          Mereka mempercayai Yesus-gak tahu sebesar apa rasa percaya mereka awalnya padaNya, yang jelas mereka percaya Dia. Kebayang gak, ngikut seorang anak tukang kayu, gimana dunk ntar kebutuhan mereka terpenuhi kalo ikut Dia wong Yesus bukan orang kaya, pekerjaannya gak jelas, gak punya prestasi apa-apa, terussss...kalo Yesus ini pendusta,bah...!! Apa gak sia-sia tuh mereka mengikut Dia. Iya kalo Yesus penipu, kalo Yesus ternyata gila, apa mereka yang mengikutnya tidak disebut gila juga? Mengikuti Yesus ternyata mengambil banyak resiko, bahwa saya benar saat mempercayai Dia, dan janjiNya adalah benar. Dan murid-murid mengambil resiko itu. Mereka memulai dengan iman, sayang ada yang tidak mengakhirinya dengan iman. Teringat kutipan yang baru kubaca akhir-akhir ini, aku lupa dari sapa, pokeke inti ne:Tidak penting bagaimana kamu memulai, yang penting bagaimana kamu mengakhirinya.

-          Dipanggil Tuhan, itu adalah semata-mata kasih kasih karunia. Dari sekian banyak orang, gak semua dipanggil, gak semua dipilih. Dan mereka dipilih pun bukan karena kehebatan atau kemampuan mereka.  Luar biasa panggilan Allah dalam hidup mereka, dan luar biasa mereka menjawab “YA” saat Dia memanggil.

BTW, kalo dipikir-pikir,semua murid Yesus pada waktu itu gila abiezzz...Kebayang gak, kalo di zaman sekarang seseorang muncul di hadapan kita dan bilang,”Yuk ikut aku, dan aku akan jadikan kamu penjala manusia.” , well, aku gak yakin kalau aku akan melakukan seperti yang dilakukan para murid-langsung ikut dia, lalu meninggalkan segalanya.Semua (calon) murid Yesus pada waktu itu boleh dibilang orang gila atau orang nekat deh. Kalo kita yakin Yesus adalah Juruselamat alias Mesias, masuk akal dunk, kita ikut Dia, tapi posisinya waktu itu adalah, bahkan mereka mungkin gak tahu hal itu. Meninggalkan keluarga, pekerjaannya, dan kehidupannya untuk entah sampai berapa lama. Bagi orang lain mereka mungkin gila atau aneh atau bodoh, tapi mereka memilih yang terbaik \(“,)/

Kasongan,22 Januari 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs