.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, March 8, 2017

Bilangan 33-34, Hosea 8, Amsal 8

Bilangan 33-34

Panjang banget perjalanan orang Isrsel. Ya iya lah, 40 tahun booo...!! Tuhan ni gak nanggung-nanggung ya ngerjain orang Israel, masa perjalanan 40 tahun? Iya kalo naek pesawat, ato transport apa, ini jalan kaki boooo.....blom lagi sgala kesulitan dan masalah yang terjadi selama perjalanan itu. Cckkkk...cckkk..cckkk.... Sebenarnya kalau Tuhan mau bisa aja gak selama itu,  tapi Tuhan pasti punya tujuan.

Jadi, pelajaran pertama yang kudapat waktu baca ini adalah: kalo saat ini aku sedang mengalami perjalanan menuju ‘negeri yang dijanjikan’ seperti orang Israel, ALWAYS REMEMBER MEG, PERJALANAN YANG KAMU TEMPUH INI ADALAH KEHENDAK TUHAN. Sesulit apapun, sebanyak apapun masalah yang kamu alami, dan selama apapun perjalanan yang harus kamu tempuh (tapi kalo nyampe 40 tahun, lama juga ya Tuhan? Hahahahahaha ^^V), INI ADALAH KEHENDAK TUHAN MEG.

TUHANku bukanlah TUHAN yang ngelakukan apapun sesuka hati-Nya tanpa alasan yang jelas. Dia selalu tau apa yang Dia kerjakan, Dia punya TUJUAN. Apa tujuan Tuhan?

1. Merendahkan hati orang Israel
Yes. Gak cuman buat orang Israel, aku menyadari bahwa selama perjalananku, saat aku mengitari padang gurunku dan mendapati banyak kesukaran, aku tau dengan pasti kalo aku gak bisa mengandalkan diriku sendiri. Ketidakmampuanku akhirnya membuatku melihat dan mengakui kalau aku membutuhkan pertolongan dari Dia Yang Maha Mampu, Dia Yang Maha Kuasa. Dia yang menghendaki perjalanan ini pasti tau apa yang aku perlukan, aku tinggal meminta pertolongan-Nya. dan aku percaya Dia yang akan memenuhi segala keperluanku menurut kasih karunia-Nya.

2. Mencobai untuk mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, yakni, apakah mereka berpegang pada perintah-Nya atau tidak
Selama perjalanan, kelihatan tuh mana orang Israel yang asli taat, mana yang ikut-ikutan doang ^^’ Ada yang Cuma taat saat ada pemimpinnya, ada yang begitu ditinggal pemimpinnya jadi liar, hehehehe. Ada yang taat saat keadaan menguntungkan doang, ada pula yang taat always. Selama 40 tahun perjalanan yang menyusahkan tu terlihat, mana yang lulus (ujian kaliiii...), mana yang ngga.

3. Membuat mereka mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan
Pernah kan ngelakukan perjalanan? Hahahaha, jujur aja, kalo aku perjalanan ke luar daerah buat dinas gitu, yang paling gak bisa ktinggalan aku bawa selain pakaian adalah makanan, gkgkgkgkgkgkgkgk. Err, pokoknya aku bawa bekal lah, apa aja kira-kira yang bakal aku perluin di jalan, kupikir itu yang bisa membuatku bertahan selama perjalanan. Semua perlengkapan perang kayak pakaian, cemilan, hp, charger hp, duit, dll dah. Mana ada sih yang melakukan perjalanan dan bawa badan doang?Nah, gitu juga orang Israel, kebayang kan segede gaban bawaan mereka? Tapi luar biasa Tuhan ajarkan kalo sbenarnya yang mereka perlukan sepanjang perjalanan itu adalah penyertaan TUHAN, that’s all!!! Asal TUHAN beserta, kita HIDUP.

4. Supaya Allah dapat berbuat baik pada mereka
Mana yang lebih kita ingat, pertolongan yang diberikan waktu kita dalam keadaan kuat (dan bisa menangani smua hal ^^) atau dalam keadaan terdesak (dan nangis-nangis :p )? Sapa yang kita anggap sahabat terbaik kita, yang bersama kita di saat senang, atau saat kita kesusahan? Yang menemani kita tertawa atau yang menemani kita menangis?
Walaupun hal yang dilakukan sama, tapi saat kita berada dalam kesulitan, apa yang dilakukan orang lain akan terasa lebih berarti, karena kita tau betapa kita memerlukannya.

See? Tuhan tahu btapa kita ‘lupa ingatan’ di saat-saat senang. Dia tau, kita perlu berada dalam keadaan dimana kita menyadari kalo apa yang dilakukan-Nya selama ini gak biasa, Dia luar biasa mengerjakan pekerjaan tangan-Nya.Saat sakit, kita baru menghargai betapa berharganya kesehatan yang TUHAN berikan. Waktu kelaparan, kita baru nyadar, ternyata ‘bisa makan’ tu luar biasa.
Kita baru menyadari kbaikan TUHAN saat kita dipaksa kluar dari zona nyaman kita, dan menyaksikan btapa TUHAN ga pernah berhenti berbuat baik pada kita. Dari dulu Dia slalu berbuat baik, hanya kita yang baru nyadar :D
Orang Israel sudah terlalu nyaman di Mesir sehingga lupa bersyukur.

Coba kalo mereka nurut sama Tuhan, pasti lebih cepat nyampe. Gitu pikirku awalnya. Tapiii... Dibanding menibakan orang israel lebih cepat,  agenda Tuhan lebih penting,  tujuanNya jauh lebih penting. Saat perjalananku terasa berat,  aku harus ingat bahwa Tuhan punya tujuan. Bisa jadi Tuhan sedang ajar aku seperti orang Israel.

Bilangan 33:52 (TB)  maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka; juga haruslah kamu membinasakan segala patung tuangan mereka dan memusnahkan segala bukit pengorbanan mereka.

Tuhan gak ingin orang Israel terpengaruh dengan bangsa yang gak mengenal Allah,  segala sesuatu yang dapat membuat mereka jatuh dalam penyembahan berhala harus dimusnahkan. Awalnya aku mikir, ngapain sih segitunya,  kalo emang iman kepada Allah kuat sih ga perlu gitu-gitu banget.  TAPIIIII... Ini kesombongan rohani.Gak ada orang yang demikian kuat rohaninya sampai gak bisa 'jatuh' makanya kita harus berjaga-jaga dan berdoa.

Aku belajar dari bagian ini kalau aku gak boleh sok dan ngerasa diriku gak mungkin jatuh. Tiap orang punya kelemahan masing-masing,  tiap orang rentan terhadap dosa yabg berbeda-beda. Aku juga! Sebisa mungkin aku harus menjauhkan diri dari pencobaan, jangan coba-coba mendekat pada hal-hal yang dapat membuat jatuh. Misal: Aku gampang tergoda jajan di luar rumah,  susah mengendalikan nafsu makan kalau sudah jajan. Jadi aku belajar membawa uang secukupnya supaya gak bisa seenaknya jajan. 

Tuhan,  tolong aku untuk menjauhkan diri dari godaan. Aku mengaku kalau aku gampang tergoda,  tolong aku ya Tuhan. Amin

Hosea 8

Hosea 8:7 (TB)  Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya.

Semula aku bingung baca ayat di atas,  lalu coba baca versi lain:
Hosea 8:7 (BIMK)  Umat-Ku menabur angin maka mereka akan menuai badai! Ladang gandum mereka tidak menguning, maka tak akan menghasilkan tepung untuk makanan. Tapi kalau ladang itu menguning juga, maka gandumnya akan dihabiskan oleh bangsa-bangsa lain.

Allah memang mau mengampuni mereka yang dengan sungguh hati berbalik dari jalannya yang jahat tapi Dia tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Ya, kita bisa minta ampun sama Tuhan,  tapi  setiap kita akan menuai berkali lipat dari apa yang kita tabur,  SELALU ada konsekuensi dari setiap hal kita lakukan. Kalau menabur yang jahat jangan berharap tuaian yang baik. 

Hal buruk apa yang selama ini sudah aku tabur? BERHENTI SEKARANG JUGA Meg!!!
- Nafsu makan yang berlebih
Muara dari nafsu makan yang gak bisa kukendalikan adalah GAK ADANYA PENGENDALIAN DIRI. Aku harus belajar mengendalikan diri, jangan berhenti nunggu sakit. Banyak sekali penyakit yang disebabkan makanan. Apa aku mau menuai penyakit akibat gak bisa mengendalikan nafsu makan?
- Berkata kasar saat emosi
Sudah beberapa kali mulutku yang menjadi penyebab pertengkaran dengan suamiku,  aku harus belajar mengendalikan mulutku. Aku mau mengganti kata-kata kasar dengan kata-kata yang memberkati atau lebih baik aku diam daripada mengucapkan sesuatu yang buruk. Apa aku mau menghancurkan rumah tanggaku hanya karena gak bisa mengendalikan mulutku?

Tuhan,  aku mau berhenti menabur yang jahat,  aku gak mau tuaianku merugikan aku. Tolong aku berhenti melakukan yang jahat. Aku sadar pengendalian diriku kurang,  aku serahkan diriku ya Tuhan biar Tuhan yang kendalikan aku. Amin

Amsal 8

Amsal 8:27-29 (TB)  Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,

Membaca bagian ayat ini aku menyadari kalau ada hikmat dalam segala hal yang diciptakan Tuhan. Saat aku melihat semua ciptaanNya,  aku bisa belajar banyak hal, aku bisa mendapat pengetahuan,  aku bisa semakin bijak,  aku bisa memuji Tuhan,  aku bisa bersyukur. Bagaimana caranya?
Mulai memperhatikan sekeliling lebih dekat dan teliti, meniru apa yang baik,  gak meniru melakukan yang jahat,  memikirkan mengapa dan bagaimana hal ini bisa terjadi,  lalu MELAKUKAN!
CONTOH: Kalau dari semut yang rajin kita bisa belajar untuk rajin tentunya kita bisa memperoleh hikmat lain dari ciptaan TUHAN yang lain.

Aku mau mulai memperhatikan ciptaan Tuhan dan belajar darinya,  siapa tahu ada tujuan khusus mereka diciptakan yang bisa mengubah karakterku.

O iya,  membaca bagian ini,  aku dipenuhi kekaguman sama Tuhan,  aku teringat sebuah lagu yang lama gak kunyanyikan:
Kau sungguh indah tiada taranya
Sungguh mengagumkan
Sungguh ajaib tuk dimengerti
Lebih dari semua yang ada
HikmatMu tiada terselami
Kasihmu dalam tak terduga
Kau sungguh indah tiada taranya
Mulia dan berkuasa
Reff :
Ku kagum hormat akan Engkau
Ku kagum hormat akan Engkau
Kau Allah yang layak dipuji
Ku kagum akan Engkau

Hari ini memuji dan menyembah Tuhan dengan lagu ini,  aku diingatkan:
Kapan aku memuji dan menyembah Tuhan hanya hanya karena karakterNya,  hanya karena siapa Dia. Bukan karena pemberianNya dalam hidupku. Bukan karena apa yang dilakukan Tuhan untukku. Bukan karena pertolonganNya.

Kasongan, 8 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs