.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, August 9, 2013

Wisdom in Book "For One More Day"



Judul Buku                   : For One More Day
Penulis                         : Mitch Albom
Penerbit                      : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit               : 2008
Dibeli di                       : Book Fair Gramedia di Tunjungan Plasa Surabaya

RESENSI
“Apa yang akan kau lakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kau sayangi, yang telah tiada?”
Charles “Chick” Benetto hidupnya hancur oleh minuman keras, dia berpisah dengan istri dan anaknya. Mengalami banyak kekecewaan sehingga akhirnya memutuskan bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru terbangun di rumahnya yang lama dan menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ibunya, yang telah lama meninggal, ada di rumah itu, menyambutnya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Kemudian, satu hari bersama ibunya itu menjadi satu hari yang tidak pernah dia lupakan. Satu hari dimana dia dapat merasakan kasih ibunya, mengerti banyak hal yang dia gak mengerti sebelumnya, mengetahui berbagai rahasi dalam keluarganya, yang mengubah hidupnya selamanya.

HIKMAT
-Ada satu momen dimana ibu Charley berkata demikian kepada Charley: “Kau punya satu keluarga, Charley. Baik ataupun buruk. Kau punya satu keluarga. Kau tidak boeh menukarnya. Tidak boleh mendustainya. Kau tak bisa menjalani dua pada saat bersamaan, berpindah-pindah dari satu ke yang lainnya. Tetap tinggal bersama keluargamu adalah apa yang menjadikannya keluarga.”
Ini bicara tentang kesetiaan dan kasih sayang  kepada keluarga. Terkadang keluarga kita bisa menjadi orang yang menjengkelkan kita, mempermalukan kita, membuat kita marah, dan banyak hal tidak menyenangkan dapat mereka lakukan. Tapi satu keluarga yang telah diberikan Allah pada kita adalah karuniaNya, berkatNya yang istimewa dan tidak ada duanya. Ada maksud tertentu mengapa Allah memberikan kita keluarga “ini” dibanding keluarga “itu”.
-Saat Charley menyadari apa saja yang telah dilepaskannya sewaktu ibunya masih hidup ia menyesal, selalu saja ada alasan yang diberikannya pada ibunya saat ibunya ingin menghabiskan waktu bersamanya. Sibuklah, ini lah, itu lah, berbagai alasan.
Kita tidak tahu berapa banyak waktu yang kita miliki besama orang yang kita kasihi dan mengasihi kita, karenanya, jangan pernah menyia-nyiakan kebersamaan kita dengannya. Bersama merekalah sepenuhnya, nikmati waktu yang ada, karena saat mereka pergi untuk selamanya, kita akan merindukan mereka serindu-rindunya, namun tak bisa lagi bertemu.
-Pesan ibu Charley saat “satu hari istimewa” itu akan berakhir adalah ‘JANGAN MENYERAH’
Whatever happen in our life, kita gak boleh menyerah. Never give up!

APLIKASI
Aku terkadang eh seringkali cuek, gak mau menanyakan “perkembangan” adik-adikku, cerita sehari-harinya gimana. Tentang kuliahnya, atau temannya, kuliahnya, dll. Kalau dia mau cerita, monggoooo.... ^^’ I’m ready lah buat dengerin, tapi jarang yang kepo banget. Tapi sejak baca buku ini, aku belajar aktif dan peduli pada apa yang terjadi dalam keseharian sekeluargaku, lebih banyak bertanya, lebih banyak mengajak share. Gak pasif menunggu. Karena jika sampai waktunya gak bisa lagi bersama, sedih banget kan, aku gak mau menyesal seperti Charley ^^V

Palangka Raya, 9 Agustus 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs