.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 2, 2017

Ulangan 30-31, Amos 3, Amsal 20

Ulangan 30-31

Ulangan 30:3 (TB)  maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau.

Luar biasa kemurahan Tuhan,  setelah berkali-kali memberi peringatan bagi orang Israel dan dikhianati dan memberi hukuman eh.... TUHAN masih mau menerima lagi kalau mereka berbalik lagi kepada Tuhan dan mengasihi Dia dengan sungguh. Gak cuma pengampunan tapi Dia janjikan pemulihan dan berkatNya yang berlimpah.

Seringkali waktu jatuh bangun dalam dosa aku bilang aku capek kayak gini:berbuat dosa-ditegur-minta ampun-diampuni-hidup benar bentar-berbuat dosa-dst (diulang lagi). Seharusnya aku gak gini! Hidup yang sudah menerima anugerah pengampunan dari Tuhan harusnya menghargai pengampunan dari Tuhan. Saking capeknya aku pernah bilang sama Tuhan:"Tuhan gak capek kah ngeliat aku jatuh,  aku aja capek lo. "

Tapi Tuhan ternyata mengenalku lebih dari diriku sendiri ,  Dia gak pernah kaget dengan kegagalan-kegagalanku,  Dia tahu siapa aku dan tetap mengasihiku. Sama Tuhan yang begitu bermurah hati kayak gini,  apa aku mau terus menyia-nyiakan pengampunanNya?

Aku gak boleh menyia-nyiakan pengampunan yang diberikan Tuhan,  aku gak boleh tinggal berlama-lama dalam dosa. Aku mau lebih peka saat ditegur dan segera bertobat,  gak usah nunggu dikutuk parah atau menerima konsekuensi dari dosaku baru nyadar.

Ulangan 31:11-12 (TB)  apabila seluruh orang Israel datang menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, maka haruslah engkau membacakan hukum Taurat ini di depan seluruh orang Israel.
Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,

Musa mengingatkan seluruh orang Israel,, laki-laki , perempuan,  anak-anak bahkan orang asing supaya membaca hukum taurat, mendengarnya,  belajar takut akan Tuhan dan melakukan dengan setia hukum taurat.

Aku juga mau di dalam keluargaku menyediakan waktu supaya semua anggota keluarga bisa membaca dan mendengar firman Tuhan. Supaya kami sekeluarga takut akan Tuhan dan menjadi pelaku firman.

Amos 3

Amos 3:7-8 (TB)  Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Sebelum menghukum suatu bangsa,  Tuhan terlebih dulu MENEGUR atau MENGINGATKAN melalui nabi-nabinya. Kalau kita ingat kisah Niniwe, Tuhan menegur melalui Yunus. Bangsa Israel yang​ berjalan di padang gurun berkali-kali diingatkan oleh Musa saat melakukan kesalahan. Dan masih banyak lagi.

Dalam berbagai kisah di atas,  Tuhan terlihat kejam saat menjatuhkan hukuman.  Padahal Tuhan memberikan kesempatan untuk bertobat tapi gak semua orang mau mengambil kesempatan itu. Tuhan bermurah hati dan mau mengampuni kok kalau seseorang menyesalo dosanya dan bertobat dengan sungguh.

Saat Tuhan menegur,  hanya ada dua respon biasanya:
1.menerima dan bertobat
2.menolak dan tetap berbuat dosa
Kalau selama  ini Tuhan sudah menegurku berkali-kali melalui orang lain,  mana yang menjadi responku?
Aku mau menerima​ teguran dan bertobat. Aku gak mau menganggap sepi kemurahan Tuhan dan menyia-nyiakan tegurannya.
Aku mau ditegur. Aku mau bertobat. Aku gak akan mengeraskan hati.

Amsal 20

Amsal 20:4 (TB)  Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.

Orang yang gak melakukan apa-apa tapi mengharapkan mendapatkan hasil, itulah pemalas. Jadi, kalau aku gak melakukan apa-apa dan gak mau berusaha tapi mau hasilnya doang berarti aku pemalas.
Hal-hal apa yang aku inginkan?

Menjadi istri yang cakap?
Bersediakah aku takut akan Tuhan dan menghormati Tuhan dalam kehidupan rumah tanggaku? Sudahkah aku mengusahakan melakukan yang terbaik dalam peranku sebagai istri.

Kesejahteraan kota tempat aku tinggal?
Kontribusi apa yang sudah aku lakukan? Sudahkah aku melakukan apapun walau sekecil apapun.

Memiliki karakter Kristus?
Berusaha! Pilih melakukan yang benar setiap ada kesempatan. Gak ada seorang pun yang tiba-tiba memiliki karakter Kristus. Pasti ada proses yang harus dialami,  latihan,  mendisiplin diri, dll.

Menumbuhkan karakter Kristus dalam anakku?
Apakah aku sudah memberikan teladan buat anakku? Apakah aku menyediakan waktu berdoa secara khusus untuk karakternya? Sudahkah aku mengenalkan Kristus padanya?

Aku mau mengusahakan setiap hal yang aku inginkan,  tolong aku ya Tuhan untuk mengingat apa yang menantiku kalau aku malas mengusahakannya. Aku gak mau menjadi pemalas yang dipenuhi keinginan sia-sia sehingga gak mendapat apa-apa. Berkatilah usahaku supaya apa yang aku kerjakan berkenan di hatiMu. Amin

Kasongan,  20 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs