.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, June 24, 2010

Proses Tu Juga Mukzizat

Dan bila aku berusaha terus sampai hari ini,
bukan karna kuat dan hebatku.......
(Semua Karena Cinta-Joy Tobing) → dengan sedikit perubahan di syairnya, hohohoho

Inspired by Cory, kali ini aku nulis catatan ini, thank’s ya Cor…..!!! ^^ Beberapa waktu lalu Cory pernah komentar di salah satu catatanku kalo mukzizat juga bicara tentang proses. You’re absolutely right sis…… Mukzizat bukan cuma tentang peristiwa-peristiwa menakjubkan yang terjadi di dalam hidup kita. Kalo cuma sekedar itu, wah…dikit banget kayaknya mukzizat yang kita alami zaman sekarang, hmmm……kasian banget ya kita, hehehehehe…..

Kita semua tahu janji Allah memberikan keturunan bagi Abraham dan Sarai sebanyak bintang di langit. Tapi sampe usia sekian puluh tahun, bahkan nyaris seabad, sepertinya janji itu kosong. Lalu Sara mengandung dan melahirkan pada usia 90, saat udah mati haid (tau kan kalo wanita dah gak bisa beranak kalo udah mati haid?^^’). Secara manusia mustahil banget kan Sara mengadung dalam keadaan seperti itu, tapi Tuhan tunjukkan kuasa-Nya, Dia sanggup melakukan mukzizatNya dalam kemustahilan apapun menurut manusia.

Ya, lewat kisah itu kita tau kalo mukzizat itu terjadi karena campur tangan Tuhan, TAPI sepanjang baca cerita itu aku gak ada baca kalo Ishak dikandung dari Roh Kudus seperti halnya Yesus. Jadi aku beranggapan dan sampai saat ini percaya Ishak terbentuk dan dikandung dengan cara normal seperti halnya kita. Kedua orang tuanya melakukan hubungan suami istri sampe akhirnya Ishak dikandung Sara ^^ Mereka melakukan proses yang biasa dilakukan suami istri lain (berkali-kali dengan kesabaran dan iman yang luar biasa pastinya,sampe umur Sara 90 tahun boooo......Ccckk...cckk...
cckk.....).

Coba bayangkan, di usia setua itu mereka masih melakukan hubungan suami!!!Udah usia kakek nenek 90an tahun masih melakukan hubungan suami istri. Wah......Kok mau ya? Apa gak ngerasa lucu ato geli ato gimana gitu, hehehehehe. Dah seumur gitu, udah mati haid pula si Sara, apa dia gak ngerasa ato berpikir kalo apa yang dilakukannya tu sia-sia aja. Kalo aku jadi Sara ato Abraham mungkin aku dah nyerah dan bilang, ”Udahlah God, aku capek ngelakuin ini, emang ada hasilnya? Secara udah umur gini, Sara udah ga haid pula. Emang bakalan berhasil. Stop aja dehhh.....Kasi kami anak tapi gak usah lewat proses gini dunk, please...........”

Mmm.....mungkin aja mereka beneran bilang gitu ke Tuhan, tapi faktanya Ishak lahir! Berarti mereka tetap setia pada proses yang seharusnya mereka lalui......!!! Keren ya??!! Mantap euy! Gak semua orang sanggup tetap setia melakukan sesuatu terus-menerus selama puluhan tahun tanpa melihat hasilnya, ato tanda-tanda hasilnya, apalagi keadaannya mustahil. Tapi itulah yang dilakukan Abraham dan Sara, dan Tuhan memperhitungkan kesetiaan mereka untuk terus berusaha membuat anak ^^V

Mukzizat yang terjadi disini bukan sekedar Ishak lahir di masa tua orang tuanya (yang gak mungkin punya anak secara manusia), tapi disini terjadi mukzizat lain, Tuhan memampukan Abraham dan Sara untuk berusaha di tengah-tengah kemustahilan. Tuhan yang brikan mereka kesabaran, keinginan untuk terus berusaha, kemampuan, dan apapun yang mereka perlukan saat itu. Kerena banget ya Tuhan kita.

Kalo sampe sekarang kita masih dimampukan mengerjakan segala sesuatu,itu mukzizat. Kalo sampe sekarang kita masih bertahan sekalipun apa yang kita alami menyakitkan, itu keajaiban. Kalo kita tetap tersenyum saat hal buruk menimpa kita, itu keanehan, hehehehe, but apa yang aneh bahkan mustahil bagi dunia sanggup kita lakukan, kita sanggup kok tersenyum apapun yang terjadi. Because of karena, Allah lah yang memberikan kita kesanggupan untuk berusaha, bahkan Dia yang mengerjakan segala sesuatu di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaaan apapun menurut kerelaanNya.


Kasongan, 24 Juni 2010
Love You Sangat GOD,

M E G A

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs