.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 17, 2013

Bukan Sekedar Idola

Kali ini aku mau sharing sharingnya Manogar, buat yang belum kenal yang namanya Manogar boleh tuh kenalan, datang aja ke kantorku, hohoho, tapi dia udah beristri looo...Eniwei, kok jadi mempromosikan pria beristri to :p Kembali ke laptop ya. Jadi gini, dia share khotbah pendetanya beberapa minggu lalu yang bilang kalo banyak orang memperlakukan Yesus seperti idolanya.


Tau kan gimana kalo abg mengidolakan seseorang? Yang pernah jadi abg pasti tau. Kita berusaha mencari informasi tentang sang idola, tempat tanggal lahirnya, warna favoritnya, makanan kesukaannya, bahkan nama pacarnya pun kita tahu. Segala informasi yang berkaitan dengan sang idola kita tahu. Kalo zaman sekarang, kita follow twitternya dan mengikuti kicauannya, trus kita ngelike fanpagenya.

Pokoke kita ngelakukan apapun untuk ngerasa dekat dan makin mengenal sang idola!
Perhatikan kata bercetak tebal di atas, NGERASA.
Itu perasaan kita doang lo...
Ya iyalah, secara, mana mungkin kita bener-bener dekat dan mengenal pribadi sang idola kalo kita gak pernah berkomunikasi dengannya. Wong kita Cuma tahu dari majalah ato internet doang kok. Beda dunk dengan pengenalan secara pribadi. Pengenalan secar pribadi jauh lebih mendalam, kita gak hanya tahu informasi umum mengenai seseorang, pengenalan pribadi membawa kita ke tingkatan yang lebih dalam dan lebih intim, kita mengetahui perasaannya, kita tahu apa yang paling membuatnya bersuka, apa yang membuatnya bersedih. Dan sudah jelas, hal ini gak akan kita dapatkan jika kita hanya memperlakukan Yesus sebagai idola.

Sepanjang hubungannya dengan manusia, TUHAN kita menyebut diriNya sebagai Bapa, Suami, Sahabat, Gembala yang baik, dll bagi kita. Dia gak mau hanua menjadi sekedar idola yang jauh, tapi Dia mau dikenal secara pribadi. Sah-sah saja mengidolakan Yesus, Dia layak diidolakan kok, tapi kubilang aja, kita rugi kalo Cuma mengidolakan Dia. Ibaratnya, aku mengidolakan Nicholas Cage nih, trus dia mau jadi sahabatku, tapi aku menolaknya dan bilang:”Bang Nicholas, kau cukup jadi idolaku aja yaaa....Gak perlu lah kau jadi sahabatku”. Bodoh banget kan kalo terjadi seperti itu? :p

Jangan pulak sampai hal ini terjadi pada kita:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:21-23

Ini lebih parah lagi, melayani seorang Tuan dan melakukan banyak hal bagiNya, padahal kita gak mengenalnya secara pribadi. Trus tahu-tahu Sang Tuan bilang gak kenal, aihhh...sakit banget tuh. Berasa melakukan hal yang sia-sia kan?
Jadi, sebelum kita mengatakan kita melayani Tuhan, pastikanlah kita mengenalNya secara pribadi.

Kasongan, 17 September 2013
-Mega Menulis-


No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs