.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 4, 2017

1 Raja-Raja 17-19, Efesus 2, Amsal 26

1 Raja-raja 17:14-15 (TB)  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

Janda di Sarfat ini punya alasan untuk gak melakukan perkataan Elia tapi dia mau taat, luar biasa!
Kalau aku mau taat ya bertindak. Alasan macam-macam gak akan membawaku kemana-mana. Saat aku taat maka Tuhan akan memperhitungkan ketaatanku. Saat aku taat maka Tuhan akan memenuhi segala keperluanku. Saat aku taat maka Tuhan akan memperhitungkan itu sebagai kebenaran.
Kalau Tuhan yang meminta sebenarnya aku gak mempunyai alasan untuk gak taat.

1 Raja-raja 19:2-3 (TB)  maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

Tuhan telah menyatakan kuasaNya melalui Elia tapi dia gentar karena seorang Izebel, astagaaaa.... Padahal baru saja Tuhan melakukan mukzizat dan melindungi Elia. Kok bisa ya secepat itu Elia melupakan perbuatan Tuhan.

Aku mau bersyukur karena perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidupku dan selalu mengingatnya, supaya saat masalah datang aku gak dengan mudah ketakutan. Allah yang Maha Kuasa ada di pihakku kok,  apa yang harus aku takutkan?

1 Raja-raja 19:9, 13 (TB)  Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

Dua kali Tuhan bertanya:
"Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
Dan dua kali pula Elia menjawab:
1 Raja-raja 19:10 (TB)  Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 

Tuhan ingin Elia gak bersembunyi, Tuhan ingin Elia melakukan sesuatu bagiNya.
Saat ini, Tuhan pun bertanya kepada kita, apakah yang sedang kita lakukan? Sudahkah kita hidup memenuhi panggilanNya? Kalau belum, mulailah kerjakan panggilanNya.

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Keselamatan yang aku miliki adalah dari Tuhan, pemberianNya semata. Aku bersyukur karena keselamatan yang kumiliki adalah pemberianNya, bukan hasil usahaku. Karena kalau itu hasil usahaku maka aku gak akan pernah menerima keselamatan, aku gak akan bisa memenuhi standar sempurnanya Tuhan, lah wong Daud yang begitu dekat dengan Tuhan aja bisa jatuh. Lagipula, kalau aku yang harus mengusahakan supaya menerima keselamatan, aku gak akan bisa mengalami perasaan bahwa aku begitu dikasihi, aku akan melakukan segala sesuatu yang baik hanya karena kewajiban, bukan karena kasih.

Pemberian keselamatan adalah saat aku menerima kasih yang sebenarnya gak layak aku terima dan karenanya aku dimampukan untuk mengasihi. Bagaimana mungkin aku memberikan sesuatu yang gak aku miliki?

Amsal 26:28 (TB)  Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran.

Wah,  aku gak pernah membayangkan kata 'benci'  dipadankan dengan dusta. Benci emosi yang kuat sekali dan dusta sering kali dianggap dosa kecil dibandingkan dosa lainnya. Tapi firman Tuhan di ayat ini begitu keras:
Berdusta=Membenci orang yang didustai
Saat berdusta secara tersirat kita mengatakan kalau kita membenci orang tersebut.

Saat aku bilang aku mengasihi suamiku tapi aku berdusta berarti aku berbohong. Kasih gak pernah berdusta.

Palangka Raya,  26 Juni 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs