.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, February 9, 2017

Kejadian 19-21, Yohanes 18, Amsal 18

Kejadian 19-21
Kejadian 19:8 (TB)  Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
Berulang kali baca masih gak ngerti, kok bisa ya Lot menawarkan anak-anaknya ke orang-orang itu.
Kejadian 19:14 (TB)  Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
Lot ingin menyelamatkan kedua bakal menantunya dengan memberitahukan rencana Allah, tapi mereka tidak percaya,akhirnya mereka mati. Sebelumnya Tuhan pernah berkata kepada Abraham kalau sekiranya ada 10 orang benar di Sodom dan Gomora maka Dia tidak akan memusnahkan kota itu. Hanya 3 orang yang selamat, Lot dan kedua anaknya. Lot dikatakan sebagai orang benar pada ayat ini:
2 Petrus 2:7 (TB)  tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --


Tentang Lot sudah dikonfirmasi di ayat tersebut kalau dia adalah orang yang benar, tapi kita gak tahu tentang kedua bakal menantunya. Sewaktu orang lain memperingatkan kita, kita perlu berpikir dan menguji apakah peringatannya benar atau nggak. Kalau benar, hayok dilakukan, jangan mengeraskan hati atau bahkan mengolok-olok orang yang memperingatkan kita.Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan melalui orang lain.

Kejadian 19:1, 16 (TB)  Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
Mau gak mau, waktu baca bagian ini aku ingat Abraham yang menyunat dirinya dan laki-laki seisi rumahnya segera sesudah Tuhan berfirman. Luar biasa ketaatan Abraham, dia gak menunda-nunda sewaktu Tuhan memintanya melakukan sesuatu. Setelah tahu kalau Lot juga orang benar aku jadi berpikir, gak selalu tuh orang benar meresponi Tuhan dengan cepat. Tapiiiii...Tuhan mau mengasihani Lot dan keluarganya.

Kejadian 19:26 (TB)  Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. 
Kembali diingatkan rhema yang aku dapat dulu:
Jangan menyia-nyiakan kasih karunia yang diberikan Tuhan!

Kejadian 19:29 (TB)  Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.
Wahhhh... Kenapa ya Lot gak membuat mezbah syukur padahal Tuhan sudah menyelamatkan dia dan anak-anaknya. Mau gak mau jadi ingat Nuh yang langsung mempersembahkan korban syukurnya setelah keluar dari bahtera. Aku jadi diingatkan kalau aku harus mensyukuri kasih karunia Tuhan. Aku gak boleh lupa bersyukur.

Kejadian 19:31-32 (TB)  Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."

Speechless membaca bagian ini, kok ada aja ya ide manusia ni untuk menyambung keturunan. Sebegitu pentingnyakah keturunan, sampai-sampai mereka melakukan seperti itu. Sewaktu aku menuliskan ini pun aku ditegur Tuhan, kalau sering kali aku juga sama dengan anak-anak Lot, ada hal-hal yang juga aku anggap penting padahal bagi Tuhan ngga lalu aku pun berbuat bodoh buat mewujudkannya. Oh Tuhan,ampuni aku T-T Ajari aku mengerti mana hal yang benar-benar penting buatMu dan tolong aku melakukannya, aku gak mau bersandar sama pengertianku sendiri.

Kejadian 20:2 (TB)  Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

Again dong, Abraham berkata Sara adalah saudaranya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Kapan kapoknya ya Abraham ni, well... Mungkin dia berpikir yang dulu aja Tuhan selamatkan mereka walaupun mereka bohong, pasti kali ini juga kan ya.
Dari cerita ini aku belajar:
- Abraham yang katanya Bapa orang beriman aja bisa jatuh bangun dalam imannya apalagi aku, jatuh bangun jungkir balik pun, tapiiiii...  seperti Abraham,aku harus tetap bangkit lagi dan mempercayai Tuhan dengan sungguh.
- Agaiiinnn, ketaatan Sara bikin geleng-geleng. Aku gak tahu isi hati Sara, mungkin dia berpikir,"Ah...Terjadi lagi.Hayati lelah bang". LOL. Cuma, Sara tetap taat dan dalam diamnya, mungkin dia berdoa meminta Tuhan yang membelanya kalau suaminya gak mau membelanya. Aku mau membiarkan Tuhan yang membelaku supaya aku gak kecewa daripada aku mengharapkan manusia.
- Sekalipun dulu Abraham berbohong dan Tuhan akhirnya menolongnya, harusnya dia gak boleh mengulangi kesalahannya itu. Aku gak boleh seperti itu ah, sewaktu Tuhan tolong aku waktu aku berbuat dosa, aku gak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang Dia berikan dengan mengulangi kesalahan yang sama. Ya, Tuhan penuh kasih karunia,tapi aku juga harus semakin dewasa.
- Sebenarnya kalau dipikir-pikir sih Abraham gak berbohong, Sara istrinya tapi juga terhitung saudaranya-anak ayahnya dari lain ibu. Tapi, kebenaran sebagian bisa berbahaya karena mengarahkan persepsi orang lain, bisa menjatuhkan orang lain ke dalam dosa, makanya kan dibilang sewaktu seseorang bersaksi di persidangan dia harus berjanji/bersumpah mengatakan seluruh kebenaran dan hanya kebenaran.

Kejadian 20:6 (TB)  Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
Gak tahu kenapa, baca ayat ini aku terharu banget. Aku jadi merasakan kalau Tuhan benar-benar melindungi perkawinan Abraham dan Sara. Sebenarnya bisa aja kan Tuhan biarkan Abraham menanggung akibatnya, tapi ngga!!!! Dia menjagai Sara. Tuhan baek banget T-T Aku percaya, Tuhan pun menjagai perkawinan semua anak-anakNya. Dan aku bersyukur, kalau sampai hari ini perkawinan anak-anak Tuhan masih mesra itu semua karena campur tanganNya. Tuhan sungguh baik. Terima kasih Tuhan.

Kejadian 21:1 (TB)  TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
Kok aku berasa ayat ini indaaahhhh....banget ;) Berulang kali aku baca rasanya nyesss... Adem banget. Tuhan memperhatikan Sara dan Dia memenuhi janjiNya.

Alkitab ga berkata Ishak dikandung dari Roh Kudus seperti halnya Yesus, jadi kupikir Sara hamil dengan cara normal seperti manusia lainnya (terjadi pembuahan dll). Huaaa... Ngebayangkan di masa tua Abraham dan istrinya masih melakukan hubungan suami istri benar-benar membuktikan iman mereka pada Tuhan. Abraham berusia seratus tahun lo waktu lahir Ishak. Iman mereka disertai perbuatan. Mereka melakukan bagian yang harus mereka lakukan lalu mempercayakan hasilnya sama Tuhan.

Kenapa aku bilang Abraham dan Sara hamil dengan cara normal? Aku baca aplikasi Alkitab dan diarahkan pada ayat ini:
Ibrani 11:11 (TB)  Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
Karena iman, Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu. Kekuatan apa? You know lah...;) Berpuluh tahun berusaha gak mendapatkan anak lalu tahu-tahu di masa tua tetap harus berusaha sampai janji Tuhan digenapin bukannya hal yang mudah, tapi karena iman mereka melakukannya. Iman membuat kita kuat berusaha sampai janji Tuhan tergenapi. Huaaa....Luar biasa!!!!

Aku gak boleh berhenti berusaha sampai janji Tuhan tergenapi dalam hidupku. Sewaktu aku lemah, aku harus tetap beriman supaya aku beroleh kekuatan menerima apa yang Tuhan janjikan.

Kejadian 21:17-18 (TB)  Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
Seperti Tuhan mengingat janjiNya pada Abraham dan Sara, demikian juga Dia mengingat apa yang dijanjikanNya pada Hagar. Dia menjadikan bangsa yang besar dari keturunan Ismael. Yang menarik adalah yang disebut keturunan Abraham hanyalah dari Ishak.

Di bagian-bagian selanjutnya Allah menyertai Ismael, Dia tidak membiarkan Ismael. Tetapi gak tahu kenapa kemudian Hagar melakukan ini:
Kejadian 21:21 (TB)  Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.
Seorang isteri dari tanah Mesir,bangsa yang gak kenal Allah. Kemungkinan selama  Hagar dan Ismael tinggal bersama-sama Abraham sebelumnya mereka ga sungguh-sungguh mengikuti Tuhan sehingga mereka ga takut akan Tuhan. Hagar dan Ismael gak tahu akibat perbuatannya akan berpengaruh sampai sekarang. Keturunan Ismael pun menjadi orang yang tidak percaya.
Aku perlu berhati-hati dalam kehidupan pernikahanku, karena apa yang aku lakukan akan berpengaruh entah sampai berapa generasi.

YOHANES 18
Yohanes 18:9 (TB)  Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
Teringat ayat ini lagi:
Yohanes 10:28 (TB)  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Bener-bener diingatkan lagi perkataan Yesus sebelumnya kalau kita telah terima Yesus maka kematian kekal bukan jadi bagian kita. Yesus memberikan diriNya supaya mereka yang percaya kepadaNya tidak binasa. Dan tidak ada seorang pun yang bisa merebut mereka yang telah menjadi milikNya.

Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan, karena kematianMu aku beroleh hidup yang kekal di dalam Engkau. 

Yohanes 18:11 (TB)  Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
Yesus tahu rencana BAPA-Nya untuk hidupNya dan Dia hidup di dalam rencana BAPA-Nya. Yesus sendiri pun pernah berdoa kalau boleh cawan ini berlalu dariNya, Dia meminta kepada BAPA-Nya tapi Dia juga tunduk pada kehendak BAPA-Nya. Dia tahu kalau sebagai anak Dia bisa minta apa saja pada BAPA-Nya, tapi sebagai BAPA, Allah tahu apa yang terbaik. Walaupun meminta, Yesus juga tunduk pada ketetapan BAPA-Nya. Dan saat Dia tahu kehendak BAPA-Nya, Ia tidak membiarkan apapun menggagalkan rencana BAPA-Nya, diriNya tidak begitu pun juga orang lain.

Aku mau tunduk pada kehendak Allah sekali pun membuatku gak nyaman atau harus berkorban. Aku mau belajar seperti Yesus yang berani meminta pada Bapa-Nya tapi juga mau taat sekalipun gak sesuai dengan kehendakNya sendiri.

AMSAL 18
Amsal 18:22 (TB)  Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.
Wow!!!
Aku adalah sesuatu yang baik bagi suamiku kata kitab Amsal. Tanda kalau suamiku dikenan Tuhan.
Katanya sihhhh...
Persoalannya, apakah aku benar-benar menjadi sesuatu yang baik bagi suamiku? Hmm...Aku gak yakin :(
Aku masih sering bersungut-sungut sewaktu diminta melakukan sesuatu yang gak aku sukai.
Aku masih sering berbantahan dengan suamiku.
Aku masih sering egois dan memikirkan diri sendiri.
Aku harus selalu mengingat bahwa aku adalah sesuatu yang baik bagi suamiku dan aku adalah tanda suamiku dikenan Tuhan. Dengan begitu aku ingat bagaimana seharusnya aku bersikap dan berbicara pada suamiku. Dimulai dengan omonganku, aku mau memberikan kata-kata yang baik untuk suamiku,karena apa yang dari mulut keluar dari hati.
Tuhan,Kau tahu aku sering gagal menjadi istri yang baik buat suamiku. Aku perlu pertolonganMu menjadi istri yang baik baginya, aku gak bisa kalau bukan Tuhan yang tolong. Aku mau menjaga lidahku supaya hanya mengucapkan yang baik baginya. Mampukan aku ya Tuhan.Amin

Kasongan, 18 Januari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs