.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, December 15, 2017

Amsal 15, Yeremia 41

Amsal 15:33 (TB)  Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Kemaren ngepoin IGnya ci Lia, khususnya yang berhastag #jurnalbermaindanbelajar,  senang banget melihat bagaimana Ci Lia mendidik anaknya dalam berbagai hal, dari ketaatan, mengasihi, menghargai uang,  homeschoolingnya, dll. Benar-benar terinspirasi deh. Sampai-sampai aku mikir, pengen deh ngerasain jadi anaknya Ci Lia supaya dapat teladannya langsung.Lol. Lalu aku mikir, darimana ya Ci Lia terinspirasi melakukan berbagai hal kayak gini terlintas banyak hal dari teman-teman atau komunitasnya,  dari belajar,  membaca buku, cari pengetahuan di internet dll. Nah, hari ini Tuhan bukakan kalau takut akan Tuhan adalah kuncinya.

Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat. Dibanding hal-hal teknis yang bisa dilihat dan ditiru, jauh lebih penting menjadi orang tua yang takut akan Tuhan, dari sini Tuhan yang akan berikan didikan dan hikmat ke kita bagaimana mengasihi anak, menghadapi dan mengajar mereka. Bagaimana bisa hidup dalam takut akan Tuhan kalau ga punya hubungan yang dekat sama Tuhan. Menjadi orang tua harusnya membuat kita makin mendekat sama Tuhan karena tanpa Tuhan kita gak akan bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Didikan yang mendatangkan hikmat datangnya hanya dari Tuhan.

Yeremia 42:13 (TB)  Tetapi jika kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan mengatakan: Kami tidak mau tinggal di negeri ini!,

Lebih baik tinggal di tempat yang Tuhan inginkan kita berada sesulit apapun keadaannya, seburuk apapun yang harus kita alami daripada pergi ke tempat lain. Terkadang kita mokso pengen ke sana dan ke sini tanpa mau tahu Tuhan maunya apa, atau dalam bacaan hari ini, yang dilakukan orang Israel dan Yehuda yang meminta Yeremia tanya Tuhan maunya apa eh begitu dah tahu dilakukan pun ngga. Duh. Emang mereka gak ingat ya kalau Tuhan tahu dan selalu tahu apa yang ada di hati mereka. Apa mereka gak ngeri ya kalau Tuhan murka. Lebih baik hanya tahu satu kehendak Tuhan dan taat dibandingkan tahu banyak tapi ga pernah taat.

👉 Tuhan, jangan biarkan aku hanya ingin tahu kehendakMu apa dalam hidupku tanpa disertai keinginan menaatiMu. Amin.

Kasongan,  15 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 14, Yeremia 41

Amsal 14:11 (TB)  Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.

Rumah dan kemah, perbandingannya kayaknya ngejomplang banget ya. Kalau disuruh memilih, pasti kita lebih memilih rumah dibandingkan kemah. Lah ini kok orang fasik tinggal di rumah sedangkan orang jujur malahan di kemah?Dalam posisi sedang cari rumah gini, aku ngebayangin kalau Tuhan mau aku jadi orang jujur dan tinggal di kah bagaimana? Oh no.... Masa sih tinggal di kemah Tuhan? Gak sanggup rasanya. Padahal kalau dipikir-pikir, toh sama-sama tempat tinggal. Tapi ya masa orang fasik tinggal di rumah trus orang jujur malahan di Kemah, mbok di istana gitu, lol.

👉 Aku diingatkan kalau apa yang dimiliki orang fasik, sebagus apapun akan musnah. Sedangkan Tuhan akan memberkati apa yang dimiliki orang jujur. Gak perlu ngoyo dengan apa yang kita miliki (atau gak kita miliki) karena Tuhan sudah sediakan berkatNya. Gak sama buat semua orang, tapi cukup.
👉 Rumah dan Kemah sama-sama tempat tinggal, seringkali aku cuma melihat rupa, gak melihat fungsi. Aku perlu belajar bersyukur, Tuhan memberi sesuai kebutuhan kok.
👉 Jadi orang jujur kelihatannya gak menyenangkan, terkadang rasanya rugi. Tapi berkat dan perkenan Tuhan tersedia bagi mereka yang jujur.
👉 Kemah bicara sesuatu yang sementara dan yes, aku hanya sementara di dunia. Diingatkan untuk mengejar hanya yang kekal untuk di kekekalan nanti.

Yeremia 41 no rhema

Kasongan,  14 Desember 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, December 13, 2017

Amsal 13, Yeremia 40

Amsal 13:19 (TB)  Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati, menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.

Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati.
Akhirnya kemarin cutiku diapprove, puji Tuhan. Senang banget. Gimana gak senang, seumur-umur kerja, cuti cuma pas merit dan lahiran, cuti tahunan yang lain selalu dipending karena bidangku emang yang sibuk di akhir tahun dan awal tahun. Ujung-ujungnya malah gak pernah cuti #sigh. Puji Tuhan, tahun ini aku dikasih Tuhan dua staf yang bisa aku andalkan, aku bisa kasih argumen ke bosku kalau mereka bisa handle semua kerjaan di kantor selama aku gak ada.

Sempat mikir, pengen banget jalan-jalan ke mana gitu selama cuti ini tapi sampai akhir tahun kayaknya bakal menghabiskan cuti cuma di Palangka Raya. Ada urusan yang harus diselesaikan dan kami berencana survei rumah untuk kami pindah tahun depan. Sampai sekarang belum ketemu rumah yang pas dengan hati dan dana. Asli pengen banget jalan-jalan ke mana gitu, tapi aku tahu kami harus lebih bijaksana karena kami akan membutuhkan biaya besar karena tahun depan Sara akan punya adik dan kami ingin tahun depan bisa dp rumah. Seandainya punya dana lebi buat jalan-halan, huhuhuhu.

See? Memang benar, waktu keinginan kita terlaksana, hati jadi sangat senang. Aku merasakannya. Tapi aku jadi sadar juga kalau keinginan itu gak ada habisnya, saat satu keinginan terlaksana maka keinginan lain muncul. Kita gak pernah berhenti menginginkan sesuatu.

👉 Aku  mau bersukacita bukan karena keinginanku terpenuhi, tapi karena aku mau selalu bersyukur sama Tuhan.

Yeremia 40:2-3 (TB)  Kepala pasukan pengawal itu telah mengambil Yeremia dan berkata kepadanya: "TUHAN, Allahmu, telah mengancamkan malapetaka ini atas tempat ini,
dan Ia telah melaksanakannya. TUHAN telah melakukan apa yang diancamkan-Nya, oleh karena kamu telah berdosa kepada TUHAN dan tidak mendengarkan suara-Nya, sehingga terjadilah hal ini kepada kamu.

Perkataan kepala pasukan Babel ini mengingatkanku pada sebuah buku yang berjudul Cat and Dog Theology. KEHIDUPAN BUKAN TENTANG KITA, MELAINKAN ALLAH.
Segala sesuatu yang terjadi pada hidup kita adalah untuk kemuliaan Tuhan. Kalau dilihat dari sisi orang Israel dan Yehuda, apa yang terjadi adalah hukuman Tuhan atas ketidaktaatan mereka. Tapi ini terjadi bukan sekedar untuk menghukum, melalui kejadian ini Tuhan ingin nama Tuhan dimuliakan. Lihat, bahkan kepala pasukan Babel pun mengetahui apa yang diperbuat Tuhan. Bangsa-bangsa selain Israel mulai mengenal Allahnya orang Israel dan Yehuda. Selain itu, jika mereka yang telah menerima hukuman ini berbalik kembali pada Tuhan dan menyembah Dia dengan benar, bukankah namaNya dimuliakan?

Seringkali kita berpikir saat sesuatu terjadi dalam hidup kita, Tuhan melakukannya untuk kita, agar kita bertobat, agar kita senang, agar karakter kita berubah, bla bla bla. Fokusnya jadi diri kita sendiri kan? Padahal semuanya terjadi untuk kemuliaanNya.

👉 Ingat, aku hidup untuk Tuhan. Untuk kemuliaanNya.

Palangka Raya,  13 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 12, Yeremia 39

Yeremia 39:4 (TB)  Melihat mereka semuanya maka Zedekia, raja Yehuda, dengan semua tentara melarikan diri, meninggalkan kota itu pada waktu malam dengan mengambil jalan taman raja, dengan melalui pintu gerbang antara kedua tembok; kemudian mereka berjalan menuju Araba-Yordan.

Yeremia sudah menubuatkan apa yang terjadi dan meminta Zedekia menyerahkan diri kepada Nebukadnezar tapi Zedekia malah kabur. Well, manusiawi sih ya, secara, musuh datang, siapa sih yang gak kabur. Tapiiii.... Tuhan sudah kasih tahu lo melalui Yeremia apa yang akan terjadi, kok Zedekia gak mau nurut Tuhan sih.

Seringkali kita gak percaya sama Tuhan dan mengandalkan kekuatan sendiri sama seperti Zedekia. Kita dah tahu nih Tuhan maunya apa, Tuhan dah bilang maunya apa, tapi ya tetap aja ujung-ujungnya memilih melakukan maunya kita. Padahal dah dikasih tahu akibatnya apa.Ya ga papa sih, tapi tanggung sendiri akibatnya.

Jadi ingat kutipan seperti ini:
Ada dua macam orang, yang pertama berkata adalah orang yang berkata sama Tuhan, "Jadilah kehendakMu" dan orang kedua adalah orang yang kepadanya Uhan berkata, "Kalau begitu, jadilah kehendakmu".
Mau pilih yang mana Meg?

🙏Tuhan, aku mau melakukan kehendakMu, jadilah kehendakMu. Amin

Amsal 12:18 (TB)  Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.

Tikaman pedang akan melukai, menyakiti, bahkan meninggalkan bekas kalau ditusuk semakin dalam. Setiap hari aku dihadapkan pada kesempatan mau menggunakan mulutku untuk melukai atau memberi kesembuhan. Aku memilih memberikan kesembuhan.

Kemarin aku mengajukan cuti tahunan, ternyata gara-gara siang hari staf yang mengurus cutiku gak masuk, cutiku tertunda. Lah, aneh aja, dah tahu ada orang berurusan masa dia seenaknya gak masuk, surat cutiku di dia pula. Masa dia gak lihat kalau tanggalnya dah mepet. Aku ada keperluan makanya mengurus cuti. Aku sudah mau marah-marah dan komplain ke bosnya, tapi aku belajar menahan mulutku. Hari ini aku akan bertemu staf itu, dah berencana mau negur (baca:ngomel) tapi dah diingatkan duluan sama Tuhan pakai ayat ini. Lol. Aku mau menegur dengan kasih, bukan untuk melukai.

Kasongan,  12 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 11, Yeremia 38

Yeremia 38:15 (TB)  Jawab Yeremia kepada Zedekia: "Apabila aku memberitahukannya kepadamu, tentulah engkau akan membunuh aku, bukan? Dan apabila aku memberi nasihat kepadamu, engkau tidak juga akan mendengarkan aku!"

Buat apa meminta nasihat tapi gak berniat untuk mendengar?
Tapi Raja Zedekia melakukannya!
Peringatan buatku, saat aku meminta pendapat atau nasihat dari orang lain, lakukan jika hal tersebut benar.
Jangan mengeraskan hati!
Jangan keras kepala!
Siapa yang tahu kalau orang yang memberi nasihat tersebut mau menyampaikan suara Tuhan.
Perlu kerendahan hati untuk meminta dan menerima nasihat, apalagi kalau itu berupa teguran.

🙏 Tuhan, jangan biarkan aku mengabaikan nasihat yang aku dengar.  Amin.

Amsal 11:4 (TB)  Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

Hari kemurkaan, kapankah itu?
Tidak ada yang tahu. Tapi kalau hari ini adalah terakhir kita hidup, apakah yang akan kita lakukan? Pergi mencari harta sebanyak-banyaknya? Kupikir ngga, cuma orang gila yang melakukan ini. Kenapa harus menunggu kemurkaan untuk melakukan yang benar?

Baca ayat ini diingatkan untuk kembali mereview ulang apa yang jadi prioritas dalam hidupku. Apa yang jadi fokusku? Kalau tahun depan aku jadi pindah kantor maka kemungkinan aku akan mendapat gaji yang berbeda, naiklah dari sebelumnya, meskipun aku gak tahu nila persisnya. Aku sudah berpikiran ingin kredit rumah lagi, mulai tabungan saham, dll yang berkaitan dengan investasi. Gak salah sih. Tapi aku diingatkan bagaimana aku diberkati untuk menjadi berkat juga kan
👉 Apakah yang aku lakukan agar jadi berkat bagi orang lain?
👉 Jangan mikirin diri sendiri doang.
👉 Tanya Tuhan, apa yang ingin dia lakukan melalui aku sehingga Dia berkati aku demikian.

Kasongan,  11 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 10, Yeremia 37

Amsal 10:7 (TB)  Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.

Ada seorang teman yang share di fb kalau setiap bulan dia dan beberapa orang mengadakan acara untuk menolak melupakan Ahok, akan diundang beberapa orang menceritakan pengalamannya dan apa yang telah dilakukan Ahok. Setiap pulang dari acara biasanya dia share cerita baru tentang bagaimana Ahok memberkati banyak orang melalui kehidupan dan keputusan-keputusan yang diambilnya. Minggu ini dia mendapatkan cerita tentang seorang ibu berumur 70 tahun yang selalu hadir di setiap sidang Ahok. Pada hari keputusan sidang itu si ibu bertengkar dengan segerombolan orang karena membela Ahok, polisi memisahkan mereka dan ibu dibawa ke sebuah ruangan yang ada Ahok disana. Mengetahui cerita ibu itu, saat itu Ahok melarang ibu itu berteriak-teriak membelanya karena kasihan ibu itu nanti dituduh kafir padahal dia Muslim yang taat. Luat biasa ya, Ahok sedang sedih karena putusan hakim tapi masih memikirkan orang lain.

Banyak sekali cerita demikian tentang Ahok, terutama bagaimana dia lebih memperhatikan orang lain dibanding dirinya. Sungguh menjadi berkat.

Kita mungkin gak akan tahu apa yang akan diceritakan orang lain tentang kita saat kita tidak ada bersama mereka. Tapi, saat setiap hari kita melakukan sesuatu dengan benar dan dilandasi kasih pasti akan jadi berkat bagi orang lain.

🙏Tuhan, tolong aku. Berkaryalah di dalam aku dan melalui aku supaya bisa jadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Yeremia 37:2-3 (TB)  Tetapi baik ia, baik pegawai-pegawainya maupun rakyat negeri itu, tidak mendengarkan firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia.
Pada suatu kali raja Zedekia menyuruh Yukhal bin Selemya dan imam Zefanya bin Maaseya kepada Yeremia untuk meminta: "Berdoalah hendaknya untuk kami kepada TUHAN, Allah kita!"

Raja Zedekia meminta didoakan Yeremia tapi dia dan pegawai-pegawainya tidak mendengarkan firman yang disampaikan Tuhan lewat Yeremia. Doa adalah komunikasi dua arah, kita berbicara pada Tuhan dan Tuhan berbicara pada kita. Nah, apa jadinya kalau kita seperti Zedekia? Hanya mau berbicara pada Tuhan tapi gak mau mendengarkan Dia? Sayang sekali. Kita akan kehilangan kesempatan mendengarkan isi hati Tuhan, kita tidak akan merasakan sukacita saat kita memilih mendengarkan Dia dibanding dunia.

👉 Saat aku berdoa, apakah aku sibuk berbicara kepada Tuhan dan minta didengarkan atau aku juga mau mendengarkan Tuhan?

Kasongan, 10 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 9, Yeremia 36

Yeremia 36:23 (TB)  Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu.

Raja Yoyakim menolak firman Tuhan dengan membakarnya. Dia tidak sadar kalau dengan melakukan itu dia telah menolak Tuhan. Kurang ajar sekali Raja Yoyakim ini pikirku. Lalu, aku jadi berpikir, mungkin aku gak pernah membakar firman Tuhan tapi saat aku sudah menerima firman Tuhan lalu hidup seakan-akan aku gak tahu firmanNya, bukankah ini sama dengan menolak firmanNya?
Aku masih sering kuatir, masih sering gak percaya dengan firmanNya, masih bergumul dengan keinginan daging, terkadang kehilangan kesabaran, susah melepaskan pengampunan, dan masih banyak lagi.

👉 Gak melakukan firman Tuhan sama dengan menolak firmanNya.

Amsal 9:8 (TB)  Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,

Ternyata penting untuk mengenali orang yang akan kita beri nasihat,  apakah dia bodoh atau bijak. Jangan sekedar memberi nasihat tanpa mengenali lawan bicara kita. Kita perlu bersiap menghadapi respon yang gak kita harapkan. Dari Yeremia 36 tadi aku juga diingatkan kalau respon setiap orang berbeda, ada yang mau menerima nasihat, ada yang nggak. Bukan berarti lalu kita berhenti menyampaikan kebenaran tapi kita perlu juga menjaga sikap hati kita, supaya tidak terlalu kecewa saat direspon kurang baik.Atau terlalu bangga saat dia meresponi dengan baik.  Biarlah bagian kita adalah taat saat Tuhan suruh tegur seseorang, nah respon orang itu adalah urusannya dengan Tuhan.

Kasongan, 9 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 7, Yeremia 35

Amsal 7:24 (TB)  Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.

Sebagai orang tua, aku ingin ucapanku didengarkan oleh anakku. Tapi, aku belajar, anakku akan lebih cepat belajar dari MELIHATku.
Bagaimana anakku memiliki habits of obedience kalau aku tidak memberikan contoh baginya? Aku masih menunda-nunda kalau suamiku meminta mengerjakan sesuatu, aku membantah, aku sering menganggap caraku lebih benar.

Aku menyadari kalau aku mau mendidik anakku, aku juga harus mendidik diriku terlebih dahulu. Mendidik anak sama dengan mendidik diri sendiri, mendisiplin anak pun demikian.

👉 Aku perlu fokus membiasakan diriku melakukan yang benar, nantinya anak-anakku juga akan melakukan yang benar.

Yeremia 35:7 (TB)  janganlah kamu mendirikan rumah, janganlah kamu menabur benih; janganlah kamu membuat atau mempunyai kebun anggur, melainkan haruslah kamu diam di kemah-kemah selama hidupmu, supaya lama kamu hidup di tanah, di mana kamu tinggal sebagai orang asing!

Baca bagian ini awalnya aku berpikir kalau diterapkan di zaman sekarang supaya gak mendirikan rumah atau menabur benih, ah aneh aja, hehehe. Tapi baca kedua kalinya aku merasa mendapatkan 'pesan' supaya aku gak terikat dengan apa yang aku miliki di dunia ini, apapun itu, karena aku hanya sementara saja di sini. Kediamanku yang kekal adalah di sorga bersama Bapaku. Aku gak boleh terikat dengan dunia ini. Bukan berarti aku gak boleh memiliki harta, tapi aku harus ingat, pemilik sesungguhnya adalah Tuhan dan aku hanyalah pengelolaNya. Memiliki kesadaran seperti ini membuatku gak terlalu terikat tapi aku tetap harus bertanggung jawab, karena yang ada padaku adalah milikNya Tuhan.

Kasongan,  8 Desember 2017
-Mega Menulis-

Thursday, December 7, 2017

Amsal 8, Yeremia 34

Yeremia 34:17 (TB)  Sebab itu beginilah firman TUHAN: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi.

Tuhan menyuruh melakukan pembebasan budak Ibrani pada Zedekia Raja Yehuda dan rakyatnya, mereka melakukannya tapi lalu berbalik pikiran. Tuhan menjadi marah dan menyerahkan mereka kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan.

Aku belajar, saat Tuhan menyuruh kita melepaskan sesuatu dalam hidup kita, lepaskanlah. Ini demi kita sendiri. Terkadang kita berpikir, melepaskan berarti kehilangan. Padahal, kita mendapatkanNya dalam kehilangan kita. Kita mendapatkan lebih banyak saat kita bersedia melepaskan apa yang Tuhan ingin kita lepaskan.

Saat Tuhan meminta aku melepaskan sejumlah harta yang kelihatan, Dia ingin aku menyadari kalau berkat yang tak kelihatan dariNya lebih banyak dari yang kusadari.
Saat Tuhan ingin aku melepaskan nafsu makanku pada makanan tertentu, Dia ingin aku sadar bahwa aku hidup karena firmanNya.
Saat Dia ingin aku melepaskan pengampunan, itu karena Tuhan ingin aku mendapatkan kasih yang telah hilang,  Dia juga ingin aku sadar bahwa aku telah menerima pengampunan dariNya.
Saat aku kehilangan orang yang kukasihi, aku tahu aku gak pernah kehilangan Tuhan kasihNya selalu ada bagiku.
Saat aku melepaskan pekerjaan yang sebelumnya kumiliki, aku akan mendapat yang lebih baik dari Tuhan. Dia ingin tanganku kosong supaya Dia bisa menggantinya dengan yang lebih baik.

Aku mendapatkanNya dalam kehilangan-kehilanganku.

Amsal 8:33 (TB)  Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.

Tadi malam suamiku menegurku, "Jangan mau enaknya sendiri" gara-gara beberapa minggu ini aku mengabaikan beberapa pekerjaan rumahku dengan alasan kehamilanku. Awalnya aku gak terima karena memang aku hamil kok, tapi aku diam dan berpikir, ya... Akhir-akhir ini aku malas. Kemalasan bisa dilawan. Aku gak boleh seenaknya sendiri meskipun sedang hamil.

Suamiku bukan tipe orang yang akan menuruti segala keinginan istri walaupun sedang hamil. Kalau itu salah, jangan harap. Aku kadang jengkel, pengen kan yang dimanja gitu, hahaha. Tapi aku bersyukur karena dia yang begitu maka aku mau gak mau dididik melakukan yang benar. Bukan membenarkan diri sendiri. Terkadang ngeselin tapi aku tahu ini demi kebaikan.

Kasongan,  7 Desember 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, December 6, 2017

Amsal 6, Yeremia 33

Amsal 6:30 (TB)  Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?

Mencuri itu salah. Tapi pernah kan dengar, ga papa mencuri kalau buat makan? Padahal mencuri kan dosa. Aku paling jengkel orang yang berhutang buat mengikuti gaya hidup, tapi kalau buat makan aku masih bisa terima.
👉 Hari ni diingatkan lagi kalau dosa adalah dosa, gak peduli apapun alasannya.
Terkadang dah tau dosa masih tawar-menawar dengan dosa, ngasih alasan macam-macam dan beranggapan Tuhan pasti ngerti, ini terpaksa, dll. Padahal Tuhan mau kita menang dari dosa dan gak mudah menyerah.
👉 Jangan memuaskan nafsu! Belajar mengendalikan nafsu. Belajar mengendalikan diri.
Makan salah gak? Nggak. Tapi kalau yang pengen makan sesuatu tapi gak kesampaian lalu uring-uringan. Kalau pengen makan sesuatu yang adanya jauh banget, beda kota malahan, tapi harus tetap diturutin, situ waras Meg! Aku perlu belajar mengendalikan keinginan-keinginanku.

Yeremia 33

Pemulihan!
Tuhan merindukan pemulihan. Tuhan ingin memulihkan Yerusalem dan Yehuda.
Tuhan akan memulihkan.
Tuhan yang memulihkan.
Sepanjang Yeremia 33 aku melihat Tuhan yang aktif memulihkan. Tuhan yang memberikan kesembuhan.Tuhan  yang memberikan keamanan dan kesejahteraan kembali.
Bahkan Tuhan yang menyuruh umatNya berseru kepadaNya. Padahal logikanya kan umatNya yang harus lebih dulu berseru padaNya.

🙏 Oh Tuhan, aku mau berseru kepadaMu seumur hidupku. Mengharapkan kasih setia dan kebaikanMu selama-lamanya. Aku gak mau mengharapkan yang lain selain Engkau. Amin.

Kasongan,  6 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 5, Yeremia 32

Yeremia 32:40 (TB)  Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.

No rhema. Tapi membaca ayat ini aku jadi berdoa supaya Tuhan juga menaruh takut akan Dia ke dalam hatiku.

Amsal 5:12 (TB)  lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;

Aku kemarin gagal,  aku hampir mengomeli suamiku saat ditegur. Aku masih susah untuk langsung minta maaf saat ditegur dan menerima teguran dengan manis, memang sih aku gak langsung ngomel pake mulut, tapi hatiku ngomel.

🙏 Tuhan, tolong lembutkan hatiku supaya bisa menerima teguran dari suami dengan manis. Jangan biarkan hatiku dipenuhi omelan. Tolong aku ya Tuhan. Amin.

Kasongan,  5 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 4, Yeremia 31

Amsal 4:26 (BIMKPikirlah baik-baik sebelum berbuat, maka engkau akan berhasil dalam segala usahamu.

Berkas untuk kepindahanku ada yang salah, menyebalkan. Harus mengurus lagi ke provinsi dan pasti butuh waktu lama lagi. Padahal surat yang diperlukan sama, hanya tinggal mengganti tujuan surat. BKD sini gak mau mengeluarkan lagi karena harus melewati BKD provinsi. Seorang teman menyarankan untuk mengcopy surat yang sama tetapi berwarna dan mengganti tujuan surat dengan mengetik ulang lalu menempelnya.

Aku sekarang sedang galau, karena pasti perlu waktu mengurus ulang ke provinsi tapi aku takut melakukan seperti saran temanku itu.

🙏 Tuhan, tolong aku untuk melakukan yang benar sekalipun harus menunggu lama, berikanku kesabaran untuk tetap menanti. Amin.

Yeremia 31:30 (BIMKmelainkan siapa makan buah yang asam, dia sendirilah yang akan ngilu giginya. Setiap orang akan mati karena dosanya sendiri."

Setiap orang akan menanggung sendiri dosa-dosanya.
Dulu waktu sebelum sidi (baptis dewasa) aku pernah mendengar teman-teman katekisasi seangkatanku yang berkata kalau sebelum sidi maka dosa anak-anak akan ditanggung oleh orang tua. Memang aku tahu itu tidak benar tapi menyedihkan sekali karena banyak orang berpikiran seperti itu. Aku ingin anak-anakku memahami kebenaran sejak awal dan gak diombang-ambingkan pengajaran dunia. Tanggung jawabku dan suami untuk mengajarkan kebenaran sejak mereka kecil.

Kalau Sara berbuat kesalahan padahal sudah dilarang sebelumnya maka kami akan jelaskan kalaubitu adalah AKIBAT dia gak taat. Kami mengajar dia untuk meminta maaf. Terkadang setelah meminta maaf pun ada akibat yg harus ditanggungnya. Misal, kami melarangnya membuka keran air minum, dia gak taat lalu air membanjir dan jatuh. Setelah nangisnya mereda kami menyuruhnya minta maaf karena gak taat lalu kami menjelaskan karena dia gak taat makanya jatuh dan sakit. Kami ingin Sara tahu kalau dia dimaafkan tapi tetap ada akibat yang harus ditanggungnya. Mamaku bilang anak kecil mana ngerti, tapi ki percaya kalau Sara lambat laun pasti mengerti dan kami mau terus konsisten mengajarkan yang benar.

Kasongan,  4 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 3, Yeremia 30

Amsal 3:10 (TB)  maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Saat sebelum persembahan di gereja dibacakan ayat tentang memberi persembahan di ayat sebelumnya, disertai juga janji ini. Well, harus dengan jujur kadang orang memberi karena ingin diberi berlipat oleh Tuhan. Lah, kan tabur tuai, gak ada salahnya to? Ada orang yang berpikir, "Saya harus memberi supaya Tuhan memberi dan melipatgandakan apa yang saya beri". Lalu saat Tuhan belum segera memberkati berlimpah maka orang tersebut menjadi kecewa. Padahal kalau dipikir, kita bisa memberi hanya karena Tuhan sudah terlebih dahulu memberi.

Aku belajar kalau Tuhan memberikan ayat ini supaya kita belajar untuk gak kuatir saat memberi. Aku belajar memberi karena aku bersyukur Tuhan sudah terlebih dahulu memberi kepadaku. Aku memberi bukan sekedar memiutangi Tuhan tetapi karena gak ada di hidupku yang bukan pemberianNya. Tuhan sanggup melipatgandakan apa yang aku berikan dan aku percaya jika Dia telah melipatgandakan pemberianku dengan segala berkat yang kelihatan dan gak kelihatan.

🙏 Terima kasih Tuhan telah memberi banyak kepadaku sehingga aku bisa memberi. Amin.

Yeremia 30:2 (TB)  "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab.

Sebelum memulai ikut Bible Reading Group ini, aku malas menulis jurnal rhema,  well.... Dulu sih rajin menulis apa yang kudapat saat saat teduh, tapi dah lama nggak lagi. Ikut BRG ini mau gak mau harus mulai menulis rhema,awalnya berat.  Tapi akhir-akhir ini aku menyadari kalau menulis rhema ini membuatku belajar lebih banyak tentang kebenaran firman Tuhan dibanding cuma membaca doang. Saat menulis, ke depannya aku bisa melihat lagi apa yang Tuhan ajarkan sebelumnya. Aku juga jadi bisa mengevaluasi pertumbuhan rohaniku. Aku gak mau lagi ah malas menulis 💪💪

Kasongan,  3 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 2, Yeremia 29

Amsal 2:7 (TB) Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur...
Kita eh aku sering berucap:
Pertolongan Tuhan selalu tersedia.
Tuhan tidak pernah terlambat dan terlalu cepat dalam menolong.
Tuhan pasti tolong.
Dll.
Membaca ayat ini aku jadi merenung :
Sudahkah aku menjadi orang yang jujur?
Karena ayat ini jelas-jelas berkata kalau Tuhan memberikan pertolongan bagi orang yang jujur.

Seringkali kita mengingat dan menuntut janji-janji Tuhan, mengklaim firman yang berisi berkat tapi tanpa menginsyafi bahwa seharusnya firmanNya juga dapat mengubah hidup dan mengkoreksi hidup kita. Tuhan bukannya melakukan A kalau kita melakukan B, tapi aku mau melakukan firmanNya karena ingin menyenangkan Tuhan bukan hanya menginginkan berkat-berkatNya.

Yeremia 29:13-14 (TB)  apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, 
Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN

Entah kenapa aku merasa janji Tuhan ini sangat indah. Apalagi bagi mereka yang dibuang Tuhan ke negeri lain ya, bukankah ini penghiburan luar biasa bagi mereka? Saat Tuhan mendisiplin kita untuk mendidik kita mungkin perasaan tidak dikasihi lebih sering kita rasakan. Kita merasa Tuhan sudah tidak peduli lagi. Padahal, Tuhan masih ada,  Dia hanya sejauh doa. Maukah kita menemuiNya?

👉 Hari ini aku mau hapalin ayat ini.

Kasongan, 2 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 1, Yeremia 28

Yeremia 28:11 (TB)  Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.

Hananya mengucapkan nubuat palsu di hadapan Yeremia dan seluruh rakyat. Dia mengatakan hal yang berbeda dengan nubuat Yeremia, sebelumnya sudah memperingatkan akan adanya nubuatan palsu. Aku gak tahu apakah saat itu juga Yeremia langsung tahu kalau itu nubuatan palsu atau nggak, yang jelas respon Yeremia sangat baik. Yeremia berkata,"Amin. Semoga Tuhan berbuat demikian.... ", mempersilakan mereka melihat mana nubuat yang akan digenapi, lalu pergi dari sana.
Yeremia gak  berdebat.
Yeremia gak menunjuk Hananya dan berkata kalau dia pendusta.
Yeremia gak mengucapkan kutuk.
Yeremia hanya mengucapkan itu dan pergi.
Yeremia hanya kembali datang ke Hananya saat Tuhan memerintahkannya.
Yeremia hanya menyampaikan apa yang Tuhan katakan padanya.

Jadi perenunganku : Saat Tuhan ingin aku menyampaikan firmanNya dan orang gak terima, sanggupkah aku berespon sama seperti Yeremia?

Amsal 1:3 (TB)  untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,

Apakah membaca Amsal selama ini sudah membuatku menerima didikan yang menjadikanku lebih pandai, hidup dalam kebenaran, berlaku adil dan jujur?
Jika belum, aku harus mengkoreksi diri. Jangan-jangan selama ini aku hanya membaca Amsal dan gak menjadi pelaku. Hidupku gak akan berubah kalau aku hanya sekedar membaca tanpa mengubah sikapku dan menjadikannya kebiasaan.

Kasongan,  1 Desember 2017
-Mega Menulis-

Amsal 30, Yeremia 27

Yeremia 27:11 (TB)  Tetapi bangsa yang mau menaruh tengkuknya ke bawah kuk raja Babel dan yang takluk kepadanya, maka mereka akan Kubiarkan di atas tanahnya, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan mengolahnya dan diam di sana."

Aneh ya, kok Tuhan malah menyuruh Yermia dan bangsa-bangsa takluk kepada Raja Babel. Bahkan nantinya kalau gak salah Tuhan menyuruh agar mengusahakan kesejahteraan kota di mana mereka dibuang. Padahal di sana banyak orang yang gak menyembah Tuhan lho.

Kenapa ya Tuhan menyuruh seperti ini?
👉 Ada kalanya Tuhan menaruh kita dalam kondisi di mana kita berada di tempat yang gak kita inginkan, tempat yang gak kita sukai. Bayangkan, disuruh takluk kepada orang yang gak menyembah Tuhan. Tuhan ingin kita untuk tetap taat padaNya bahkan saat kita ingin memilih gak taat.
👉 Tuhan ingin kita percaya kepada Tuhan dan gak mengandalkan pengertian kita sendiri, karena kalau secara manusia kita pasti menolak dong disuruh tunduk ke orang yang gak kenal Tuhan. Tapiiii.... Ini Tuhan yang suruh lo, pasti Dia punya maksud. Jadi, kita harus belajar untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan.

Amsal 30:28 (TB)  cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.

Kita disuruh belajar dari cicak, lah apa yang bisa dipelajari ya dari cicak? Aku baca berulang ayat ini dan ini yang kudapat:
👉 Cicak pintar beradaptasi, di rumah siapapun kayaknya ada deh cicak ini. Bahkan di istana raja pun ada.
👉 Pernah coba nangkap cicak? Katanya sih bisa ditangkap dengan tangan, aku sih nggak pernah coba, jijik ih. Tapi aku tanya suami, katanya pernah (speechless), eh bener dong katanya gampang ditangkap asal si cicak gak lagi di langit-langit. Cicak jarang di lantai kan. Nah kalau pun dia di lantai, kata suami si cicak ini kalau ditangkap dan dia gesit, dia sudah duluan memutuskan ekornya dan kabur. Cicak pandai menempatkan dirinya.
👉 Di istana cicak ada,  menurut yang pernah kubaca konon dulu di istana si cicak dibiarkan hidup karena dia berguna menangkap nyamuk. Walaupun lemah dan gampang ditangkap, dia berguna makanya gak dimusnahkan.

Ternyata benar ya, kita dapat belajar dan mendapatkan hikmat dari siapapun atau apapun. Dari hewan seperti cicak pun kita dapat belajar banyak hal.

Kasongan, 30 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 29, Yeremia 26

Amsal 29:2 (TB)  Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat.

tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat.

Saat ini banyak sekali orang yang berkeluh kesah di sosial media dengan kepemimpinan gubernur baru di Jakarta. Di beberapa daerah lain di Kalimantan beberapa saudaraku juga mengeluhkan kepemimpinan kepala daerahnya.

👉 Saatnya aku juga datang kepada Tuhan membawa keluhanku dalam doa, supaya aku belajar melihat seperti Tuhan melihat. Dia punya rencana dan aku perlu melakukan bagianku, berdoa bagi tempatku ditempatkan. Mengucapkan berkat juga. Gak cuma mengeluh.

Yeremia 26:16 (TB)  Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: "Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita."

Setelah berulang kali Yeremia berbicara, barulah orang Yehuda menyadari kalau Yeremia berbicara demi nama Tuhan. Mereka baru taat setelah sekian kali Yeremia datang. Oke lah, syukur akhirnya mereka taat. Tapi aku bayangkan kalau aku sebagai orang tu minta Sara melakukan sesuatu dan dia gak langsung taat pasti aku sedih. Apalagi kalau pakai berkali-kali ngomong dan kasih hukuman baru ditaatin. Nah, kalau aku aja pengen anakku taat segera setelah diomongin, apalagi Tuhan. Ketaatan yang ditunda sama dengan ketidaktaatan.

👉 Aku mau berkata, "Ya Tuhan"  dan melakukan perkataanNya segera setelah aku mendengarNya, bukannya berkata "Nggak mau Tuhan"  atau "Nanti".

Kasongan,  29 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 28, Yeremia 25

Yeremia 25:7 (TB)  Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu untuk kemalanganmu sendiri.

Berkali-kali Tuhan berbicara dan memperingatkan Yehuda tetapi mereka tidak mendengarkan aku sehingga Tuhan sakit hati.

Jangan nyuekin Tuhan dan menyakiti hatiNya Meg!
Setiap kamu mengabaikan peringatan dan perkataanNya kamu sedang menimbulkan sakit hati Tuhan.
Setiap kamu mengabaikan kesempatan bertobat yang diberikan Tuhan, kamu sedang menganggap sepi kemurahanNya.
Setiap kamu tahu kebenaran dan memilih melakukan yang salah, kamu sedang menolak Tuhan.

🙏 Tuhan, aku mau taat. Tolong aku untuk taat meskipun sulit. Amin

Amsal 28:28 (TB)  Jika orang fasik mendapat kekuasaan, orang menyembunyikan diri, tetapi jika mereka binasa, bertambahlah jumlah orang benar.

Hari ini dapat wa tentang bahayanya gerakan tertentu yg sudah dimulai untuk memenangkan seseorang dalam pilpres 2019, ada konfirmasi bahwa itu tidak benar, tapi who knows? Maling mana ngaku. Kembali diingatkan juga kalau tahun depan adalah tahun politik di daerah kami, akan dipilih pemimpin daerah yang baru, berlanjut lagi 2019 akan ada pilpres. Benar-benar Tuhan sepertinya ingatkan untuk dari sekarang berdoa untuk orang-orang yang akan memimpin di negeri ini, supaya orang benar dan yang takut akan Dia yang memimpin.

🙏 Tuhan, tempatkanlah orang-orang yang berintegritas dan takut akan Engkau untuk pimpin negeri kami.Bangkitkanlah mereka yang punya hati untuk bangsa ini supaya maju dan jadi berkat di pemerintahan. Kasihani kami ya Tuhan. Jangan jadi kehendak kami, tapi terjadilah kehendakMu. Amin.

Kasongan,  28 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 27, Yeremia 24

Amsal 27:3 (TB)  Batu adalah berat dan pasir pun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.

Sudah berkurang sih sakit hatiku dengan kawan yang menarik pungli itu bahkan aku mulai melupakannya,  tapi hari ini aku jengkel lagi gara-gara ternyata temanku yang sama-sama mengurus rapelan membayarkan punyaku dan menagih. Niatnya baik sih supaya urusan kami lancar tapi karena aku belum ikhlas untuk membayar pungli itu, kesal lagi deh.

Yang lebih mengesalkan saat bercerita dengan temanku yang dulu sekantor sama si penarik pungli ternyata kelakuan orang itu merupakan kebiasaan sudah sejak zaman kapan. Padahal orang itu pegawai golongan II tapi berani melakukan itu, dan sampai sekarang gak ada yang menegur. Punya jabatan saja nggak tapi kelakuannya kayak gitu. Gimana bisa dipercayakan jabatan? Wong banyak orang tahu dia.

Orang ini bodoh. Lalu, buat apa aku terus-menerus sakit hati padanya? Dia terus-menerus berbuat bodoh,biarkan saja dia dengan kebodohannya. Aku gak perlu terus-menerus sakit hati, dia akan menuai yang ditaburnya.

Yeremia 24

No Rhema

Kasongan,  27 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 26, Yeremia 23

Amsal 26:23 (TB)  Seperti pecahan periuk bersalutkan perak, demikianlah bibir manis dengan hati jahat.

Gak boleh munafik!
Di mulut bermanis-manis tapi hatinya penuh dengan kejahatan. Lebih baik jujur dan apa adanya.

Aku teringat seorang kawan yang sudah pindah ke kantor lain, baru-baru ini seorang temanku yang juga berada di kantor yang sama menceritakan kelakuan teman sekantorku dulu, rupanya diabelum berubah. Bahkan dia berani menjelek-jelekkan rekan sekerjanya di hadapan pimpinan padahal di depan si rekan dia bersikap manis,demi apa? Demi keuntungan dirinya sendiri.

Orang yang munafik seringkali melakukan itu untuk menyembunyikan hatinya yang penuh kejahatan, jadi kalau aku mau hidup murni dan tulus, harus mulai cek hatiku. Apakah ada tujuan tersembunyi saat aku mulai mengatakan hal yang buruk tentang orang lain di hadapan bosku? Apakah benar untuk mengkoreksi pekerjaannya yang salah? Kenapa aku gak menyampaikannya langsung? Supaya aku terlihat lebih pandai? Supaya aku lebih dipercaya bos?

👉  Cek dan ricek hati. Dan jujur.

Yeremia 23:1 (TB)  "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" — demikianlah firman TUHAN.

Tuhan murka saat seorang gembala lalai akan tugasnya sehingga menyebabkan kambing domba gembalaanNya hilang dan terserak. Betapa Tuhan mengasihi setiap milikNya dan betapa besar kecewaNya saat gembala yang dipercayaiNya malah melakukan yang jahat.

Sebenarnya aku merasa bukan seorang gembala saat ini, tapi Tuham ingatkan ada jiwa yang dititipkanNya buatku, ada Sara yang sudah dipercayakan buatku. Aku harus menjaganya dengan penuh tanggung jawab dan membawanya mengenal Sang Gembala Agung. Kemarin membaca cerita bagaimana  anak seorang teman mengenal dan menerima Yesus secara pribadi dituntun mamanya,itu sangat indah. Aku juga rindu itu terjadi pada anak-anakku. Aku mau menjadi gembala yang bertanggung jawab dan mengasihi mereka yang dipercayakan padaku.

Kasongan,  26 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 25, Yeremia 22

Amsal 25:8 (TB)  jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan. Karena pada akhirnya apa yang engkau dapat lakukan, kalau sesamamu telah mempermalukan engkau?

Teringat oknum yang melakukan pungli kemarin dan memang aku sempat berpikir untuk melaporkannya ke saber pungli. Sejujurnya rasa kesalku sudah berkurang tapi aku masih pengen dia mendapat pelajaran, selain itu ada efek jera ke lingkungan sekitarnya. Memang di lingkungan situ terkenal kalau orang berurusan tapi gak ngasih duit gak bakal diurusin. Harus berpikir jernih supaya gak mengambil keputusan yang salah.

Di Palangka Raya sedang ramai kasus seorang kepala sekolah SMA dipidanakan karena aduan ortu murid yang gak terima ada pungutan untuk kegiatan ekskul,padahal kesepakatan dalam rapat ortu dan guru tapi tetap saja pungutan itu tidak ada dasar hukumnya. Akibatnya kepala sekolah dipenjara dan kegiatan ekskul terhenti. Parahnya nih, guru di sekolah itu gak bijaksana, karena dukungan mereka pada si kepala sekolah, begitu mereka tahu siapa yang melapor di polisi maka anak dari ortu tadi di sekolahnya malah dibully, gara-gara si guru membuat pengumuman di sekolah ortu siapa yang melapor. Ckckck.

🙏 Tuhan, berikan aku hikmat untuk melakukan yang benar. Jangan sampai aku melakukan hal bodoh untuk memuaskan nafsuku. Biarkan aku mempertimbangkan segala aspek dari keputusanku dengan bijak dan melakukan yang memuliakan Tuhan. Amin.

Yeremia 22:8-9 (TB)  Dan apabila banyak bangsa melewati kota ini, maka mereka akan berkata seorang kepada yang lain: Mengapakah TUHAN melakukan seperti itu kepada kota yang besar ini?
Orang akan menjawab: Oleh karena mereka telah melupakan perjanjian TUHAN, Allah mereka, dan telah sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya."

Terkadang Tuhan izinkan hal buruk atau hukuman menimpa seseorang untuk SARANA Tuhan mendidik orang lain, semacam efek jera gitu. Tuhan mau apa yang terjadi menjadi pembelajaran bagi orang lain, supaya kita tahu apa akibatnya jika menentang Tuhan, jadi kita belajar untuk taat dengan sungguh pada Tuhan. Pengalaman adalah guru yang baik tapi alangkah baiknya kalau kita belajar dari pengalaman orang lain, gak dari pengalaman sendiri.

Kasongan,  25 November 2017
-Mega Menulis-

Friday, November 24, 2017

Amsal 24, Yeremia 21

Amsal 24:17 (TB)  Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,

Aku sedang marah banget dengan seseorang yang bertugas menginput rapelan gajiku. Lama sekali gak dikerjakannya.Sudah berbulan-bulan dari berkas dimasukkan. Kata temanku kalau gak dikasih uang emang gitu orangnya.  Aku sedang galau, nilainya memang gak seberapa tapi aku gak suka dengan praktek pungli seperti ini. Aku dan beberapa teman memang bersamaan mengajukan rapelan dan teman-temanku yang lain sudah bersedia mengumpulkan uang. Aku beneran gak mau. Aku dah ngomel-ngomel' dalam hati seharian ini. Kalau sampai aku ngasih pun, aku dah yakin uang ini gak akan jadi berkat, aku berharap orang itu tertimpa musibah apa gitu, supaya kapok. Aku mengharapkan yang terburuk menimpanya. Bahkan aku berniat melaporkan ke saber pungli supaya dia kapok, dipecat sekalian pun syukurin. Karena bukan sekali dua kali dia melakukan ini, sudah banyak yang kena.

🙏 Tuhan,  Engkau tahu hatiku sekarang dipenuhi amarah. Tolong aku ya Tuhan, berikan aku hati yang penuh damai sejahtera. Mampukan aku melakukan yang benar. Amin.

Yeremia 21:12 (TB)  "Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!

Saat aku mengharapkan hukuman terburuk bagi yang berbuat jahat, Tuhan menjatuhkan hukuman yang adil. Tiap aku dijahatin orang, aku harus ingat kalau Tuhan itu adil.

Kasongan,  24 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 23, Yeremia 20

Amsal 23:25 (TB)  Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Baru-baru ini mendengarkan curhatan seorang teman yang bermasalah dengan suaminya bahkan ingin pergi dari rumah karena merasa suaminya lebih memperhatikan mertuanya. Aku bilang sama temanku untuk gak melakukan itu dan bersabar, sebagai anak pastilah suaminya ingin menyenangkan orang tuanya selagi masih ada kesempatan. Lebih baik berbicara mengenai apa yang dia rasakan ke suami daripada langsung pergi.

Aku cerita ke suamiku dan berdiskusi bersama bagaimana kalau suatu hari itu terjadi pada kami. Dan pada prinsipnya kami yakin kalau seorang anak pasti ingin menyenangkan orang tuanya tapi mungkin perlu lebih mengkomunikasikan ke pasangan dengan baik segala tindakan supaya pasangan gak merasa terabaikan.

👉 Aku gak boleh lupa kalau orang tua suami adalah orang tuaku juga jadi aku harus belajar menyenangkan mereka seperti menyenangkan orang tuaku.
👉 Jujur dengan suami apa yang aku rasakan supaya gak memendam perasaan dan meledak suatu saat.

Yeremia 20:13 (TB) Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Hari ini Tuhan ingatkan untuk menyanyi bagi Tuhan. Memuji Tuhan untuk segala yang diperbuatNya dalam hidupku. Bersyukur betapa banyak berkat yang Dia berikan.

👉 Bersyukur sampai sekarang kehamilanku gak bermasalah. Yes I know miom masih ada, tapi dibanding kehamilan Sara semalam, aku merasakan yang ini smooth banget. Gak ada mual muntah, gak ada kontraksi, gak ada rasa sakit. Tuhan sungguh jagai aku dan bayiku.
👉 Bersyukur karena hubungan dengan mertua sangat baik sampai saat ini. Gak terbayangkan kalau konflik dengan mertua, kasihan suami.
👉 Bersyukur karena kemarin masih bisa ngobrol dengan mamah di telepon dan tahu kalau mamah sehat. Terima kasih Tuhan karena masih memberi kesehatan buat mamah.
👉 Bersyukur tadi malam hujan sepanjang malam sampai pagi. I love the rain 😘
👉 Bersyukur karena bulan ini ada diskon di Foodmart, bisa beli popok dan susu dengan murah. Tuhan sungguh tahu keperluanku.
👉 Bersyukur karena Tuhan berikan cuaca yang cerah pagi ini jadi aku gak perlu berangkat ke kantor kehujanan. Tuhan tahu kami belum punya mobil 😉
👉 Bersyukur buat pekerjaanku saat ini. Tuhan berikan lingkungan pekerjaan yang nyaman,  teman-teman yang membantu pekerjaan jadi aku gak terlalu capek.
👉 Bersyukur melihat perkembangan dan pertumbuhan Sara yang sehat dan aktif. Sara memang sedang susah makan tapi itu karena banyak giginya yang tumbuh.
👉 Bersyukur untuk suami yang setia. Biarpun omongannya kadang gak enak, tapi itu karena dia jujur. Bersyukur karena dia gak pernah kehilangan kesabaran menghadapi istrinya yang kadang keras kepala ini.
👉 Bersyukur karena merasakan Tuhan dekat dan Dia sungguh perhatikanku.

Kasongan,  23 November 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, November 22, 2017

Amsal 22, Yeremia 19

Amsal 22:13 (TB)  Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan."

Alasan yang konyol dari orang malas.  Ya, orang malas selalu punya alasan yang gak masuk akal. Aku ingat beberapa teman yang suka memberikan alasan gak masuk akal karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dan aku paling kesal karena ini menghambat pekerjaanku yang sering berhubungan dengan mereka.

Aku harus mengerti mana alasan yang masuk akal dan mana yang tidak. Belajar  mengendalikan diri saat berhadapan dengan orang-orang seperti ini aku harus belajar mengendalikan diri. Ada saatnya untuk marah, ada saatnya untuk menahan amarah. 

🙏 Tuhan,  tolong aku mengendalikan diri dan gak dikuasai amarah saat berhadapan dengan orang malas yang suka mencari alasan. Amin.

Yeremia 19:15 (BIMK)  bahwa TUHAN Yang Mahakuasa, Allah Israel, berkata begini, "Karena kamu keras kepala dan tak mau mendengarkan, maka Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas semua desa di sekitarnya segala bencana yang telah Kurencanakan."

Keras kepala dan tak mau mendengarkan 👉 Aku banget.
Seringkali kalau dikasih tahu suami, aku gak langsung nerima, harus pake acara gak terima dan ngeyel dulu. Bukannya melembutkan hati saat terima teguran tapi malah mengeraskan hati. Ini masalah.

👉 SELALU terima teguran dengan sikap hati yang benar, jangan langsung defense dan mencari alasan.

Kasongan, 22 November 2017
-Mega Menulis-

Tuesday, November 21, 2017

Amsal 21, Yeremia 18

Amsal 21:19 (TB)  Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Aku ngeri kalau suamiku berpikir seperti itu T-T Kemarin aku melakukan kesalahan ke suamiku, aku gak tahu sampai suamiku bilang. Aku kaget, masalahnya sepele banget. Dan aku malahan marah karena suamiku mempermasalahkan hal kecil seperti itu. Benar-benar tidak tahu diri! Sudah berbuat salah malah marah 😥  Suamiku menegur dan aku minta maaf tapi gak sungguh-sungguh.

Sepanjang malam aku menyesal, apalagi saat membaca ayat ini. Seharusnya aku gak menganggap enteng perasaan suamiku dan menganggap seharusnya dia gak perlu marah. Seharusnya aku bersungguh-sungguh mencoba mengerti perasaan suamiku. Tentu gak menyenangkan sekali apa yang aku lakukan, sudah berbuat  salah malahan gak minta maaf malah marah.

👉 Hari ini aku mau minta maaf lagi dengan sungguh-sungguh dan berbicara dengan suamiku, mencoba mengerti kenapa suamiku marah.

Yeremia 18:23 (TB)  Tetapi Engkau, ya TUHAN, Engkau mengetahui segala rancangan mereka untuk membunuh aku. Janganlah ampuni kesalahan mereka, dan janganlah hapuskan dosa mereka dari hadapan-Mu, tetapi biarlah mereka tersandung di hadapan mata-Mu; bertindaklah pada hari murka-Mu terhadap mereka!

Awalnya aku berpikir kalau harusnya Yeremia mengampuni orang Israel  yang berencana jahat padanya tapi Yeremia malah mengucapkan doa ini.

Kenapa Yeremia berdoa seperti ini?
👉 Yeremia jujur, dia mengucapkan apa yang sesungguhnya ada di hatinya. Dia tidak sekedar mengucapkan apa yang ingin didengarkan orang lain atau Tuhan tapi dengan berpura-pura. Yeremia tahu tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Dia memilih untuk jujur di hadapan Tuhannya.
Bagaimana denganku? Apakah aku mau jujur dengan Tuhan? Tanpa peduli apa anggapan orang?
👉  Yeremia tahu isi hatiNya Tuhan
Entah kenapa aku berpikir seperti ini. Tapi kupikir karena Yeremia mengenal Tuhan makanya dia berdoa seperti ini.

Kasongan, 21 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 20, Yerusalem 17

Amsal 20:29 (TB)  Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

Bersyukur buat kekuatan yang masih Tuhan berikan untuk beraktivitas melakukan banyak hal, bagaimana caranya bersyukur? Berusaha maksimal mengerjakan yang aku bisa dengan kekuatan yang Tuhan anugerahkan. Gak beralasan malas lagi karena akan ada waktunya aku ingin mengerjakan tapi gak punya kekuatan lagi.

🙏 Tuhan, tolong aku menggunakan anugerah kekuatan dari Tuhan dengan bekerja dan berkarya semaksimal mungkin. Jangan biarkan aku menyia-nyiakannya. Amin.

Yeremia 17:10 (TB)  Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Tuhan tahu motivasi terdalamku, Dia yang paling tahu hati dan batinku yang terdalam. Saat ini aku diingatkan bahwa segala sesuatu yang aku perbuat, Tuhan lihat hatiku.

Saat aku bersikap manis ke suamiku, apakah untuk menyenangkan dia atau supaya dia mengikuti keinginanku, apakah aku mencoba memanipulasinya.
Saat aku menolong orang lain, apakah karena aku berbelas kasihan atau supaya dianggap orang lain sebagai orang yang baik.
Saat aku berbagi tulisanku di blog apakah aku ingin Tuhan yang dimuliakan atau aku ingin mendapat pujian.

Melampaui apa yang kuperbuat dan terlihat,Tuhan ingin motivasiku benar di hadapanNya.

🙏 Tuhan, selidikilah hatiku, ujilah batinku. Supaya aku kedapatan benar di hadapanMu. Amin.

Kasongan, 20 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 19, Yeremia 16

Yeremia 16:5 (TB)  Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Gak terbayangkan kalau hidup tanpa :
- damai sejahtera dari Tuhan
- kasih setia Tuhan
- belas kasihan Tuhan
Bersyukur sampai hari ini masih merasakan ketiganya dalam hidupku, bahkan hidupku ini adalah pemberian Tuhan. Gak ada yang aku punya yang bukan pemberianNya. Seringkali kalau fokusnya apa yang gak kumiliki jatuh-jatuhnya jadi selfpity dan gak bersyukur. Padahal betapa banyak berkat yang Tuhan sudah berikan.

👉 Aku mau terus bersyukur dan hitung berkatNya dalam hidupku. Tuhan cukup bagiku.

Amsal 19:17 (TB)  Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Siapa orang yang lemah di sekitar kita?
Dulu aku hanya berpikir tentang orang yang lemah secara ekonomi, tapi ternyata orang yang lemah juga mereka yang sedang sakit, yang baru ditinggal selamanya oleh orang terkasihnya, yang lemah dalam hal karakter.

Aku diingatkan beberapa orang yang menjadi lemah karena dikhianati. Mereka menjadi gampang terluka dan gak punya kepercayaan diri. Awalnya, aku bersimpati dengan mereka yang demikian tapi lama kelamaan aku berpikir mereka terlalu lemah. Pas baca ayat ini, aku diingatkan untuk berbelas kasihan pada mereka dan mulai berempati.

👉 Aku berdoa buat beberapa orang yang Tuhan taruh di hatiku, supaya Tuhan yang menjadi kekuatan mereka. Supaya dalam kelemahan mereka, mereka boleh merasakan kuasa Tuhan sempurna atas hidup mereka.

Kasongan,  19 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 18, Yeremia 15

Amsal 18:15 (TB)  Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

... telinga orang bijak menuntut pengetahuan.
Setiap hari, apakah aku sudah mengarahkan telingaku untuk mendapatkan pengetahuan, mendengarkan hal yang baik dan membangun, yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan?
Terkadang, aku mendengarkan gosip dan hal yang gak menyenangkan di tempatku bekerja. Dulu aku punya bos yang omongannya negatif melulu, suka ngomongin orang, mengeluh terus-menerus. Bikin bete banget. Akhirnya, karena aku malas mendengarkan dia, aku membawa headset setiap hari dan memilih memakainya untuk mendengarkan lagu sambil bekerja. Kupikir dengan begitu si bos jadi malas mengajakku ngobrol kalau bukan masalah pekerjaan, benar dong, aku aman.

Kalau aku gak mau mendengarkan suara-suara yang gak baik, aku harus ganti fokusku dan mengarahkan telingaku pada hal yang ingin aku dengar. Kalau aku ingin dengar hal yang bijak, kalau aku mau dengar suara TUHAN, maka fokusku harus pada Tuhan, bukan pada dunia.

🙏 Tuhan, aku mau mendengar suaraMu dan hal-hal yang membangun. Tolong aku untuk gak salah fokus. Aku mau mendengarkan Engkau ya Tuhan. Amin.

Yeremia 15:6 (TB)  Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.

Israel menolak Tuhan dan meninggalkan Tuhan dengan berbuat dosa dan mendukakan Tuhan. Dan akibatnya Tuhan memberikan hukuman bagi Israel.
Saat aku gak melakukan firman Tuhan berarti aku sedang menolak Tuhan. Stop menentang Tuhan Meg. Taati firmanNya!

Kasongan, 18 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 17, Yeremia 14

Amsal 17:19 (TB)  Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.

Amsal 17:19 (BIMK)  Orang yang suka pada dosa, suka bertengkar. Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

"... siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran. "
Memewahkan pintu?
Buat apa?!!!
Buat yang pernah membangun rumah atau membeli rumah tentunya tahu kalau 'memewahkan pintu'  gak pernah jadi fokus. Tentunya yang kita inginkan adalah rumah yang kokoh dan nyaman untuk ditinggali. Pintu memang penting, apalagi pintu masuk rumah. Setiap orang yang melewati rumah kita akan MELIHAT PINTU KITA, nah orang yang pintunya mewah adalah orang yang suka pamer.
Ini sejalan dengan saat aku baca versi BIMK ternyata dikatakan:
Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

Oooo.... Jadi Tuhan ingin supaya kita gak memamerkan/melebih-lebihkan apa yang kita miliki. Itu hanya akan membawa kita kepada kehancuran.
Ah nggak kok, aku gak pernah memewahkan pintuku atau melebih-lebihkan kemampuanku. Yok, kita cek!
Saat kita mendengar sharing seseorang tentang anaknya yang belum bisa melakukan ini itu, perlukah kita berkata, "Ah, anakku sudah bisa kok berjalan lancar pada umur sekian".
Saat seseorang gagal dalam pekerjaannya, apakah perlu kita berkomentar, "Gitu aja gak bisa, aku bisa handle pekerjaan lebih banyak dari yang dia lakukan dan beres kok dalam seminggu" (I did it)
Mungkin kita gak menyombongkan harta, tetapi mari kita cek dan ricek apakah kita suka menyombongkan kemampuan kita. Kalau iya, yok kita stop!

Yeremia 14:14 (BIMK)  Tapi TUHAN menjawab, "Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.

Mengetahui apa yang dilakukan para nabi palsu membuat geleng-geleng, kok bisa yan mereka 'berinisiatif' melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh bahkan menjual nama Tuhan. Mereka berdusta memakai nama Tuhan. Pernahkah kita melakukannya? Well, mungkin gak bernubuat palsu, tapi saat kita melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh, kita sedang mendukakan Tuhan loooo....

👉 Aku mau belajar bertanya dulu sama Tuhan sebelum melakukan sesuatu.

Kasongan, 17 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 16, Yeremia 13

Amsal 16:18 (TB)  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Aku teringat tadi pagi aku cerita mengenai kerjaan di kantor ke suami, aku kesal dengan beberapa orang yang kerjanya lambat sehingga menghambat pekerjaan orang lain. Okelah, aku kesal dan curhat ke suami. Tapi ujung-ujungnya aku ngomong gini ke suami, "Apaan sih orang ini, ngerjain kayak gitu aja lama banget. Dulu aku pernah mengerjakan sama dengan yang dia kerjakan. Bukan hanya 3 atau 4 kali setahun, tapi sepanjang tahun tiap bulannya 3-4 kali mengerjakan itu, gak pernah tuh lambat laporannya. Emang dia aja yang gak bisa kerja. "
AKU SOMBONG.
Ngapain coba aku ngomong gitu? Apa gunanya? Menegaskan betapa lambatnya kawanku bekerja dan betapa cepatnya kerjaku?
Duh. Kalau dipikir-pikir sekarang betapa bodohnya aku.
Seharusnya, daripada aku mengomel kerjaan temanku dan menyombongkan diri sendiri, kenapa aku gak membantu temanku atau mengajarinya? 😢

Yeremia 13:15-16 (TB)  Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman.
Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

Jadi ingat Amsal yang aku baca tadi, aku kembali diingatkan masalah TINGGI HATI/KESOMBONGAN.
Aku gak layak untuk menyombongkan apapun karena yang terjadi dalam hidupku, ada peran Tuhan di dalamnya. Kemauan dan kemampuan mengerjakannya pun adalah karena Tuhan. Seharusnya aku memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.
Saat aku sombong berarti aku mulai melupakan Tuhan, aku hanya fokus ke diri sendiri. Saat aku menyadari aku mampu atau merasa memiliki lebih, itu adalah kesempatan bagiku untuk memuliakan Tuhan.

Bagaimana aku memuliakan Tuhan saat aku menyadari kemampuanku?
👉 memuji Tuhan atas karyaNya melaluiku dan di dalamku
👉 membantu mereka yang memerlukan bantuan dengan tulus sehingga Tuhan dimuliakan.

Kasongan,  16 November 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, November 15, 2017

Amsal 15, Yeremia 12

Yeremia 12:2 (TB)  Engkau membuat mereka tumbuh, dan mereka pun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka.

Sekilas nampaknya Tuhan sama-sama memberkati orang fasik dan orang benar. Malahan dari luar kelihatannya hidupnya baik-baik saja bahkan lebih menyenangkan dibandingkan orang benar. Aku iri. Aku ingat matahari terbit bagi orang baik dan jahat, kenapa gitu Tuhan? Kenapa gak khusus di rumah orang jahat ada hujan badai gitu. Kenapa gak ada bedanya hidup orang baik dan jahat.

Hari ini dapat ayat ini dan Tuhan bukakan bedanya. Bagi orang fasik atau orang jahat, Tuhan hanya ada di mulut mereka, bukan di hati mereka. Mereka menyembah Tuhan yang jauh, bukan Tuhan yang dekat. Yang membedakan orang yang fasik dan yang nggak adalah kehadiran Tuhan di dalam hati dan hidup mereka. Berkat yang gak kelihatan ini lebih berarti dibandingkan berkat yang terlihat.

Sama-sama memperoleh berkat, tapi hati yang melimpah dengan syukur gak dimiliki semua orang. Semua orang punya masalah, tapi ada orang yang saat dalam masalah malah menguatkan kepercayaan dan pengharapannya pada Tuhan. Saat mengalami kekecewaan, orang yang hatinya dekat pada Tuhan akan semakin mendekat, sementara yang hatinya jauh dari Tuhan akan semakin menjauh.

👉  Kehadiran Kristus di dalam hati seseorang dilihat dari bagaimana dia berespon atas segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Bukan dari berkat yang terlihat.

Amsal 15:3 (TB)  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Bagi orang jahat, pengawasan Tuhan membuatnya merasa terganggu dan merasa tidak bebas melakukan segala sesuatu tapi bagi orang baik pengawasan Tuhan atas hidupnya membuatnya tenang. Karena bagi orang baik, pengawasan Tuhan berarti perlindungan baginya. Kesadaran seseorang atas pengawasan Tuhan dalam hidupnya membuatnya menjauh dari dosa, baik bagi orang baik dan jahat. Tapi orang jahat melakukannya karena takut sedangkan orang baik melakukannya dalam hormatnya atas kekudusan Tuhan. 

Sebenarnya, aku pernah dalam posisi ingin melakukan hal jahat, lalu saat aku sadar Tuhan mengawasi, aku jadi kesal. Apalagi saat aku merasa Tuhan tegur. Hahahaha. Memang sih gak jadi berbuat dosa. Dan aku kesal, kok Tuhan segitunya sih perhatikan hidupku. Tapi di lain waktu, aku bersyukur karena Tuhan perhatikan hidupku, beberapa kali aku terhindar dari bahaya. Kalau sudah begini, aku gak tahu aku orang baik atau jahat hahaha. Tapi yang aku syukuri, saat aku baik maupun jahat, Tuhan mengawasiku. Aku harus merubah responku. Seharusnya aku bersyukur karena pengawasanNya menjagaku hidup dalam kekudusan.

Kasongan,  15 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 14, Yeremia 11

Amsal 14:15 (TB)  Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Baru-baru ini aku kecewa karena dibohongi oleh seseorang, aku percaya padanya tapi ternyata dibohongi. Aku kira awalnya gak masalah. Aku kira aku sudah mengampuni dia. Sampai aku bercerita ke suamiku bahwa ada hal buruk menimpa keluarga orang tersebut dan aku senang. Aku ditegur suamiku dan dia berkata, ternyata aku masih sakit hati dengan orang itu sampai-sampai aku senang dengan hal tersebut. Lagipula, kata suamiku kenapa aku terlalu mempercayai orang itu.

Pelajaran lagi buatku:
1. Aku harus belajar mengampuni.  Setiap orang bisa mengecewakan orang lain.  Aku harus bersedia mengampuni karena kalau gak aku akan hidup dengan sakit hati selamanya.
2. Aku gak boleh terlalu mempercayai orang. Harus bijak melihat karakter seseorang. Ada orang yang dapat dipercaya dan ada yang tidak.

Yeremia 11:8 (TB)  Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya."

Respon orang Israel saat ditegur Tuhan:
👉 tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikan
👉 mengikuti kedegilan hatinya yang jahat
Selama ini, saat Tuhan menegur, bagaimana respon kita? Apakah kita sama dengan orang Israel? Jangan sampai kita seperti orang Israel. Jangan mengikuti kata hati, tapi ikuti apa kata Tuhan. Dengarkan dan perhatikan perkataan Tuhan.

Kasongan, 14 November 2017
-Mega Menulis-

Monday, November 13, 2017

Amsal 13, Yeremia 10

Amsal 13:20 (TB)  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Aku pernah dengar kalimat ini : Tunjukkan 5 orang teman dekatmu dan aku akan menunjukkan akan jadi apa kamu 5 tahun nanti.
Pergaulan kita akan mempengaruhi hidup kita. Aku sangat bersyukur dengan pergaulanku yang terbatas semenjak menikah dan jadi emak-emak ini aku berada dalam komunitas yang menjaga dan menolongku bertumbuh. Walaupun hanya berupa wa grup, termasuk Bible Reading Group ini tapi aku merasakan bahwa Tuhan menolongku dan sedikit demi sedikit mengubahku. Sangat termotivasi dengan teman-teman yang di BRG ini,belajar banyak hal, berjuang dalam beberapa hal bersama, diingatkan banyak hal, dibersihkan dari beberapa dosa,  dan banyak lagi. Sungguh-sungguh diperkaya.

Seorang teman baru saja berkata betapa diberkatinya aku berada di grup seperti ini. Yes,  I am. Terima kasih ya buat teman-teman di sini, yang bersedia sharing dan caring each other. Semoga kita kedapatan setia sampai akhir.

Yeremia 10:23 (TB)  Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Hidupku adalah milik Tuhan,  Dia lah yang berkuasa atas hidupku . Aku boleh punya plan A, plan B sampai plan Z tapi kalau beda dengan planNya Tuhan, aku gak bisa apa-apa. Tapi anehnya ya manusia ni, dah tahu kalau dia gak berkuasa menentukan jalannya eh suka memaksa Tuhan dong.

Penting buatku menyelaraskan kehendakku dengan kehendakNya Tuhan. Aku perlu belajar untuk terus bertanya sama Tuhan ke mana Dia ingin aku pergi atau apa yang Dia ingin aku lakukan, lalu aku taat. Sungguh-sungguh bertindak sesuai dengan perkataan, saat aku berkata "Jadilah kehendakMu ya Tuhan",  berarti aku harus melakukan kehendakNya, bukan yang sebaliknya. Belajar menghormati Tuhan dengan ketaatanku.

👉 Dia yang menetapkan langkahku dan aku mau berjalan di dalam ketaatan padaNya.

Kasongan,  13 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 12, Yeremia 9

Yeremia 9:6 (TB)  Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

Israel enggan mengenal Tuhan sehingga hidup mereka terus-menerus dalam kebohongan dan kebodohannya. Mengerikan sekali akibatnya kalau kita gak memiliki pengenalan akan Tuhan:
👉 Kita jadi gak tahu aturan dan terus-menerus jatuh dalam dosa
👉 Hidup menipu Tuhan dan orang lain
👉 Jadi gak punya hati yang peka dengan teguran.

🙏Tuhan Yesus, aku ingin mengenalMu dengan sungguh supaya bisa menyembahMu dalam roh dan kebenaran. Tolong aku setiap hari ya Tuhan. Amin.

Amsal 12:22 (TB)  Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.

Jadi ingat orang Israel di Yeremia yang kubaca, yang hidupnya penuh dengan tipu. Diingatkan lagi kalau aku harus hidup dalam kebenaran, no tipu-tipu sama Tuhan dan orang lain. Apa yang diucapkan harus ada keseuaian dengan yang diyakini, dipikirkan dan dilakukan. Jangan sampe mulut ngomong Tuhan, Tuhan tapi gak ada integritas, kerjaaan nipu-nipu. Tuhan ingin kita jadi orang yang setia padaNya dalam segala hal, dalam segala aspek hidup kita. Kata, pikiran, keyakinan dan perbuatan kita harus sejalan.

Kasongan,  12 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 11,Yeremia 8

Amsal 11:26 (TB)  Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
Amsal 11:26 (BIMK)  Siapa menimbun akan dikutuk orang, tetapi orang yang menjualnya mendapat pujian.

Apakah alasan seseorang menimbun barang? TAKUT.
Di tempat kami, beberapa waktu yang lalu, kami kesulitan mendapatkan premium. Kalau pun ada, harganya mahal. Penyebabnya, isu kenaikan premium. Banyak orang yang menimbun karena takut harga akan naik. Konyol sih, toh berapa banyak sih yang bisa disimpan. Sampai kapan? Kalau pun harus naik, ya naik aja kali. Segitunya ya.
Cuma namanya juga takut, kadang gak masuk akal. Aku bisa menertawakan karena aku gak mengalami ketakutan yang sama.

Tapiiiii....  Sejujurnya, setiap kita memiliki  ketakutan masing-masing, sadar gak sadar. Ada yang menimbun harta dan takut memberi karena kekurangan.

Menimbun karena takut? No. Anak Tuhan gak perlu takut habis, atau takut kekurangan, atau takut pada hari depan. Tuhan kita akan memenuhi segala keperluan kita asalkan kita hidup benar dan bijaksana. Gak perlu takut berlebihan dan melakukan hal konyol seperti menimbun. Jangan kuatir akan hari esok. Percayalah pada Tuhan sepenuhnya Meg!

Yeremia 8:21 (BIMK)  Hatiku remuk karena bangsaku sakit parah; aku berkabung dan gelisah.

Hati Yeremia remuk karena dosa yang terus-menerus dilakukan Israel,Israel terus mengulangi kesalahannya dan mendukakan Tuhan. Luar biasa sedihnya Yeremia sehingga terus berkabung dan gelisah. Pantas saja Tuhan memilih Yeremia menyambung lidahNya bagi Israel, rupanya hati Yeremia lembut dan dia juga mengasihi Israel.

Jadi membandingkan dengan diri sendiri,  boro-boro remuk hati melihat dosa yang diperbuat orang lain, yang ada sih seringnya cuek kalau gak malah membicarakannya #sigh.

🙏 Aku teringat beberapa pelayan Tuhan di gereja kami yang jatuh ke dalam dosa. Waktu mendengarkan kejatuhan mereka,  aku hanya heran kenapa mereka bisa jatuh seperti itu tapi gak mendoakan mereka. Hari ini aku khusus berdoa buat mereka.

Kasongan,  11 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 10, Yeremia 7

Yeremia 7:25-26 (TB)  Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

Tuhan memberikan peringatan dan teguran kepada  orang Israel terus-menerus tetapi mereka gak mau mendengarkan Tuhan. PADAHAL Tuhan terus berbicara melalui nabi-nabiNya.
👉 DENGARKAN TEGURAN MEG!
Siapapun yang Tuhan pakai untuk menegur,  DENGARKAN!
Jangan menegarkan tengkuk!
Jangan keras kepala!

Seringkali aku mikir, "Ah, kamu aja masih kayak gitu sok negur aku".  Aku sombong dan ngerasa lebih baik jadi susah ditegur.
Seringkali aku menolak teguran karena siapa yang menegur, padahal yang terpenting adalah isi tegurannya.

Amsal 10:3 (TB)  TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Hari ini Sara dapat berkat berupa boneka dari seorang temanku, gak nanggung-nanggung langsung 5 buah boneka. What a blessing! 😊 Bersyukur banget rasanya, karena aku memang tahu dia suka boneka tapi keuangan kami belum memadai untuk membelikannya boneka lagi. Eh, tahu-tahu Tuhan kasih berlimpah buat Sara.

Baca ayat ini aku langsung bilang,"Amin".  Teringat siang tadi berkat Tuhan buat Sara, aku langsung mengamini ayat ini.Kalau yang hanya sekedar boneka yang bukan kebutuhan pokok aja Tuhan kasih berlimpah, apalagi makanan kami. Pasti Tuhan sediakan. Dia sungguh-sungguh gak akan membuat kita kelaparan. Gak ada alasan untuk kuatir tentang apa yang kita makan, yang kita pakai atau apapun yang kita perlukan. Tuhan peduli. Hidupku aman di tanganNya. Hidup keluargaku Tuhan yang pelihara.

Kasongan,  10 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 9, Yeremia 6

Amsal 9:10 (TB)  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Sebenarnya ngerasa gak ada rhema apa-apa baca Amsal 9. Tapi entah kenapa baca ayat ini aku jadi mikir kalau pengenalan akan Tuhan gak cuma akan membawa pengertian, tapi membuat kita merespon berbeda dengan mereka yang gak kenal Tuhan. Karena aku merasakan sendiri, aku mungkin belum kenal Tuhan banget, belum memahami isi hatiNya Tuhan. Tapi aku merasakan memang Tuhan membuatku meresponi banyak peristiwa dengan caraNya. Seringkali bertentangan rasanya dengan apa yang ingin kulakukan, tapi kudapati emang caraNya yang terbaik.

Yeremia 6:8 (TB)  Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!"

Kalau Tuhan masih hajar berarti Tuhan masih sayang. Bayangkan kalau Tuhan cuek dan gak peduli lagi. Bisa aja kan Tuhan biarkan kita jatuh semakin dalam. Bersyukurlah kalau Tuhan masih tegur, masih hajar. Segera berbalik dari jalan kita yang jahat, jangan sampai Tuhan gak peduli.

🙏 Tuhan, berikan aku hati yang lembut supaya saat Tuhan tegur, aku taat. Amin.

Kasongan,  9 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 8, Yeremia 5

Amsal 8:10 Terimalah didikan, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.

Kalau disuruh memilih menerima didikan dan pengetahuan dibandingkan emas dan perak, mana yang akan kita pilih? Antara harta dan didikan, apa yang akan kita pilih?

Dulu papa dan mamaku pernah bilang kalau mereka tidak bisa mewariskan harta bagi kami anak-anaknya, yang terpenting bagi mereka adalah kami tumbuh menjadi orang baik dan mendapatkan pendidikan yang baik, mereka ingin kami hidup dengan benar, gak merugikan orang lain. Kemarin aku juga membaca share di grup wa kalau beberapa orang yang terkenal sebagai orang terkaya seperti Warren Buffet dan Bill Gates sudah mengumumkan tidak akan mewariskan hartanya yang berlimpah kepada anak-anaknya melainkan kepada yayasan sosial. Mereka merasa anak-anaknya sudah mendapatkan segala hal yang diperlukannya untuk menjalani hidup, mereka tahu kalau bukan harta yang diperlukan anak-anaknya. Eh, hari ini dapat ayat ini ^^

 

Seperti diingatkan Tuhan kalau hal terpenting yang akan aku dan suami wariskan ke anak-anak kami bukanlah harta, tetapi didikan dan pengetahuan. Dan terutama adalah pengenalan akan Tuhan. Aku mendengar teman-temanku sudah sejak anaknya kecil mereka mempersiapkan warisan,tanah terutama buat anak laki-lakinya. Sudah adat di sini kalau seorang pria memberikan seserahan berupa sebidang tanah untuk calon istrinya. Menakjubkan. Hahaha.  Sempat sih aku iri, kami dan suami belum punya warisan apa-apa saat ini.

Aku gak perlu iri lagi! Bukan harta yang harus kami siapkan bagi anak-anak kami, tetapi hal lain. Pengenalan akan Tuhan, bagaimana mengasihi sesama, didikan dan pengetahuan bagi anak-anak kami, itulah yang terpenting.

Yeremia 5:21 “Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga , tetapi tidak mendengar?

Tuhan menyebut Yehuda dan Israel tolol dan tidak mempunyai pikiran karena punya mata tapi gak melihat, punya telinga tapi gak mendengar. Mereka sudah melihat berbagai perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan dalam hidup mereka dan mendengar segala firman Tuhan dalam hidupnya tetapi masih saja mereka menyakiti hati Tuhan bahkan meninggalkan Tuhan.

“Mereka sungguh tolol”, awalnya aku berpikir demikian. Tetapi, rupanya aku juga tolol dan tidak mempunyai pikiran sama seperti Israel dan Yehuda.

Aku sudah melihat bagaimana Tuhan memelihara hidupku, tetapi aku masih sering kuatir.

Aku tahu firman Tuhan dan laranganNya, tetapi aku masih sering melanggarnya.

Aku gak mau menjadi tolol dan gak punya pikiran. Harus tobat! Jangan sampai suatu hari Tuhan berkata hal yang sama kepadaku, huhuhuhu.....Sedih banget kalau sampai Tuhan berkata seperti itu T-T

Kasongan,  8 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 7, Yeremia 4

Yeremia 4:14 (TB)  Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Apa yang ada di dalam hati kita menentukan hidup kita. Firman Tuhan berkata:
Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23 (BIMKJagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.

Cek dan ricek apakah hati kita sudah bersih di hadapan Tuhan? Jangan-jangan kita menyimpan dendam pada orang lain, pikiran-pikiran negatif, dosa yang belum kita bereskan, kecemaran,  rancangan kejahatan dan berbagai hal yang membuat kita jauh dari Tuhan.

Dan yang terpenting, kita perlu cek, adakah Tuhan di hati kita? Ada dong...!!!
Kebanyakan kita akan berkata seperti itu,  tapi yok kita pastikan, apakah Tuhan sudah menempati tahta hati kita? Jangan-jangan aku sendiri yang bertahta di hatiku, bukannya Tuhan. Kalau demikian, pantas saja yang memenuhi hati kita adalah kejahatan,wong kecenderungan kita adalah menginginkan yang jahat kok.

Membersihkan hati kita dimulai dengan menempatkan Tuhan di dalam tahta hati kita. Artinya, kehendakNya menjadi kehendak kita. Dia menjadi raja atas kehidupan kita. Kalau keinginan kita mengalahkan keinginan Tuhan, itu sih artinya kitalah yang bertahta di hati kita, bukannya Tuhan.

Amsal 7

No rhema.

Kasongan,  7 November 2017
-Mega Menulis-

Monday, November 6, 2017

Amsal 6, Yeremia 3

Yeremia 3:13 (TB)  Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Masih dapatin rhema yang sama dengan kemarin.
AKUI KESALAHAN di hadapan Tuhan setiap hari!
Ga perlu munafik.
Gak usah pake alasan.
Ga usah ngeles.
Ga usah menyembunyikan kesalahan.
Ga mikir,"Toh semua orang melakukan ini, yang lebih parah banyak malah".

Jika aku mengaku dosaku,  Allah adalah setia dan adil, Ia akan mengampuni dosaku dan menyucikanku dari segala kejahatan.

Kalau gak diakui, mungkin saja aku sudah diampuni. Tapi, apakah aku akan jadi suci? Mana mungkin! Wong mengakui dah berbuat dosa aja nggak, gimana bisa bertobat dan mengalami perubahan hidup?

Amsal 6:6-7 (TB)  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

Semut binatang yang sangat kecil dan kelihatannya lemah, tapi tahukah teman-teman kalau semut bisa mengangkat beban seberat 50 kali dari berat tubuhnya? Luar biasa ya seekor semut, sudah kuat, rajin pulak. Mereka tidak menyia-nyiakan kemampuan yang Tuhan berikan. Dari mana tahu kemampuan semut sebesar itu? Melalui berbagai penelitian para ahli menemukan itu.

Setiap kita juga punya potensi yang sangat besar, ada kemampuan luar biasa yang Tuhan anugerahkan buat setiap kita. Taapiiii.... Kalau kita bermalas-malasan, kita gak akan pernah maksimal sesuai dengan rancangan awal Tuhan bagi hidup kita. 

Bagaimana kita tahu batas maksimal potensi kita?
Tentunya tidak dengan bermalas-malasan. Harus rajin. Mengerjakan segala sesuatu yang kita jumpai dengan sepenuh hati. Mengeksplor segala sesuatu yang baik. Gak ada waktu untuk bermalas-malasan kalau mau dipakai secara maksimal sama Tuhan. Kemampuan sudah ada. Kemauan?
💪💪 Ayuk! Jangan mager! 😉
Anak Tuhan masa kalah sama semut?

Kasongan,  6 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 5, Yeremia 2

Amsal 5:19 (TB)  rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Saat baca ayat ini, sebuah pertanyaan muncul:Sebagai istri, sudahkah aku memuaskan suamiku?
Bener mikir secara fisik. Lol. Hamil gini rasanya jadi gak maksimal ngelayanin suami. Malam aja tidur cepet, ngantuk yang gak bisa ditahan gitu. Parah pokoknya. Kalau jam 7 ato 8 malam aja dah mulai ngantuk. Jadi gampang capek pokoknya. Sejak hamil pertama sih memang memang dokter dah wanti-wanti banget untuk berhubungan dengan suami karena ada miom ini. Dan suami emang pengertian banget, puji Tuhan.Nah, jadinya emang aku sering lupa kalau suami juga punya kebutuhan #sigh.

Aku harus peka dengan kebutuhan suami walaupun lagi hamil. Bukan aja kebutuhan fisik tapi juga yang lain. Mungkin saat ini aku gak bisa memuaskan suami dalam satu hal tapi aku harus tetap berusaha dalam hal lain yang aku bisa saat ini. Aku masih bisa mijit suami, masih bisa menemani suami nonton (siang harus usahakan tidur sebentar nih), dll.

Aku mau tetap memuaskan suami dengan melakukan apa yang aku bisa. Bukan karena kewajiban tapi karena aku mengasihi suamiku.

Yeremia 2:23 (TB)  Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,

Mengapa susah bagi Israel untuk setia kepada TUHAN? Mereka terus-menerus jatuh ke dalam dosa ketidaktaatan karena mereka tidak pernah mengakui dosa mereka. Ibaratnya seseorang yang sakit tapi gak mengakui kalau dia sakit, bagaimana dia bisa disembuhkan? Bagaimana dia bisa datang kepada sang penyembuh, wong dia saja gak pernah mengakui kalau dia sakit?

Peringatan untukku, kalau masih ada dosa yang sering aku lakukan. Aku harus mengakuinya supaya Tuhan bisa melepaskanku. Aku harus belajar memandang dosa sebagai dosa dan gak menyembunyikannya. Lebih baik mengaku supaya aku sembuh.

👉 Mulai lagi disiplin mengakui dosa yang aku perbuat, sebelum aku tidur.

Kasongan,  5 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 4, Yeremia 1

Amsal 4:5 (TB)  Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

Dalam satu ayat ini, ada 4 pesan yaitu :
1. Perolehlah hikmat.
Sudahkah kita berusaha mendapatkan hikmat, dengan cara apa? Membaca Alkitab, membaca buku, menonton, mendengarkan khotbah? Sebelumnya, kita harus memastikan untuk memintanya pada Tuhan yang memberi hikmat pada yang memintanya. Gak boleh melupakan Tuhan dalam mencari hikmat, karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.
2. Perolehlah pengertian.
Pernah dong melakukan banyak hal seperti membaca Alkitab, membaca buku, menonton, mendengarkan khotbah eh tapi GAK MENGERTI. Kalau gak ngerti gimana? Stuck?Jangan dong. Harus cari pengertian dengan gak berhenti bertanya. Tanya dengan Tuhan, minta pengertian dariNya. Tanya pembimbing rohani. Tanya teman. Terus sampai ngerti. Karena apa? Akan beda nantinya melakukan sesuatu tanpa pengertian dan dengan pengertian, ada spirit yang beda, saat kita mengerti apa yang kita lakukan.
3. Jangan lupa.
Pernah dong dah dapat rhema, dah dapa momen 'aha'  trus besok-besoknya LUPA. Kenapa? Jangan-jangan hikmat yang kita peroleh hanya sampai level membaca atau dihapalkan doang. Pernah baca di mana gitu, kalau belajar tuh cuma membaca, yang kita ingat
4. Jangan menyimpang.
Sudah mendapatkan hikmat, sudah ngerti, masih ingat tapi masih menyimpang. Maksudnya apa coba? Ini ma bebal. Well, mungkin ini diawali saat kita bukannya taat malahan tawar-menawar sama Tuhan. Bayangkan, Tuhan nyuruh kita jalan lurus. Lalu kita bilang, aku serong dikit aja ya Tuhan, jalan di sana lebih asyik. Nah, sedikit serong ini kalau diteruskan apa gak semakin jauh dari jalan lurus yang Tuhan ingin kita tempuh?

👉 Buatku pribadi, yang paling sering jadi pergumulan adalah jangan menyimpang. Seringnya sudah tahu kebenaran tapi tawar-menawar sama Tuhan dan akhirnya menjauh dari jalan yang Tuhan inginkan. Harus stop nih tawar menawar sama Tuhan. Apa yang Tuhan bilang, ya udah, itu aja yang dilakukan. Gak usah pakai nunda juga, ntar kalau ditunda-tunda jadi beda deh yang dibuat.

🙏Tuhan, aku gak mau menyimpang lagi. Aku mau berjalan di jalan yang Tuhan mau. Tolong aku yang seringkali bebal ini Tuhan. Amin.

Yeremia 1:7 (TB)  Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

Pesan dalam ayat ini adalah JANGAN BERALASAN SAMA TUHAN sewaktu diutusnya. Kenapa?

1.  Tuhan sudah sejak awal bilang kalau sebelum dilahirkan aja Tuhan sudah kenal Yeremia.

Tuhan gak sekedar tahu Yeremia, Dia mengenal Yeremia, bahkan melebihi Yeremia mengenal dirinya sendiri. Ya iya lah,  Yeremia adalah buatan tanganNya kok. Tuhan paling tahu apakah Yeremia hanya membuat alasan kosong atau jujur.

Begitu juga aku, Tuhan tahu isi hatiku yang sebenarnya jadi aku juga gak perlu beralasan macam-macam saat Dia mengutusku. Aku harus jujur dengan Tuhan.

2. Tuhan telah menetapkan kita melakukan apa yang Dia inginkan.

Tuhan menciptakan kita untuk tujuan tertentu, dan hidup kita gak akan berarti sampai kita hidup sesuai dengan tujuanNya. Hidup kita gak akan maksimal sampai kita hidup sesuai dengan rancangan awal Tuhan. Ibaratnya nih pisau daging dipaksakan untuk memotong sayur, bisa sih, tapi hasilnya gak akan maksimal.

👉 Stop pelihara roh yang suka mencari alasan! Kalau Tuhan suruh, segera lakukan Meg, jangan bilang:
- Oke, nanti ya Tuhan.
- Tapi Tuhan, aku gak bisa....
- Tuhan, ini terlalu besar buatku. Ini terlalu sulit.
Stop beralasan!  Just do it! 💪 💪

Kasongan, 4 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 3, Ulangan 34

Amsal 3:9 (TB)  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Saat membaca ayat ini, yang pasti terlintas pertama adalah memberikan harta kita untuk Tuhan, entah itu berupa buah sulung, perpuluhan atau pemberian ke orang lain yang membutuhkan. Tapi, hari ini aku diingatkan kalau aku juga harus memuliakan Tuhan dengan apa yang ada padaku.

Oke lah, aku sudah memberikan sekian-sekian untuk persembahan atau memberikan ke orang lain tapi bukan berarti aku seenaknya menghabiskan yang ada padaku, memboroskan untuk membeli barang yang gak aku perlukan, jajan sesukanya, dll.  Tuhan ingin kita memuliakanNya dengan harta kita.

Bagaimana memuliakan Tuhan dengan harta kita?
👉 Tidak memegang erat harta yang ada.
Ada saatnya Tuhan meminta kita bermurah hati dengan apa yang ada pada kita tanpa peduli kita sudah memberikan untuk pekerjaan Tuhan atau belum. Jangan sampai mentang-mentang sudah ngasih perpuluhan lalu menolak waktu melihat kebutuhan orang lain yang bisa kita bantu.
👉 Menggunakan harta yang ada sesuai keperluan.
Makan seperlunya, jangan rakus meskipun ada uang berlebih. Beli barang yang dibutuhkan. Bertanggung jawab dengan apa yang kita miliki sehingga gak perlu boros. Gak perlu menimbun barang kalau gak dipakai. Cermat dalam menggunakan uang.

👉 Tuhan peduli gak hanya pada apa yang kita berikan padaNya, tapi juga bagaimana kita menggunakan yang ada pada kita.

Ulangan 34:4 (TB)  Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana." 

Membayangkan perasaan Musa saat mendengarkan Tuhan bilang ini, pasti sedih banget lah ya. Dah capek-capek ngurusin bangsa Israel yang tegar tengkuk selama 40 tahun eh malah gak boleh masuk.

Tapi kalau aku coba membayangkan perasaan Tuhan, pasti Tuhan lebih sedih lagi lah ya. Tuhan sayang Musa, pasti Dia ikut bersedih juga karena Dia paham perasaan Musa. Tapi bagaimana pun Tuhan ingin bangsa Israel untuk taat sepenuhnya, dan kalau pemimpinnya gak taat, itu fatal. Tuhan mengenal Musa dan Musa mengenal Tuhan, makanya standar Tuhan untuk ketaatan bagi Musa sangat tinggi.

Bangsa Israel dan kita harusnya belajar dari peristiwa ini, kalau untuk ketaatan, Tuhan gak pernah main-main. Pada Musa yang adalah pemimpin Israel, yang Tuhan bergaul aja Tuhan mendisiplin saat Musa gak taat,apalagi kita?

Awalnya mungkin kita mikir, "Ah, masa karena kesalahan kecil seperti itu aja Tuhan kok segitunya sih?", tapi kita lupa,  Musa adalah orang yang dekat sama Tuhan lo. Sudah pasti standar Tuhan sangat tinggi. Di sini malah terlihat keadilan Tuhan. Dia gak pilih kasih dalam hala ketaatan ini. Dia mau semua taat padaNya.

👉 Masih mau gak taat sama Tuhan?

Kasongan, 3 November 2017
-Mega Menulis-

Thursday, November 2, 2017

Amsal 2, Ulangan 33

Ulangan 33:29 (TB)  Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."

Luar biasa berkat yang Tuhan berikan melalui Musa bagi setiap suku Israel. Namun pada akhirnya Musa menyebut mereka berbahagia bukan karena berkat-berkat yang diucapkannya tersebut, melainkan karena mereka DISELAMATKAN OLEH TUHAN, PERISAI PERTOLONGAN DAN KEJAYAAN MEREKA. Di versi BIMK dikatakan mereka diselamatkan Tuhan yang menjadi pedang dan perisai bagi mereka,  Tuhan gak hanya membela/melindungi mereka tetapi juga memberikan kemenangan bagi mereka.

Selama ini, seringkali kita fokus minta berkat sama Tuhan. Well, gak ada yang salah sih dengan itu, Tuhan kita adalaha Allah yang rindu memberkati kita dengan segala hal yang baik. Tetapi jangan sampai fokus kita hanya berkat dan berkat. Kita berbahagia hanya karena 'menerima' apa yang kita inginkan dari Tuhan lalu kita lupa kalau selama ini Tuhan telah memberikan berkat yang tidak kelihatan namun sangat berharga. Saat kita fokus dengan berkat yang kelihatan, kita jadi susah berbahagia dengan berkat gak kelihatan dari Tuhan seperti:
👉 keselamatan
Keselamatan dari Tuhan memberikan kita hidup yang kekal bersama Tuhan suatu hati nanti. Ini mengandung pengharapan bahwa kita gak akan mengalami kematian kekal. Kalau kita mengingat bagaimana keselamatan ini kita terima, kita akan merasakan kasih dan pengorbanan Tuhan kita, kita begitu dikasihi. Tidakkah ini membuat hati terasa hangat?
👉 perlindungan
Jarang sekali kita bersyukur kalau sampai hari ini masih diberikan perlindungan oleh Tuhan. Perlindungan dalam hal apa? Banyak sekali. Kemarin aku nyaris bertabrakan dengan sebuah mobil, puji Tuhan gak terjadi. Di situ aku bersyukur dan merenungkan sebenarnya bisa saja aku tertabrak tapi ternyata gak terjadi. Saat nyaris tertabrak aja aku bersyukur, nah padahal gak setiap hari aku nyaris tertabrak, biasanya aku aman-aman aja. Itu karena perlindungan Tuhan lo. Belum lagi berkat kesehatan yang aku terima setiap hari. Biasanya kita bersyukur kalau diberi kesehatan setelah sakit, lah... Masa nunggu sakit baru bersyukur? Banyak sekali perlindungan Tuhan di dalam hidup, tapi aku gak bersyukur.
👉 kemenangan
Kemenangan dalam hal apa? Banyak sekali. Kemenangan dari dosa, kemalasan,  kesabaran terhadap keadaan, pengendalian diri terhadap orang lain, dll. Pernah gak berpikir kalau kita bergerak dan melakukan sesuatu karena Tuhan. Tanpa kita sadari Dia yang menggerakkan kita, memampukan kita melakukan banyak hal yang kita gak bisa lakukan sendiri tanpa Tuhan. Di luar Dia sesungguhnya kita gak bisa apa-apa.

🙏 Tuhan betapa banyak rahmat yang Tuhan beri, terima kasih Tuhan. Ampunilah aku karena selama ini hanya fokus pada berkat yang kelihatan. Tolong aku untuk melihat berkat-berkatMu dalam hidupku dan mensyukurinya. Amin.

Amsal 2:7 (TB)  Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

Siapa sih yang gak mau ditolong dan dilindungi Tuhan?
Aku mau 🙋
Siapapun pasti mau lah ya.
Masalahnya, pertolongan dan perlindunganNya SELALU tersedia hanya bagi mereka yang jujur dan berperilaku tidak bercela. Saat kita mengharapkan pertolongan dan perlindunganNya sudahkah kita memastikan kalau kita hidup jujur dan tidak bercela? Kalau belum, nah siap-siap saja menerima akibatnya.

Tapi.... Ada tuh teman, Kristen  juga, yang suka bohong dan hidup gak benar tapi kelihatannya hidupnya oke oce aja tuh.
Pertanyaannya,  sampai kapan Tuhan tolong dia?
Kita gak tahu kan?
Jadi, kalau hidup kita gak benar dan Tuhan tolong, jangan lalu ngerasa GR kalau Tuhan pasti tolong. Itu sih karena Tuhan baik dan masih kasih kesempatan buat bertobat, akan ada waktunya Tuhan bilang, "Kalau gitu jadilah kehendakmu"  karena kita gak mau turut kehendakNya.

Jadi, yok hidup jujur dan gak bercela! Meskipun sulit, meskipun banyak tantangan, percayalah kalau pertolonganNya tersedia bagi kita. Amin.

Kasongan,  2 November 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs