.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, August 28, 2013

Who Wanna Serve David Beckham?



Bukankah suatu kehormatan, saat Sang Raja di atas segala raja meminta kita untuk melayaniNya?

Demikian yang aku tuliskan di postinganku yang ini
Dan aku teringat acara TV yang aku tonton beberapa waktu, pernah nonton Hell’s Kitchen gak sih? Acara pertandingan masak gitu. Jadi dalam salah satu episodenya, 2 tim yang ada, diminta memasak di sebuah restoran, dimana tamu-tamunya terkadang selebritis. O, iya 2 tim ini adalah Tim Biru dan Tim Merah. Tim Biru adalah tim para pria, sedangkan tim merah adalah tim wanita. Chef Ramsay berkata kalau malam itu kedua tim akan melayani beberapa tamu istimewa di restorannya. Tim Biru akan melayani finalis American Idol, sedangkan Tim Merah akan melayani seorang pria luar biasa, ayo tebak siapa, David Beckham.


Alamak, kebayang gak hebohnya tim merah saat tahu siapa yang akan mereka layani. Mereka langsung yang tereak-tereak gak percaya dan gak jelas gitu *bayangin sendiri deh* Mereka berulang kali berkata di antara mereka sendiri berkata:
“Aku gak percaya hari ini akan memasak buat Bechkam!!!”
“Aku akan melayani Beckhammm...!!!!”
Something like that lah....
Berasa istimewa banget bagi mereka melayani seorang Beckham, geleng-geleng dah daku, padahal biasa aja kali yaaaa...*maklum aku gak ngefans sama Beckham*

Saat Beckham datang, kelakuan mereka makin norak, ketawa-ketiwi ngeliatin Mr.Beckham sambil berusaha diliat kalo lagi ‘sibuk’ masak. Salah satu dari mereka diminta Chef Ramsay melayani Beckham dan mencatat pesanannya. Untunglah dia gak berlaku norak di depan Beckham, tapi tetep si, pas Mr.B gak liat dia (karena liatin menu), dianya senyum-senyum sambil mengagumi si Beckham *ini terhitung norak gak si?*. Pesanan tercatat.

Di dapur, begitu tim merah tahu apa aja yang dipesan Mr.Beckham, mereka berusaha membuat makanan istimewa. Biasanya sih gak segitunya :p Sebelum dihidangkan, makanan dicicipi terlebih dulu, begitu yakin enak, baru deh dihidangkan. Saat si Beckham makan, semua anggota tim merah mengintip dari dapur, berusaha melihat langsung saat Beckham memakan masakannya, mereka penasaran bagaimana tanggapan si Beckham. Dan begitu si Beckham senyum-senyum dan bilang enak habis mencicipi, dapur gempar! Heboh banget getohhh, bangga karena berhasil memasak makanan yang enak buat Beckham. Padahal yaaaa....Gak usah segitunya kale, Cuma Beckham kok.

Mengingat acara ini serta pelajaran yang aku dapat di kantorku seperti yang aku ceritakan di postingan sebelumnya, muncul beberapa pertanyaan:
Jika kita berkata ya saat diminta melayani TUHAN, apakah kita akan seexciting tim merah yang melayani David Beckham?
Apakah kita memandangNya dengan penuh kekaguman saat kita menanti-nanti perintahNya? Atau jangan-jangan kita gak peduli?
Apakah kita akan memberikan seluruh usaha terbaik kita bagiNya seperti tim merah yang dengan cermat berusaha memberikan masakan istimewa bagi Beckham? Atau kita hanya akan menghidangkan yang biasa-biasa saja bagi Sang Raja?
Apakah kita juga rindu melihat senyumanNya saat persembahan ketaatan telah kita hidangkan? Atau kita hanya asal taat tanpa berusaha membuatNya tersenyum?
Who wanna serve JESUS CHRIST?

Kasongan, 27 Agustus 2013
-Mega Menulis-


No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs