.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, June 23, 2015

Our Love Story (Preambule) : Ia Membuat Segala Sesuatu Indah pada Waktunya


Beberapa pembaca blog ini menanyakan love storyku dan abang, bingung deh mulai dari mana ceritanya, secara…kisah cinta ini gak terekam dengan baik, hahahaha. Boro-boro nulis diary, nulis di blog sewaktu komunikasi mulai intens pun nggak, giliran dah komitmen pun pengen share juga mikir banget gara-gara sewaktu itu kami belum dapat restu dari orang tua si abang yang pengennya punya menantu orang Batak. Mau cerita yang gimana-gimana pun piye rasanya. Tapi baiklah, aku coba ceritakan hal-hal yang aku ingat ya, tapi maaf ye kalo ceritanya loncat-loncat kesana-kemari seperti bajing loncat.LOL. O, iya di Majalah Pearl edisi 28 (Juni-Juli) kami sempat diinterview untuk rubrik Heart to Heart, bagi yang ingin baca silakan meluncur ke sini ya ^^


Aku mengenal abangku tahun 2002 di kampus Teknik Industri UPN Veteran Yogyakarta, di tahun pertama aku kuliah bo! Dia kakak tingkatku, angkatan tahun 2000. Apakah sejak awal kami punya perasaan satu sama lain? Tentu saja tidaaakkkk!!! Hahahaha. Dulu ma boro-boro naksir, aku malahan sempat jengkel banget sama si abang ini. Dia suka jodoh-jodohin aku dengan seorang teman seangkatannya, males banget kan. Tiap aku lewat kumpulan dia dan geng (motornya :p), pasti deh mulai mereka manggil-manggil aku (berasa artis dah ^^V) dan bilang ada si X (kawannya yang mau dicomblangin sama aku). Jengkelllll!!! Kan aku malu ya…Gadis polos yang pemalu, baru memasuki dunia kampus eh malah digodain gitu *sigh* Hahahaha.

Selama hampir 4 tahun aku kuliah, kami tidak pernah berkomunikasi dengan intens atau ngobrol apa yang serius dan berkualitas. Say hai say ho doang kalau ketemu. Paling-paling ya seperti kuceritakan di atas,aku dipanggil-panggil buat digodain doang :p Beberapa kenangan doang yang aku ingat. Paling sering  sih aku SKSD (sok kenal sok dekat) nodong abang  beli paket makanan sewaktu aku mencari dana untuk kegiatan UKM Kristen, aku kan kalau dah jualan maksa yaaaa…Hahahaha. Dan ini gak aku perhitungkan sebagai ngobrol, inti pembicaraan yang pernah aku ingat seperti ini kalau aku jualan:
Aku : Bang, beli paket makanan donggg…UKM cari dana nih buat Natal.
Abang : Emang adanya paket apa aja?
Aku : *nyodorin daftar* Ini bang… Diantar ke rumah lo bang hari Sabtu nanti pas jam makan siang. Lumayan kan tinggal beli nasi.
Abang : Bener ya jam makan siang, abang beli 1 deh.
Aku : Yahhh…kok Cuma 1 bang? Beli 3 lah, kan buat cari danaaaa….
Abang : Buat apa dek 3? Kebanyakaaannn, ntar siapa yang makan
Aku : 1 buat abang makan siang, 1 buat abang makan malam
Abang : 1 nya lagi?
Aku : Buat aku lah bang, kapan lagi kau nraktir aku? Kau kan gak pernah nraktir aku. Ini kesempatan kau nraktir aku.
Abang : *geleng-geleng* Ya udah, abang pesan 2, 1 buatmu, 1 buat abang.
Aku : Yah…kok Cuma 2? Gak 3 bang?
Hahahahaha, gak tahu diri ya aku? ^^V

Pernah suatu kali, aku ujian bareng abangku. Kebetulan aku ngambil mata kuliah atas. Setelah ujian tersebut, aku masih harus ujian mata kuliah lain, entah kenapa sewaktu itu aku sakit, pusing banget, mau pulang gak mungkin wong sore masih ada ujian. Aku mau ke rumah teman yang kosnya dekat kampus, tapi lumayan sih, mesti naik motor, jalan gak kuat.Pengen tidurrrrr…. Aku lupa gimana, kalau gak salah, Mas Agung   (udah kayak kakakku aja nih orang) ngajak aku istirahat di kosnya abangku, mereka kan teman seangkatan, dan emang ngumpul di situ biasanya. Di situ rupanya beberapa anak TI (Teknik Industri) kos, ada beberapa kamar dan aku disuruh memilih, kupilihlah yang kamarnya terlihat paling bersih, hahahaha. Bo, kosnya deket banget sama kampus, sekali lompat aja nyampe :p Gak deng, aku lebay, pokoknya dekat banget, keluar gerbang kampus ada gang, masuk dikit, udah deh nyampe, tidur deh akuuu \(“,)/ Selama aku tidur di kosnya si abang di kamar temennya, kamar ditutup dan aku tidur :p Siangnya, Mas Agung bangunkan aku dan bawakan makan siang dan obat. Aku makan trus tidur lagi, sorenya dibangunin buat ujian. Itulah pertama kali dan terakhir kalinya aku ke kosnya si abang ^^

Yang aku ingat waktu ituuuu, kosnya bersihhhhhhh…banget. ASLI, gak kayak biasanya kamar cowok. Canggih juga nih orang, bersihan banget, gak sesuai tampang, hahaha. Eh, beneran, abangku dulu ngerokok trus tampangnya cuek abis. Semacam gak ngurus dirinya, hahaha. Abangku memelihara ikan di akuariumnya, kesanku waktu itu, oke…abang ini telaten ngurus hewan (ya iya lah telaten, belakangan sewaktu kami pacaran aku baru tahu kalau ikan itu dipelihara untuk dijualnya, gubrak gak sihhh…ckckck).Trus aku ingat sempat lihat foto keluarganya yang nempel di dinding kamarnya, wah, family means so much for him. Bayangkan, cowok kuliahan majang di dinding kamar kosnya foto keluarganya, berapa banyak yang ngelakuin itu? Di kemudian hari, aku juga melihat foto serupa di rumah mertuaku di Pekanbaru ^^

Hanya itu kenanganku tentang si abang di masa kuliah selain sesekali berpapasan waktu kuliah. Gak ada rasa apa-apa. Di luar kampus, aku pelayanan di yayasan Gloria dan di UKM Kristen, sementara abangku sesekali mengikuti kepanitiaan di Teknik Industri. Kami kenal tahun 2002 dan selama kuliah tidak terjadi apa-apa, jalan bareng gak pernah, ngobrol mendalam gak pernah. Nothing dah. Dia lulus 2005, dan aku 2006. Singkatnya, kami berpacaran tahun 2012, menikah tahun 2015. Fiuhhh….panjang sekali ya perjalanan kami? Saat kami telah menikah, beberapa kali kami melihat ke belakang dan berandai-andai. Seandainya sejak kami mengenal kami sudah berpacaran, kami sudah menikah sejak tahun berapa ya? Hahahaha. Atau jangan-jangan, jika sejak dulu kami menikah, tahun 2015 ini mungkin kami telah memiliki beberapa orang anak. Pede banget ya kami, seakan-akan jika sejak dulu kami berpacaran maka kami akan langgeng hingga menikah. Padahal, bisa saja kan seandainya kami pacaran dari masa kuliah, eh…sudah putus sejak kapan. Boro-boro punya anak seperti khayalan kami, jangan-jangan menikah pun tidak. Hahahaha.

Ada seorang kawanku yang baru mengenal pasangannya beberapa bulan dan mereka akhirnya menikah, sementara kami? Belasan tahun kami lalui dari masa perkenalan hingga menikah. Wasting time? Of course not lah… Kami yang dulu dan sekarang adalah pribadi yang berbeda, sungguh. Seandainya kami menjalin hubungan sewaktu kuliah, saat abangku masih super duper cuek sementara aku masih insecure dan belum merasa puas di dalam Tuhan, kebayang gak hubungan kami akan jadi seperti apa? Aku akan menjadi seorang wanita yang haus diperhatikan pasangan dan abangku akan stress memiliki pasangan yang tidak bisa mempercayainya dan harus memberikan perhatian terus-menerus. Atau, abangku masih doyan ngerokok sementara aku batuk-batuk tiap berada di dekatnya. Atau,banyak lagi kejadian lain yang gak terbayangkan.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah 3:11

Yes.Indeed. Bukan hanya indah saat akhirnya Tuhan mempersatukan kami, tapi saat Dia memproses masing-masing kami juga indah. Aku tidak tahu dengan persis apa yang dialami abangku, proses apa saja yang Tuhan lakukan dalam hidupnya semasa kami tidak bersama, tapi aku tahu aku menikmati hasilnya \(“,)/ Aku cukup terkejut mengetahui abangku berhenti total merokok saat kami mulai berkomunikasi lagi, tahu kan betapa susahnya seseorang menghentikan kebiasaan ini? Kemudian abangku sendiri mengakui kalau denganku dia gak bisa cuek seperti dulu, hohohoho. Aku bersyukur.

Terkadang, penemuan pasangan hidup bukan hanya tentang mencari dan menjadi orang yang tepat, tapi juga waktu yang tepat. Ini yang kami alami ^^ Kami bersyukur diberikan waktu dan kesempatan diproses habis-habisan oleh Tuhan sampai akhirnya kami dipersatukan. 

Ia  membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Kasongan,23 Juni 2015
-Mega Menulis-

3 comments:

MaiaCan said...

Mau lebih panjang dan lebih detail kak Meg hehehheeee... :)

Mega said...

Ini lagi mengingat-ingat Mai, hahahaha.

MaiaCan said...

Ditunggu dengan senang hati yaaaaa...*ting!!

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs