.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 25, 2017

Keluaran 13-15, Kisah Para Rasul 3, Amsal 3

Keluaran  13-15

Keluaran 13:21-22 (TB)  TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.

Sepanjang perjalanan bangsa Israel, mereka melihat dengan jelas penyertaan Allah atas mereka. Siang dan malam Allah sendiri yang memimpin mereka. Allah yang telah melakukan berbagai mukzizat dan membawa mereka keluar dari Mesir sekarang bersedia memimpin umatNya. Pastinya bangsa Israel dipenuhi kekaguman dalam perjalanannya karena disertai Allahnya yang hebat.

Dalam setiap detik di hidupku Allahku juga mau menyertai perjalananku, Allah yang sama dengan Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, Allahnya bangsa Israel. Allah yang penuh kuasa.  Mungkin aku gak bisa melihat kehadiran Allah seperti bangsa Israel melihat Allah dalam tiang awan dan tiang api tapi dengan mata iman aku dapat melihat bahwa penyertaanNya sempurna dalam hidupku. KehadiranNya nyata. Aku gak boleh lupa kalau dalam perjalanan hidupku aku harus mengikut Dia siang dan malam supaya aku gak tersesat. Persoalannya, aku mau atau nggak mengikuti pimpinanNya.

Tuhan, seperti bangsa Israel yang perjalanannya dipimpin Tuhan, aku juga mau Engkau yang menjadi tiang awan dan tiang apiku. Pimpinlah aku Tuhan, aku mau ikut Engkau siang dan malam. Jangan biarkan aku menyimpang ya Tuhan, hatiku tertuju padaMu ya Tuhanku. Amin.

Keluaran 14:10-14

Firaun dan orang Mesir menyeranggg....!!!!
Bangsa Israel ketakutan.
Bangsa Israel berseru-seru kepada Tuhan.
Sampai di sini reaksinya masuk akal.
Tapi lalu mereka mulai mengeluh ke Musa dan merindukan kehidupan lama mereka.Mereka sibuk menyalahkan Musa sampai-sampai lupa kalau Allah yang telah melakukan berbagai mukzizat di Mesir menyertai mereka. Reaksi Musa berbeda, dia mengimani kalau Allah yang menyertai mereka akan menolong mereka bahkan berkata:TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Aku belajar kalau saat dalam kesesakan atau masalah, sekalipun takut aku gak boleh lupa kalau Tuhan besertaku. Aku gak mau mengeluh dan menginginkan kehidupan lamaku sebelum Tuhan masuk ke dalam hidupku. Aku mau terus maju bersama Tuhan.

Keluaran 14:17 (TB)  Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Tuhan mengeraskan hati orang Mesir untuk menyatakan kemuliaanNya. Mukzizat yang dibuat Tuhan di Laut Teberau berakibat:
-Orang Mesir mengetahui bahwa Allahnya orang Israel lah satu-satunya Tuhan yang benar. Mereka melihat bahwa Tuhanlah yang berperang bagi bangsa Israel
-Bangsa Israel takut dan percaya pada Tuhan.

Keluaran 15:24 (TB)  Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"

Baru saja melihat keajaiban yang Tuhan buat eh....Sedikit masalah saja sudah membuat bangsa Israel mengeluh. Astagaaaa! Masa sih habis melihat mukzizat sebentar trus mengeluh.

Tuhan, jauhkanlah aku dari kebiasaan bersungut-sungut dan mengeluh. Aku sudah melihat keajaiban Tuhan, aku gak mau meragukan kebaikanMu.Aku mau bersyukur dan gak bersungut-sungut. Tuhan sudah mengorbankan diriNya untukku, aku mau bersyukur saja.

Kisah  Para Rasul  3
Kisah Para Rasul 3:5-7 (TB)  Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Dari kisah ini aku belajar kalau saat menolong orang lain maka kita harus peka terhadap kebutuhannya dan melihat kemampuan kita. Petrus gak melihat luarnya saja, mudah bagi orang lain  hanya memberikan uang sekedarnya lalu berlalu begitu saja, tapi Petrus menjawab apa yang menjadi kebutuhan orang tersebut. Kebutuhan orang lumpuh tersebut adalah berjalan dan Petrus telah menerima kuasa untuk menyembuhkan maka dia menyembuhkan.

Tuhan, mampukan aku untuk menolong orang lain sesuai dengan kemampuanku dan sesuai dengan apa yang diperlukannya, ajar aku untuk mendengar yang gak terucapkan dan mengetahui apa yang gak terlihat. Berikan aku hati yang sedia menolong yang memerlukan ya Tuhan. Amin

Amsal 3

Amsal 3:3 (TB)  Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

Kasih-> sabar; murah hati; tidak cemburu. tidak memegahkan diri dan tidak sombong;
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri; tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain;tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran;menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Setia->tidak pernah berpaling,tidak berkesudahan kasihnya.

Benar-benar mengasihi yang seperti 1 Korintus 13 saja sudah sangat sulit, apalagi ditambah SETIA. Kesetiaan gak dilihat hanya dalam waktu singkat, kesetiaan teruji oleh waktu. Saat kasih dan setia gak pernah meninggalkan kita maka kita diminta untuk terus mengasihi tanpa henti, tanpa syarat, tanpa batasan waktu.

Aku merefleksikan ayat ini pada hubunganku suami, aku masih menyimpan beberapa kesalahan suami (mengingat-ingatnya dan mungkin akan keluar lagi saat aku emosi). Padahal kalau mau mengasihi aku gak boleh mengingat-ingat kesalahan seperti itu SELAMANYA. Aku gak boleh memakai kesalahan tersebut untuk menyerangnya SELAMANYA.

Tuhan, jangan biarkan kasih dan setia meninggalkan aku. Aku mau hidup dalam kasih dan kesetiaan. Tolong aku menerapkannya dalam hubunganku dengan suamiku, ampuni aku karena sering mengeraskan hatiku ya Tuhan.Amin

Kasongan, 3 Februari  2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs