.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, May 17, 2017

Mazmur 26,40,58,61-62,64, Yakobus 1, Amsal 17

Mazmur 26:3 (TB)  Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

Daud bisa percaya sepenuhnya pada Tuhan dan gak ragu-ragu karena:
-dia hidup dalam kebenaran Tuhan
-dia fokus pada kasih setia Tuhan
Jadi teringat kalimat yang sering diucapkan "kalau benar,  buat apa takut"  dan "kalau Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita". Daud  tahu dan meyakini kalau ia sudah melakukan yang benar menurut standar Tuhan dan dia percaya Tuhan besertanya. Masalah keluarganya Daud sangat berat, belum lagi perebutan tahtanya, nyawanya pun terancam oleh anaknya sendiri tapi Daus tetap tegar dan berserah pada Tuhan.

Aku belajar dari Daud untuk melakukan kebenaran Tuhan (sesuai standarnya Tuhan, bukan manusia) dan percaya kasih setia Tuhan. Jadi,  apapun yang terjadi aku gak tergoyahkan. Masalahku gak ada apa-apanya dibandingkan Daud. Jauh banget lah. Jadi aku mau meniru apa yang dilakukan Daud supaya  tetap tegar.

Aku mau hidup dalam kebenaran Tuhan dan fokus pada kasih setia Tuhan.

Mazmur 40:8 (TB)  (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Wuih....Daud berani banget berkata kalau dia suka melakukan kehendak Tuhan pada Tuhan langsung. Kalau kita mengatakan ini ke orang lain ya kita bohong pun mana orang tau kan. Tapi Daud mengatakan ke Tuhan yang pastinya tahu isi hatinya, gak ada yang bisa ditutup-tutupi. Berarti Daud pede dong kalau selama ini dia memang suka, mau dan telah melakukan kehendak Tuhan.

Aku berharap kalau aku bisa berkata seperti itu nanti:aku suka melakukan kehendak-Mu Tuhan.
Entah kapan aku bisa bilang kayak gitu, wong beberapa perintahNya Tuhan aja masih berat buat kulakukan, kadang malah gak kulakukan. Kebayang kan kalo dah bilang suka tu dah level yang gimana.
Untuk sekarang aku mau bilang:
Aku mau melakukan kehendakMu ya Tuhan.

Mazmur 62:5 (TB)  (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

Dari Tuhanlah keselamatan.
Pada Tuhan saja ada harapan.
Makanya Daud merasa TENANG.
REMINDER buatku, kalau selama ini aku gak merasa tenang, kuatir tentang banyak hal, marah karena hal-hal kecil,  ragu tentang masa depan,  gampang goyah jangan-jangan aku gak dekat sama Tuhan. Jangan-jangan aku gak benar-benar dekat sama Tuhan, karena orang yang dekat dengan Tuhan tentu tahu kepada siapa dia harus percaya,  kepada siapa dia bisa menaruh segala pengharapannya.

Kalau aku merasa gak tenang, berarti ini adalah sinyal untuk aku mendekat pada Tuhan dan  menaruh segala pengharapanku hanya pada Tuhan.

Yakobus 1

Yakobus 1:26 (TB)  Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Demikian pentingnya apa yang kita ucapkan sampai-sampai dikatakan sia-sia ibadah kita jika tidak bisa mengekang lidah.
Mengapa?
Karena hidup dan mati dikuasai lidah. Lidah kita bisa membawa kematian tapi juga bisa mendatangkan kehidupan bagi yang mendengarnya.
Lidah bisa mengeluarkan berkat atau kutuk.
Lidah bisa membuat seseorang makin menjauh atau makin mendekat dengan Kristus.
Aku membayangkan orang yang seharusnya bisa kita menangkan malah menolak Kristus.

Kalau sudah emosi sangat sulit mengendalikan lidahku, aku masih terus berjuang dalam hal ini.

Amsal 17

Amsal 17:17 (TB)  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Membaca ayat ini aku teringat beberapa sahabat yang benar-benar seperti saudara buatku. Dulu aku bisa menceritakan apa saja dengan mereka tanpa merasa malu atau dihakimi. Suka duka kami bagi. Nah,  sejak menikah, apalagi punya anak, kamk jarang bertemu, dalam setahun pun hitungan jari tangan aja bisa ketemu. Sungguh bersyukur memiliki mereka sebagai sahabat. Semoga aku juga menjadi sahabat yang demikian bagi mereka.

Hari ini aku khusus mau bertanya kabar mereka dan mau mendoakan mereka.

Tuhan,  aku mengucap syukur buat mereka yang sudah Tuhan tempatkan sebagai sahabatku,  terima kasih sudah memperkaya hidupku dengan kehadiran mereka. Terima kasih Tuhan. Amin

Kasongan, 17 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs