.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, June 24, 2010

Makanan tu Harus Dicerna

Pernah ga makan sesuatu langsung ditelan, ga pake digigit-gigit, langsung HAP aja...? Piye tuh rasanya? Aaarrgggghh.....Gak deh! No thank’s, mana enak kan? Makanan tuh digigit pelan-pelan, dikunyah 32 kali sampe lembut, biarkan lidah kita merasakan nikmanya makanan itu, rasa manisnya, gurihnya, asin, masam (makan apa sih kamu Meg, kok rasanya campur aduk gitu), hhmmmm.....jadi laper......*langsung sms adik di kantin sebelah nganterin indomie goreng+telor*

FirTu tu ibarat makanan bagi rohani kita, jadi juga perlu dunk FirTu digigit-gigit, dikunyah-kunyah sampe lembut sebelum dicerna (”,) Tentu aja kita gak nggigit dan ngunyah lembaran Alkitab. Gila apa???!!! Kalo FirTu ya DIRENUNGKAN dunkkk..... Itu cara kita mencerna FirTu. Gak sekedar kita baca FirTu lalu kita bilang kita udah ngasi makan rohani kita.

Kenapa harus merenungkan FirTu? Sama aja kaleeee.....kayak orang yang makan gak dikunyah, misalkan kita makan sekilo kacang (ccckkkk...cckkk...cckkk..
.perut ato perut tuh Meg?Perut juga sih, tapi dari karet, jadi elastis, huhuhuhuhuhu) langsung telan. Kenyang sih kenyang, tapi yakin dah.....Energinya gak ada, karena gak dikunyah sampe halus-jadi kan susah tuh lambung dan usus nyerapnya ^^’ (Maksa ya? biarin deh....Hehehehe).

Banyak orang yang membaca FirTu, tapi seberapa banyak yang merenungkannya? Seringkali kuasa firman gak dinikmati secara dahsyat karena kita gak mengunyah alias merenungkan FirTu. Kita cuma asal makan aja,kalo gitu, mana bisa merasakan nikmatnya sari-sari FirTu dan benar-menjadikannya kekuatan bagi hidup kita. Banyak orang yang asal nerima janji Tuhan tanpa ngerti kedalaman dan nikmat yang ada sebenarnya.... Jadi begitu janji itu terlihat gak digenapi dia jadi undur dari Tuhan, karena dia gak ngerti, karena dia gak merenungkan, cuma baca dan bilang Amin doang. Gak mau bertanya ma Tuhan, gak mau memikirkan dan merenungkan dengan benar apa yang dimaksud Tuhan.

Gak kebetulan kupikir di FirTu kita dilustrasikan kayak DOMBA, domba tu hewan memamah biak.... Tau kan kalo hewan memamah biak biasanya punya banyak ruang dalam lambungnya (alias berperut banyak).

Sekilas tentang hewan memamah biak, hewan memamah biak secara teknis dalam ilmu peternakan serta zoologi dikenal sebagai ruminansia. Hewan-hewan ini mendapat keuntungan karena pencernaannya menjadi sangat efisien dalam menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan. Hewan ini mencerna makanannya dalam dua langkah, pertama dengan menelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Lambung hewan-hewan ini tidak hanya memiliki satu ruang lambung, tetapi lebih dari satu ruang. Dan di tiap ruang makanan akan dikunyah.
Artinya, makanan yang masuk ke domba dikunyah berkali-kali di ruang-ruang lambung sampe haluuuuussss............buuaaanget, sehingga gampang diserap dan bisa menjadi sumber energi bagi domba-domba tersebut. Nah, kita domba-domba Allah, mari kita merenungkan FirTu berkali-kali, berulang-ulang sampe halus dan kita gampang mencernanya!!! (^.^)/


Kasongan, 19 Juni 2010
JEILU

M E G A

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs