.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, February 10, 2017

Kejadian 22-24, Yohanes 19, Amsal 19

Kejadian 22-24

Kejadian 22:1-19
- (3) Setelah Allah berfirman, Abraham GAK MENUNDA-NUNDA untuk taat. Dia tidak berlambat-lambat melakukan apa yang diminta Allah tapi dia segera melakukannya keesokan harinya. Abraham gak bernego lagi dengan Tuhan, dia gak berkata-kata apa-apa saat Tuhan berfirman, dia cuma taat. Dia tidak berkata aku akan melakukan ini itu tapi dia melakukan tindakan iman.
- (5) Perkataan Abraham kepada dua bujangnya menunjukkan imannya, Abraham meyakini kalau ia dan anaknya akan kembali pulang bersama-sama dengan kedua bujangnya. Abraham MEMPERKATAKAN IMANNYA.
- (8) Lagi-lagi, Abraham MEMPERKATAKAN  IMANNYA, dia percaya kalau Allah yang akan menyediakan domba untuk korban bakaran.
- (10) Entah bagaimana perasaan Abraham sewaktu mengikat anaknya lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tapi membaca bagian ini aku teringat bahwa Allah pun melakukan hal yang sama, Ia mengorbankan anakNya yang tunggal yakni Yesus.
- (12) Allah tahu Abraham sangat mengasihi anaknya ( ya iya lah....puluhan tahun menunggunya coba) karenanya Allah ingin melihat apakah Abraham masih taat padanya jika harus mengorbankan anaknya, apakah Abraham takut padaNya. Bagaimana dengan kamu Meg? Kalau kamu diminta Tuhan untuk mengorbankan apa yang kamu miliki apakah kamu mau taat? Abraham gak cuma akan mengorbankan yang dia miliki,tetapi yang dikasihinya, satu-satunya anaknya pula.
- Kejadian 22:18 (TB)  Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 
Karena ketaatan Abraham pada Firman Tuhan, keturunannya menjadi berkat bangsa-bangsa. Kita melihat bagaimana janji Allah telah digenapi dalam hidup Abraham. Ternyata, saat kita memilih taat sama Firman Tuhan akan mempengaruhi keturunan kita bahkan orang lain (mungkin juga bangsa-bangsa). Kita gak akan tahu siapa yang akan diberkati melalui ketaatan kita, tapi Tuhan tahu. Aku mau taat Tuhan, aku mau memberikan teladan yang benar untuk anak-anakku.

Kejadian 23
Kejadian 23:4 (TB)  "Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu."

Waktu baca pasal ini aku teringat kalau perjanjian baru terdapat beberapa ayat yang menyatakan kalau orang percaya hanyalah pendatang di bumi, hanya sementara saja di bumi karena sebenarnya kewarganegaraannya adalah di sorga.

2 Korintus 5:1 (TB)  Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Filipi 3:20 (TB)  Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

Ibrani 13:14 (TB) Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.

Aku sering lupa kalau aku hanya sementara di dunia, kehidupan di dunia gak ada artinya dibandingkan kehidupan kekal yang menantiku nantinya. Karena aku sering melupakan ini, aku sering memikirkan hal-hal yang GA bernilai kekal. Dan tentunya membuat aku jadi melakukan hal-hal buruk yang berpengaruh pada kehidupan kekalku nanti. Aku memikirkan materi, bukannya fokus pada karakter Kristus dan jiwa-jiwa. Aku harus ingat kalau aku adalah warga negara sorga, aku hanya pendatang di bumi ini.

Kejadian 24:7 (TB)  TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini — Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.
Sewaktu aku dihadapkan pada kesulitan atau kemustahilan,aku mau seperti Abraham yang MENGINGAT-INGAT karya Tuhan di masa lalunya kemudian TERUS PERCAYA kalau Tuhan masih akan berkarya di dalam hidupnya.

YOHANES 19

Yohanes 19:12-13 (TB)  Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."  Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
Apakah aku lebih takut terhadap manusia daripada Allah?
Dalam keputusan-keputusanku aku gak boleh melupakan bagaimana Pilatus saat tertekan gak berani bertindak melakukan yang benar.
Tuhan, tolong berikan aku keberanian untuk melakukan apa yang benar walaupun  itu bertentangan dengan dunia. Amin

AMSAL 19
Amsal 19:13 (TB)  Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.
Saat seorang istri bertengkar susah berhentinya, I feel it T-T  Selalu adaaaa....aja jawaban, bantahan, hal-hal di masa lalu yang tersimpan meledak saat pertengkaran. Di dalam hati ada ego yang gak mau kalah. Susah sekali berhenti saat pertengkaran dimulai. Saat disakiti balas menyakiti. Sebelum menyakiti terlebih dulu bertahan, atau menyerang lebih dulu :( Lebih baik gak memulai pertengkaran daripada berusaha berhenti. Sebagai istri, kita dapat mencegah terjadinya pertengkaran dengan cara:
-Berdiam saat emosi
Berdiam lebih baik daripada mengucapkan kata-kata yang akan memulai pertengkaran. Berdiam akan mencegah pertengkaran.
-Mengucapkan kata2 yang manis
Saat ada sesuatu yang perlu disampaikan, pilihlah kata-kata yang tepat dan gak 'menyerang' suami.
Tuhan,tolong aku...Aku gak mau memulai pertengkaran yang susah dihentikan dengan suamiku. Ajari aku berkata-kata dengan lembut pada suamiku supaya kami bisa membicarakan masalah kami dengan cara yang tetap memuliakan Tuhan.

Kasongan, 19 Januari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs