.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, February 3, 2015

Putus Nyambung...Putus Nyambung


Putus nyambung putus nyambung putus nyambung
Sekarang putus besoknya menyesal
Kalau loe laku hari ini putus
Ya putus aja

Putus nyambung putus nyambung putus nyambung
Kalau dekat benci kalau jauh kangen
Lihat saja nanti apa yang terjadi
Putus ataukah nyambung

Tau kan penggalan lagu di atas? Lagu ini sering muncul beberapa tahun yang lalu, sekarang dah gak pernah muncul sih. Biasaaaa…lagu-lagu zaman sekarang kan ngetopnya cepet tapi ngilangnya cepet juga. Sayangnya, fenomena putus nyambung ini masih sering dijumpai, hal yang membuat saya geleng-geleng kepala, hare gini, masih mau putus nyambung sampai beberapa seri? Ckckckck. Saudara sepupu saya melakukannya. Untuk kesekian kalinya dia putus dengan pacarnya, saya berkata,”Udahhhh…jangan lagi sama si A itu, dah berapa kalian putus gitu.” Dia bilang kalo kali ini dia gak putus kok, Cuma ‘break’ aja sementara. HAHHHH? Helowwwwww… Sejak kapan ‘break’ ini berdefinisi GAK PUTUS tapi Cuma PUTUS SEMENTARA #jedutin kepala ke tembok. Di kamus bahasa Inggris yang aku pegang sih break ya break…putus ya putus. Kalo dia bilang ini Cuma putus sementara, berarti ntar mau nyambung lagikah? Mama sayangeeee… *kebanyakan nonton Abdur Stand Up Comedy* #jedutin kepala ke tembok lagi.

Plis ladies, jangan mau terjebak dalam hubungan putus nyambung seperti ini. Pikirkan dengan baik, apakah hubungan seperti ini layak diperjuangkan? Apakah pria seperti ini layak dipertahankan? Kenapa aku ngomong gini ke ladies? Karena dalam hubungan seperti ini, cewek yang jadi korban. Serius. Hubungan seperti ini membuat emosi wanita gak stabil, nangis-nangis Bombay gak jelas, bikin stress pulak.

Kenapa sih banyak orang yang bersedia tinggal dalam hubungan seperti ini? Beberapa alasan yang terpikirkan olehku:
1. Susah move on
Udah putus tapi masih terbayang-bayang mantan, merasa gak bisa melupakan dia lalu ingin balik lagi bersama si mantan. Nah, logika aja ya…namanya kita putus, pasti lah ya untuk beberapa saat masih mengingat-ingat masa lalu. Tapi masa sih kita mau hidup di masa lalu melulu. Maukah kita mengulangi kesalahan yang sama? Karena dah pasti tuh, keputusan putus adalah keputusan yang sudah dipikirkan masak-masak. Kalo kita mau balik lagi, yakin nih kesalahan yang sama gak akan terulang? Karena bagi saya pribadi sih, butuh alasan yang sangat kuat untuk berucap kata ‘putus’, pasti ada alasan yang prinsip. Gak mungkin kan hubungan baik-baik aja, eh gak ada angin dan hujan tahu-tahu kita ngomong ‘putus yuk’ dengan nada ‘makan yuk’. IMPOSSIBLE.

Gimana kalo putus dengan alasan yang sepele? Nah, ini justru alasan yang kuat buat gak balik lagi :p Kebayang gak, hubungan macam apa yang sedang dibangun jika hanya karena alasan sepele aja bisa putus? Sungguh gak dewasa. Hubungan yang melibatkan dua orang dewasa gak seperti ini. Hubungan yang dewasa seharusnya gak seperti ini. Lain cerita kalau salah satu dari pasangan tersebut kekanak-kanakan, nah loooo….jelas aja ngomong gak mikir konsekuensinya.  Apakah kamu sanggup bertahan dengan pasangan yang kekanak-kanakan? Sesusah-susahnya move on, lebih baek belajar move on dari pada bertahan menghadapi pasangan yang kekanak-kanakan.

2. Ada karakter yang disukai dan yang tidak disukai dari pasangan
Contoh nih ya, kitapunya pasangan yang perhatiannnnn banget sama kita, tapi sayang dia suka bohong. Waktu putus, kita terkenang-kenang dengan perhatiannya, tapi kita juga sebel mengingat-ingat kebohongan yang pernah dibuatnya. Masih sayang, tapi gak tahan juga dibohongin melulu. Benci tapi rindu, gimana dong?
Pertanyaannya sekarang gimana kalau kelakuan pasangan semakin memburuk. Kalau pasangan tidak dapat dipercaya, bayangkan kelakuan tersebut semakin ‘menjadi-jadi’.Yakin nih mampu menerima pasangan? Kalo kita berharap ini hubungan jangka panjang yang berakhir dengan pernikahan, sanggup gak sih kita hidup dengan kelakuan seperti itu? Kalo gak putus aja deh gak usah pake nyambung lagi.

3. Takut tidak menemukan orang lain yang bisa menggantikan si mantan
Kenapa takut sih? Jangan takut ladies. You deserve to get better man. Seorang pria yang sungguh-sungguh mengasihimu menghargai pentingnya komitmen dan dia gak akan sembarangan berkata putus tanpa pikir. Dia tidak akan menyakitimu dengan kata-kata atau kelakuannya secara sengaja. Jika dia melakukannya, dia akan segera meminta maaf dan tidak mengulangi lagi apa yang dia tahu akan menyakiti hatimu. Kasihnya padamu cukup besar sehingga dia akan menjaga komitmennya. Tidakkah kamu ingin bersama pria yang menghargai hubungan kalian dan menjaganya dengan sungguh-sungguh?

Beberapa orang yang saya kenal beranggapan putus nyambung (entah berapa seri ini) membuang-buang waktu. Mereka beranggapan kita tidak perlu membuang-buang waktu pada seorang pria/wanita tanpa adanya sebuah kejelasan karena hidup ini terlalu singkat dan berharga untuk dibuang percuma.  Pikiran kita akan selalu penuh dengan keraguan dan ketidakpastian. Hubungan semacam ini gak menentu. Kita akan terus bertanya-tanya, apakah dia akan selalu ada untuk kita atau tidak, atau apakah hubungan ini akan berlanjut. Status hubungan ini dianggap tidak jelas, apalagi jika menggunakan kalimat ‘break aja sementara’. Bagi saya, ini bukan hanya tentang status, ini tentang bagaimana seharusnya kita para wanita tidak membiarkan hati kita terombang-ambing hanya karena seorang pria yang tidak mengasihi kita dengan sungguh.

Ladies, sewaktu kamu tergoda terjebak dalam hubungan seperti itu ingat ini:
Ketika Allah menciptakan wanita, Dia juga merancang bagaimana Dia ingin wanita itu diperlakukan. Dengan hati-hati. Dia tidak pernah bermaksud agar hati wanita diombang-ambingkan seperti yang terjadi sekarang ini. Dia ingin agar pria dalam hidupmu adalah manifestasi fisik dari kasih-Nya padamu. Kita tidak akan menyalah-nyalahkan pria atau mengeluh dengan merendahkan diri sendiri. Please, jangan biarkan dirimu diperlakukan secara kasar oleh seorang yang miskin rohani dan emosinya.

Kasonngan, 3 Februari 2014
-Mega Menulis

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs