.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, October 17, 2017

Amsal 16, Ulangan 16

Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Beberapa hari ini Sara kembali susah makan. Setiap kali ngasih makan jadi ujian tersendiri buatku. Susah sekali membujuknya makan. Susah sekali gak menaikkan nada suara saat membujuknya. Beberapa kali aku kelepasan dan membentak Sara apalagi saat makanan tiba-tiba dilepeh. Duh Tuhan,  bener-bener deh.

👉  Tuhan Yesus, tolong aku bersabar dan mengucapkan kata-kata yang menyenangkan pada Sara. Tolong aku supaya bisa mengendalikan lidahku terutama saat membujuk Sara. Jangan biarkan aku kehilangan kendali atas diriku. Amin.

Ulangan 16:11 (TB)  Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.

Kalau orang Israel diminta bersukaria di hadapan Tuhan karena Tuhan telah melepaskan mereka dari orang Mesir,tentunya aku harus bersukaria karena Tuhan. Aku mau bersukaria juga ah.

Bersukaria karena Tuhan telah melepaskanku dari maut. Bersukaria karena dosa gak bisa lagi berkuasa atasku. Bersukaria karena segala perbuatan Tuhan di dalam hidupku. Bersukaria walaupun yang aku inginkan gak terjadi. Aku mau bersukaria di hadapan Tuhan 🙌

Kasongan,  16 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 14, Ulangan 14

Ulangan 14:23 (TB)  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.

... SUPAYA ENGKAU BELAJAR UNTUK SELALU TAKUT AKAN TUHAN,  ALLAHMU.
Kalo dipikir-pikir, emang bener Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN sepersepuluh dari hasil orang Israel, wong Dia yang empunya segalanya kok. Orang Israel yang membutuhkan perpuluhan sebagai sarana belajar hidup takut akan Tuhan. Melalui ini, mereka belajar  taat saat hasil benihnya sedikit,  bahkan tetap taat hasil benihnya banyak. Mudah memberikan alasan, "Ah, hasilku sedikit Tuhan, aku gak usah aja ya memberi perpuluhan"  atau "Hasilku tahun ini banyak sekali,  kalau seperseratusnya aja aku berikan pun sudah lebih banyak dari biasanya, seperseratusnya aja ya Tuhan", jatuh-jatuhnya jadi nawar sama Tuhan. Kalo emang gak niat,  mau hasil dikit atau banyak pasti akan ada aja alasan. Tapiiiii..  Kalau hidup dalam takut akan Tuhan,  pasti taat gak melihat keadaan, taat ya taat aja. Apakah aku hidup dalam takut akan Tuhan sebagaimana orang Israel yang memberikan sepersepuluh miliknya supaya bisa belajar takut akan Tuhan?
Apakah aku hidup dalam ketaatan kepadaNya dalam segala hal?
Atau jangan-jangan aku mencari alasan untuk ketidaktaatanku?

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh.

Bagaimana ciri-ciri orang yang berhati tenang?
Orang yang berhati tenang gak mudah digoncangkan oleh apa yang terjadi, dia percaya sepenuhnya kalau gak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kendali Tuhan. Ketenangannya berasal dari Tuhan. Pikirannya diisi Tuhan dengan segala sesuatu yang baik, yang kudus, yang mulia, yang jujur, yang adil dan berkenan di hadapan Tuhan.

Bagaimana seseorang bisa berhati tenang? Karena ketenangannya berasal dari Tuhan maka dia bisa tenang karena bersandar pada Tuhan sepenuhnya bukan pada pengertiannya sendiri. Berserah itu gak mudah, perlu disiplin bertahun-tahun untuk menyerahkan kehidupan sepenuhnya pada Tuhan dan gak berusaha mengambil kendali.

👉 Tuhan tahu apa terjadi padaku,  Tuhan tahu apa yang dilakukan-Nya mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Aku percaya Tuhan. Aku percaya. Amin.

Kasongan,  14 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 9, Lukas 7, Amsal 10, Ulangan 10

Matius 9:21-22 (TB)  Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Imanku yang akan menyelamatkan aku! Yes! Aku gak boleh meragukan Tuhan sedikit pun. Belajar dari perempuan di ayat ini yang beriman untuk sembuh asal menyentuh jubah Tuhan. Asal aku percaya, Tuhan tolong hidupku. Asal aku yakin,  Tuhan yang pelihara hidupku. Imanku yang menyelamatkanku. Aku percaya. Amin.

Lukas 7:7, 9 (TB)  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"

Hari ini diingatin lagi tentang punya iman yang kuat! 💪 💪
Iman sang perwira luar biasa,  Dia percaya hanya dengan sepatah kata dari Yesus maka anaknya sembuh.
Tuhanku adalah Allah yang kata-kataNya penuh kuasa. Karena firmanNya semua jadi. FirmanNya berkuasa.

👉  Belajar untuk confess firman! Ingat Meg. Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Tuhan. Jadi, jangan lupa untuk memperkatakan firman supaya imanku diperkuat 💪💪

Ulangan 10:16 (TB)  Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.

Tuhan ingin orang Israel :
👉 Menyunat hati mereka
Orang yang gak bersunat hati adalah orang yang dikuasai hawa nafsu. Ingat bagaimana orang Israel bersungut-sungut pada Tuhan hanya karena mereka ingin daging? Konyol kan. Intinya, mereka hanya mau keinginan mereka terpenuhi,  mereka hanya ingin melakukan kehendak mereka dan bukan kehendak Tuhan padahal Tuhan mau mereka berjalan dalam kehendakNya.
👉 Jangan lagi tegar tengkuk
Bangsa Israel terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk alias keras kepala. Berkali-kali Tuhan memenuhi keperluan mereka, menjawab mereka, berkali-kali Tuhan menasihati dan menegur mereka bahkan mengampuni mereka tapi mereka terus saja jatuh dalam dosa ketidaktaatan, ketidakpuasan dan bersungut-sungut. Mereka berulang kali mengulangi kesalahan mereka, mereka gak belajar dari apa yang telah terjadi karena mereka bebal.

Aku juga sama seperti orang Israel, aku masih maunya Tuhan yang melakukan kehendakku, bukan aku yang melakukan kehendakNya. Lah, kalau gini siapa Tuhannya? Aku juga masih bergumul dalam beberapa area yang sama, masih jatuh bangun dalam dosa yang sama. Padahal Tuhan sudah tegur dan ampuni berkali-kali. Menyelaraskan kehendakku dengan kehendak Tuhan bukan hal yang mudah karena aku seringnya memikirkan diriku sendiri, bukannya apa yang kudus dan berkenan pada Tuhan.

👉  Setiap ingin atau melakukan sesuatu aku perlu bertanya apakah sebenarnya yang Tuhan inginkan. Lakukan yang Tuhan inginkan! Jangan keras kepala!

Amsal 10:32 (TB)  Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.

Seringkali aku tahu mana hal yang menyenangkan dan mana yang nggak menyenangkan untuk aku ucapkan, prakteknya? Aku mengucapkan hal yang gak menyenangkan. Kenapa?
👉 karena emosi
👉 karena gak bisa mengendalikan diri
👉 karena ingin menyakiti yang mendengar
👉 karena disakiti

Paling sering karena ingin menyakiti yang mendengarnya. Duh Tuhan, ternyata aku pendendam. Kalau aku mau mengucapkan hal yang menyenangkan berarti aku harus belajar mengampuni terlebih dahulu.

🙏 Tuhan, tolong aku dalam hal mengampuni supaya aku bisa mengucapkan hal yang menyenangkan. Amin

Kasongan,  10 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 5-7, Amsal 9, Ulangan 9


Ucapan Bahagia
Matius 5:2 (TB)  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

Yesus memberikan definisi baru bahagia. Yang berbahagia ialah: yang miskin di hadapan Allah,  yang berdukacita,  yang lemah lembut,  yang lapar dan haus akan kebenaran,  yang bermurah hati,  yang suci hatinya,  yang membawa damai,  yang dicela dan dianiaya karena Tuhan. 
Aneh kan?
Tapi Yesus mau menyampaikan pesan bahwa hidup di dalam Tuhan itu PASTI BERBAHAGIA. Berbahagia bukan karena semua yang kita inginkan diberikan, tapi karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan. Dia memahami kita. Tuhan memberikan penghiburan saat kita berdukacita. Dia memuaskan kita yang lapar dan haus akan kebenaran. Sekalipun kita mengalami banyak hal gak menyenangkan,  di dalam Tuhan ada kebahagiaan. Dia memberikan kebahagiaan dengan cara yang berbeda dengan dunia.

Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Aku adalah garam dan terang dunia. Tuhan ingin aku jadi berkat bagi dunia yang sudah tawar dan gelap ini. Bagaimana caranya?
Dengan mengasihi dan berbuat baik,  supaya orang lain MEMULIAKAN BAPA DI SORGA.
Tujuan akhirnya adalah supaya orang lain memuliakan Bapa di sorga.

Matius 6:1 (TB)  "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

MOTIVASI
Apakah alasanku melakukan berbagai kewajiban agamaku seperti berdoa, membaca firman Tuhan, berpuasa,  dll? Apakah supaya dilihat orang lain? Atau untuk Tuhan? Seandainya orang lain gak melihat dan memperhatikanku, apakah aku masih akan berbuat baik?
Apakah yang mendorongku melakukan banyak hal baik?
Untuk apakah aku melakukannya?
Aku pernah dapat quote gini:segala sesuatu yang kita lakukan bukan karena Tuhan dan bukan untuk Tuhan itu NOL.  Karena sebaik apapun hal itu, tapi fokusnya bukan Tuhan. Bisa jadi kita cari hormat dari manusia. Benar-benar diingatkan untuk fokus pada Tuhan,dan bukan manusia.

Matius 6:21 (TB)  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Teringat pernah baca sebuah buku yang berkata dengan kalimat lain untuk ayat ini:Hatimu mengikut hartamu. Jadi kalau kamu ingin punya hati untuk misi, taruhlah hartamu di sana. Kamu pasti akan memikirkan misi. Kalau kamu ingin memikirkan misionaris beserta keluarganya, berikan hartamu dan kamu akan memikirkannya.

Ayat ini benar-benar mengingatkanku kalau aku adalah penatalayan atas hartanya Tuhan. Tuhanlah pemilik, aku hanya pengelola. Aku perlu bertanya pada Sang Pemilik, apa yang Dia ingin aku lakukan dengan hartaNya.

Matius 6:34 (TB)  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Yes!
Amin! 
Benar-benar diteguhkan untuk gak kuatir. 💪💪
Allah yang memelihara hidupku. Amin.

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

❤️THE GOLDEN RULES ❤️

Amsal 9:6 (TB)  buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Buanglah KEBODOHAN!
Hal-hal apa yang merupakan kebodohan dan masih aku lakukan saat ini?Kalo masih mau hidup, BUANG!! Seringkali aku bebal sudah tahu salah,  sudah tahu gak benar,  sudah tau merugikan,  eh masih dilakukan.
👉 Suka menunda pekerjaan
Seringkali karena capek dan malas, aku menunda pekerjaan. Akibatnya begitu pekerjaan numpuk semakin malas. Kalau dikejar-kejar, hasilnya jadi gak maksimal.
👉 Berpikiran negatif.
Kalau menghadapi sesuatu seringnya aku membayangkan yang terburuk. Kalau menghadapi situasi yang gak jelas, atau menghadapi orang yang sulit, aku beranggapan yang jelek tentang orang itu.
Tuhan bilang hari ini:
BUANG KEBODOHANMU!
Buang segala hal yang gak berguna. Ibaratnya buang sampah, masa sih ntar-ntar mau kita ambil lagi? Jangan! Sekali dah dibuang ya dibuang aja.

Ulangan 9:5-6 (TB)  Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!"

Bangsa Israel diingatkan kalau bukan karena jasa-jasa dan kebenaran hati mereka maka mereka masuk ke negeri yang dijanjikan Tuhan, karena sesungguhnya mereka bangsa yang tegar tengkuk. Mereka masuk ke tanah perjanjian karena:
👉 kefasikan bangsa-bangsa yang menempati tanah perjanjian
👉 Tuhan menepati janjiNya

Aku jadi diingatkan juga kalau segala yang kumiliki dan kucapai adalah karena kebaikan Tuhan semata. Tadi aku bertemu seorang kawan yang mengucapkan selamat atas kelulusanku di BNN, dia tahu kalau dari kabupaten kami ada 3 orang yang ikut tes dan hanya aku yang lulus, dia berkata berarti aku yang paling pintar. Reaksi pertamaku gr dong, ya juga ya, hebat juga ya aku lulus, begitu pikirku. Lalu baca ayat ini jadi ketampar-tampar!!!! Aku lulus bukan karena aku hebat dan pintar, tapi karena Tuhan. Udah. Gitu aja. Gak boleh aku mengambil apa yang jadi bagian Tuhan, kemuliaan hanya bagiNya. Amin

Kasongan,  9 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Sunday, October 8, 2017

Yohanes 5, Amsal 7, Ulangan 7

Yohanes 5:30 (TB)  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
👉 Yesus aja gak menuruti kehendakNya sendiri melainkan kehendak BapaNya. Yesus lo! Lalu siapa aku, kok seringkali gak mau menaati kehendak Tuhan? Yesus aja taat bahkan sampai mati si kayu salib. Aku? Belum sampai disuruh mati tapi kok masih aja gak taat. Huhuhu 😭

Yohanes 5:6-7 (TB)  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Yesus cuma tanya," MAUKAH ENGKAU SEMBUH?"
Jawabannya seharusnya cuma MAU tau NGGAK, ya kan? Tetapi orang sakit itu malah menjelaskan KENAPA dia masih sakit.

Mau ikut Tuhan?
Mau!
Hayuk bergerak! Mulai ikut Tuhan. Taatin Tuhan. Jangan  suka ngasih banyak alasan dan ngomong :
"Tapi Tuhan, aku masih banyak pekerjaan"
"Tapi Tuhan, aku harus ngurusin keluargaku"

Ulangan 7:16 (TB)  Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka dan janganlah beribadah kepada allah mereka, sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu.

Kenapa sih bangsa Israel disuruh menumpas bangsa-bangsa lain saat itu? Kok kesannya Tuhan kejam banget ya?
Tapi, ternyata itu karena Tuhan mengenal bangsa Israel melebihi diri mereka sendiri. Bayangkan kalau bangsa-bangsa lain yang gak mengenal Tuhan hidup bersama di tanah perjanjian dengan Israel, kira-kira apa yang akan terjadi. Tuhan tahu kalau umatNya ini mudah terpengaruh dengan bangsa lain,makanya Dia ingin Israel melenyapkan mereka. Aku jadi ingat  bagaimana saat Israel meminta seorang raja kepada TUHAN karena mereka melihat bangsa lain memiliki raja padahal Tuhan sendiri seharusnya yang menjadi raja mereka.

👉  Aku harus berhati-hati dengan siapa yang akrab denganku karena itu akan mempengaruhi hubunganku dengan Tuhan. Ya,  Tuhan ingin aku mengasihi sesama. Tetapi aku harus berhati-hati dengan siapa aku menghabiskan waktuku. Jangan sampai aku terpengaruh dengan mereka yang gak kenal Tuhan.

Amsal 7:9 (TB)  pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.

Pada waktu senja...
Pada petang hari...
Di malam yang gelap....
Di saat hari gak terang,  saat sendirian,  saat tidak ada yang melihat maka seseorang mudah tergoda untuk jatuh dalam dosa. Ada waktu-waktu tertentu seseorang begitu mudah jatuh. Bayangkan,  seseorang yang menyukai pornografi, mungkinkah dia melihat pornografi di tengah keramaian atau saat bersama orang lain, pasti saat sendiri. Begitu juga, ada gak orang yang mencuri saat dilihat orang lain, nggak kan?

Kita harus mengenali situasi apa yang membuat kita jatuh dalam dosa lalu HINDARI. Minta tolong saudara seiman atau orang terdekat untuk berjaga-jaga atas hidup kita dengan berdoa atau mengingatkan pada "saat-saat kita mudah terjatuh"  supaya kita gak jadi berbuat dosa. Untuk lepas dari dosa kita gak boleh diam dan menyendiri tapi harus terbuka dan menelanjangi dosa.

Palangka Raya,  7 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 12, Markus 3, Lukas 6, Amsal 8, Ulangan 8

Markus 3:4 (TB)  Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.

Matius 12:12 (TB)  Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

Tuhan menegur orang Farisi yang SELALU meributkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh. SELALU mempermasalahkan hukum-hukum Taurat tanpa memahami dengan benar, mereka hanya melakukan tanpa pengertian. Mereka meributkan apa saja hukum yang harus dilaksanakan tanpa memahami mengapa Tuhan ingin hal tersebut dilaksanakan.

Sama seperti orang Kristen saat ini,  Tuhan ingin kita gak meributkan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan , tetapi lupa hal yang paling penting yakni mengasihi dan bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Hari ini aku juga diingatkan, melebihi apa yang kita lakukan, Tuhan juga melihat apa yang ada di dalam hati kita. Dia melihat motivasi kita yang terdalam. Percuma kita melakukan hal yang benar tetapi sikap hati kita gak benar di hadapan Tuhan. Standar hidup anak Tuhan sangat tinggi karena Tuhan juga melihat yang gak terlihat, hati kita.

Lukas 6:11 (TB)  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Respon orang Farisi saat ditegur:
- marah
- ingin membalas dendam
Bagaimana responku saat ditegur, apakah sama dengan orang Farisi? Marah dan ingin membalas dendam? Saat ditegur aku mungkin gal membalas dendam tapi aku sadar kalau responku saat ditegur sering gak benar, sering aku gak terima, defense dan gak mau berubah.

Harus berubah!
Sewaktu ditegur seharusnya aku mau menerima dan mau berubah. Kalau dipuji aku berterima kasih, seharusnya kalau ditegur aku lebih berterima kasih karena itu berarti aku diberi kesempatan untuk berubah.

Ulangan 8:2 (TB)  Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Perjalanan orang Israel selama 40 tahun di padang gurun ternyata punya tujuan. Ya iya lah ya,  mana mungkin Tuhan melakukan sesuatu tanpa tujuan. Tujuan Tuhan adalah :
👉 merendahkan hati orang Israel
Di Mesir,  walaupun ditindas tapi segala yang mereka perlukan ada, mereka merasa gak membutuhkan Tuhan. Tapi kesulitan, tantangan, masalah dan banyak hal di padang gurun seharusnya membuat mereka berseru pada Tuhan, bukan kepada Musa dan Harun.
👉 mencobai untuk mengetahui apa yang ada dalam hati orang Israel,  apakah mereka berpegang pada perintah Tuhan atau nggak
Mudah untuk taat saat keadaan baik-baik saja, tapi bagaimana saat kesulitan datang? Siapa kita yang sebenarnya terlihat saat kita berada dalam tekanan.

Kalau saat ini kita merasa ada di padang gurun dan seperti berputar-putar, kita perlu ingat kalau TUHAN punya tujuan saat mengizinkan kita mengalami itu. Jangan-jangan seperti orang Israel, Tuhan ingin merendahkan hati kita dan melihat ketaatan kita.

Amsal 8:13 (TB)  Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Aku baca pasal 8 berulang kali dan tiap baca bagian ini "... aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,...." diingatkan pada seseorang. Akhir-akhir ini aku merasa lebih baik daripada dia dalam banyak hal. Dan itu KESOMBONGAN! Tuhan gak suka itu.

🙏 Tuhan,  ampuni aku karena sombong. Padahal aku bukan apa-apa, aku bukan siapa-siapa tanpa Tuhan. Kalau aku ada sebagaimana aku ada sekarang adalah karena kasih karunia Tuhan,  aku gak pantas buat sombong. Tolong aku Tuhan,  aku gak lebih dari orang lain, aku sama saja dengan orang lain, sama-sama memerlukan Tuhan. Tolong aku Tuhan. Amin

Palangka Raya,  8 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Saturday, October 7, 2017

Matius 8, Markus 2, Amsal 6, Ulangan 6

Markus 2:27 (TB)  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

Berkali-kali Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka begitu kaku pada hukum Tuhan sampai-sampai gak bisa ikut bersukacita melihat pekerjaan Tuhan. Mereka sibuk mengkritik orang lain hingga lupa mengasihi. Mereka menganggap diri sendiri yang paling benar. Mereka malah gak menyukai orang yang bertobat. Mengerikan sekali. Semua hanya karena mereka iri melihat Yesus memiliki banyak pengikut dan banyak yang mengikuti ajaranNya.

👉  Hati-hati dengan rasa iri, karena membuat kita gak bisa bersukacita melihat pekerjaan baik Tuhan si dalam hidup orang lain.

Matius 8:15 (TB)  Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.

Ibu mertua Petrus setelah disembuhkan lalu BANGUN DAN MELAYANI Tuhan.
Jika mertua Petrus yang telah disembuhkan langsung melayani Tuhan bagaimana denganku? Aku telah dibebaskan dari belenggu dosa lo, Tuhan telah melakukan banyak hal dalam hidupku, apakah aku telah melayani Tuhan? Aku diingatkan untuk terus melayani Tuhan!

Ulangan 6:6-7 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Tuhan ingin orang Israel mengajarkan anak-anaknya untuk hidup mengasihi Tuhan selama hidupnya 👉BERULANG-ULANG.JANGAN BOSAN mengajari anak Meg! Biar dari kecil anak belajar menganggap serius firman Tuhan,  biar mereka tahu pentingnya taat sama Tuhan dan tahu bagaimana menyenangkan hati Tuhan.

Aku mikir gimana caranya mengajar anak seperti di ayat di atas, bayangin waktu duduk,  berbaring bahkan di perjalanan juga gak boleh lalai mengajarkannya, gimana coba?
Dan aku diingatkan, jauh lebih penting dibanding membicarakannya,  aku diingatkan untuk memberikan teladan dalam hal kasih dan ketaatan. Karena teladan itu  lah yang BICARA LEBIH KERAS nantinya dibandingkan omonganku. Aku berdoa supaya aku bisa hidup benar di hadapan Tuhan. Biarlah apa yang kulakukan di hadapan anak-anakku adalah teladan yang benar.

👉 Anak kita mungkin gak mendengarkan kita tapi mereka gak pernah gagal meniru kita.

Ulangan 6:10-11 (TB)  Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,

Sebentar lagi kami sekeluarga akan pindah ke Palangka Raya. Aku gak tahu apakah ini negeri yang Tuhan janjikan atau bukan bagi kami Penasaran, apakah kami akan menerima berkat seperti yang Tuhan janjikan bagi orang Israel di ayat ini 😊 Tapi aku percaya,  Tuhan yang bawa kami masuk maka Tuhan yang akan tolong kami selama di sana.

Amsal 6:10 (TB)  "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" —

Kami berencana ke Palangka Raya hari ini,  jadi dari semalam aku dan suami sudah janjian harus bangun jam 4 karena banyak yang akan kami kerjakan.  Maklum, rumah mau ditinggal beberapa hari. Alarm berbunyi tepat jam 4, tapi kami gak langsung bangun, nanti aja lah bangunnya, sebentar lagi. Lalu alarm berbunyi LAGI dan kami tidur lagi. BERKALI-KALI, sampai akhirnya kami  baru bangun setengah jam dari perjanjian.

👉  Gak boleh menuruti kemalasan dan daging,  bangun ya bangun aja. Gak usah pakai nanti-nanti. Ngantuk sih. Ya iya lah,  karena gak aktif bergerak. TUBUH INI BISA KITA KENDALIKAN. Rasa kantuk juga lho. Memang ada kalanya kita ngantuk berat, tetapi kalau sudah istirahat cukup dan MASIH mengantuk terus. Well, jangan-jangan itu MALES 😀

Kasongan,  6 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Yohanes 2-4, Amsal 5, Ulangan 5

Yohanes 2:9 (TB)  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,

Selalu suka baca cerita Yesus membuat mukzizat pertama di sebuah acara pernikahan.  Aku diingatkan kalau ada mukzizat Tuhan waktu Ia hadir dalam sebuah pernikahan, Dia ubah air biasa jadi anggur. Gak ada pernikahan yang biasa saat Tuhan hadir di dalamnya. Pernikahan yang ada Tuhan di dalamnya akan seperti anggur ,makin tua makin manis, makin lama makin dimabuk cinta sama pasangan masing-masing.Amin....😘😘😘😘

Yohanes 3:27 (TB)  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Gak ada yang dapat mengambil apa yang sudah ditetapkan Tuhan jadi bagianmu, begitu pula aku gak bisa mengambil apa yang bukan bagianku. Terkadang aku menginginkan apa yang dimiliki orang lain, padahal Tuhan sudah memberi padaku bagianku sendiri. Gak perlu iri dengan apa yang dilakukan orang lain, apa yang dimiliki orang lain atau apa yang dicapainya. Kasih karunia Tuhan bagi tiap orang berbeda, tetapi cukup.

Yohanes 4:34 (TB)  Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Makanan yang memberikan kita energi untuk hidup, tanpa makanan kita akan lemah sehingga kesulitan beraktivitas. TAPIIIII... Bagi Yesus sumber energiNya dalam hidup dan bergerak bukan makanan melainkan MELAKUKAN KEHENDAK BAPANYA! Luar biasa. Aku membayangkan walaupun lapar tapi Yesus merasa tetap puas karena melakuan kehendak BapaNya. Kebutuhan Yesus bukan makanan tapi melakukan kehendak BAPANya. Melakukan kehendak BAPANya adalah alasan Dia berenergi, bergerak dan hidup bukan karena apa yang Dia makan.

🙏 Bapa, biarlah melakukan kehendakMu menjadi kebutuhanku setiap hari. Amin

Amsal 5:21 (TB)  Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN,...

Gak ada yang Tuhan gak tahu,  Dia tahu apa yang ada di hadapan kita dan sudah menyiapkan segalanya. Kita melangkah tanpa tahu akan sampai ke mana, tapi Tuhan melihat akhir perjalanan kita. Dan Dia bersama kita. Diingatkan akan hal ini aku legaaaa.... Banget.Pandanganku terbatas, aku gak tahu apa yang akan aku hadapi, tapi Tuhan selalu tahu. Tuhan terus mengawasiku, aku sangat dikasihi.

Gak pernah terbayangkan kalau kami akan pindah dari Kasongan ke Palangka Raya,  kita gak tahu apa yang terjadi besok, minggu depan, bulan depan apalagi tahun depan. Sebentar lagi kami sekeluarga akan memulai lagi perjalanan kami di tempat yang baru. Kami belum punya tempat tinggal sendiri,  anggota keluarga kami akan bertambah,  kami gak tahu apa yang menanti kami. Seperti memulai lagi dari awal semuanya.  Tapi Tuhan baik, Dia pasti sediakan segala yang kami perlukan. Kami sekarang memilih gak grasak-grusuk tapi menikmati perjalanan kami bersama Tuhan dan menyaksikam bagaimana Dia memelihara kami.

Ulangan 5:7 (TB)  Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Mungkin selama ini kita gak menyembah allah lain, tapi yok cek di hati dan kehidupan kita, sungguhkah Dia yang menempati tempat utama dalam hidup kita. Jangan-jangan selama ini ada berhala yang sudah menggeser kedudukan Allah kita, bukan berupa patung saja lo berhala tu, tapi bisa jadi berupa suami, keluarga,  anak,  pekerjaan,  uang, harta, kebahagiaan, dll.

Adakah yang menghalangi kita datang pada Tuhan setiap hari? Apakah kita punya segudang alasan untuk gak saat teduh dan bersekutu dengan Tuhan? Aku terkadang bangun telat, lalu harus beres-beres rumah dan segera ke kantor, tris giliran di kantor sibuk, jadi ntar susah cari waktu saat teduh. Tapi aku mulai mikir nih, kalau aku menganggap Tuhan itu penting, pastinya aku MENYEDIAKAN waktu terbaikku buat Tuhan dong, bukan memberikan sisa waktuku doang.

👉  Apapun yang menggeser kedudukan Tuhan yang utama dan membuatku menginginkannya lebih dari Tuhan adalah allah lain.

Kasongan,  5 Oktober 2017
-Mega Menulis -

Wednesday, October 4, 2017

Matius 4, Lukas 4-5, Amsal 4, Ulangan 4

Ulangan 4:9 (TB)  Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Bagaimana supaya aku gak melupakan perbuatan Tuhan dalam hidupku?
👉 Dengan MENULISKANNYA. Menulis itu membekukan kenangan. Terkadang kalau aku baca tulisan lamaku di blog jadi nostalgia sendiri,
"O,iya waktu itu Tuhan lakukan ini dalam hidupku"
"Wah, kok aku dulu sekonyol ini ya, untung Tuhan baik dan tolong aku"
"Gak nyangka waktu itu TUHAN berikan ini",  dll
👉 Dengan BERSAKSI DAN MENCERITAKANNYA
Aku harus menceritakan kebaikan Tuhan pada  orang lain dan generasi-generasiku selanjutnya supaya mereka juga tahu perbuatan Tuhan dalam hidupku. Nanti akan ada waktunya kalau mereka yang akan mengingatkan aku akan perbuatan Tuhan. Sering lo aku mengalami gitu, saat aku down atau kuatir, suamiku ingatkan apa yang diperbuat Tuhan. Dari mana dia tahu? Dari ceritaku. Aneh kan ya, aku gak ingat eh malah orang lain ingat.

Amsal 4:27 (TB)  Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri 👉 FOKUS dengan TUJUAN
Aku membayangkan sedang melakukan perjalanan dan sepanjang perjalanan menyimpang, meleng sana sini yang gak mendekatkan dengan tujuan, nah... lalu kapan aku akan mencapai tujuan kalau begitu caranya? Aku perlu fokus pada apa yang menjadi tujuanku lalu melakukan segala cara yang kuperlukan agar tujuanku tercapai. Kehidupanku akan digerakkan tujuan itu. Jadi, aku harus pastikan apa tujuan yang ingin aku capai.

Apa tujuan hidupmu?
Kalau aku, tujuanku ingin memuliakan Tuhan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus jadi aku perlu fokus melakukan apa yang kutahu akan membuat tujuanku tercapai.

Untuk menjaga faokusku pada tujuan hidupku,  aku perlu bertanya pada diriku sendiri sebelum melakukan sesuatu: Apakah melakukan ini akan membuatku memuliakan Tuhan dan serupa dengan Kristus?

Matius 4:19 (TB)  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Dari penjala ikan 👉 penjala manusia
Dari yang awalnya mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri , sekarang mencari manusia untuk diselamatkan. Dari yang awalnya memikirkan diri sendiri  menjadi memikirkan sesama. Panggilan Yesus mengubah hidup seseorang. Mengubah fokusnya, tujuannya,  caranya hidup, caranya memperlakukan sesama,  dll.

Ada pengorbanan dalam sebuah pangilan. Terkadang seseorang harus meninggalkan pekerjaan lamanya, hartanya bahkan keluarganya. Saat Tuhan memanggil kita mengikut Dia, ada pengorbanan yang harus kita lakukan. Sulit memang. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah panggilan. Tetapi itu sepadan. Pasti.

Aku teringat Jim Elliot pernah berkata :"Tidaklah bodoh orang yang memberikan apa yang tidak dapat dipertahankannya demi memperoleh apa yang tidak dapat dirampas darinya.” 

Lukas 4:28 (TB)  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Yesus menegur orang-orang di Bait Allah yang gak mau menerima kebenaran firman Tuhan tetapi malah meributkan asal-usulnya.
👉  Aku perlu belajar menerima kebenaran firman Tuhan gak peduli siapa yang menyampaikan. Jangan gagal fokus dan meributkan hal yang gak penting seperti mereka yang ditegur Yesus. Mereka bukannya menerima dengan lembut pengajaran Yesus eh malah meributkan asal-usul Yesus.
👉 Saat ditegur, aku harus mau melembutkan hatiku dan menerima teguran jika itu memang benar, JANGAN MARAH!

Lukas 5:31-32 (TB)  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

SELALU terharu membaca perkataan Yesus yang ini. Dan BERSYUKUR.
Yesus datang untukku orang berdosa ini, orang yang gak benar,  aku yang sakit ini 😭 Terima kasih Yesus. Terima kasih. Terima kasih.

Kasongan,  4 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Tuesday, October 3, 2017

Matius 3, Markus 1, Ulangan 3, Amsal 3

Matius 3:2 (TB)  "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Bertobat bukan sekedar menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi tapi hidup dengan meninggalkan manusia lama. Manusia lama gak berkuasa atas dosa, tapi sebagai ciptaan baru di dalam Kristus aku diberiNya kuasa menjadi anakNya, dosa gak bisa lagi menguasaiku. Aku punya pilihan untuk gak berbuat dosa. Aku bisa menang atas dosa

Aku arus bertobat dari dosa-dosa yang masih aku lakukan, kalau dibuat daftar panjang nih : mau menang sendiri,  berpikiran kotor,  iri hati,  sombong,  ngebantah suami,  malas, dll. Masih banyak sekali rupanya! Tiap-tiap hari aku harus bertobat dari dosa yang masih aku lakukan. Bukan buat jatuh lagi dalam dosa yang sama. Bukan buat jatuh bangun dalam dosa yang itu-itu saja,tapi benar-benar bertobat,  pertobatan sejati gak cuma menyesal sesaat tapi harus ada perubahan hidup.

Markus 1:15 (TB)  kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Kerajaan Allah sudah dekat.
Yes! Harus bertobat!💪 💪
Dan percaya kepada Injil!
Percaya dengan kabar baik keselamatan dari Allah melalui Kristus. Karya keselamatanNya sungguh sempurna menghapus dosaku di masa lalu, sekarang maupun masa depan. Aku gak perlu ragu kalau aku selalu diampuni. Pengampunan dan keselamatanNya bukan berarti aku bebas berbuat dosa tapi karena aku hidup dalam kasih karuniaNya maka aku gak mau lagi tinggal tetap dalam dosa. Karena kematianNya aku hidup, hidupku adalah milik Tuhan.

👉 Setiap hari aku hidup untuk Tuhan. Amin.

Amsal 3:11-12 (BIMK)  Apabila TUHAN menghajar engkau, anakku, terimalah itu sebagai suatu peringatan, dan jangan hatimu kesal terhadap didikan-Nya itu.
TUHAN menghajar orang yang dicintai-Nya, sama seperti seorang ayah menghajar anak yang disayanginya.

Mengalami menjadi orang tua membuat kami 'mencicipi', kami sedikit mengalami hati Bapa. Apalagi belakangan ini melihat Papa Sara begitu tegas menghadapi Sara. Aku gak tahu perasaan Sara yang sebenarnya, kemungkinan dia sedih, kesal, kecewa atau bingung dengan 'hajaran'  papanya. Secara, selama ini anak perempuan kan dekat banget sama bapaknya, eh....ternyata papanya kalau dah menegur tegas. Sebagai mamanya, aku sering gak tega. Kalau dah lihat Sara ditegur papanya trus nangis, aku segera pengen peluk. Sedih melihat Sara menangis kencang gitu. Plus kesal lihat papanya kok tega,gak sayang apa sama anaknya. Konyol juga, mana ada bapak gak sayang anaknya. Tapi itu karena aku gak mengerti isi hatinya rupanya.

Saat aku bicara dengan papa Sara,  dia mengaku sebenarnya juga sedih melihat Sara menangis gitu, apalagi dia juga pengen peluk tapi ditahan banget. Papa Sara pengen Sara tahu kalau yang dia lakukan salah, Sara harus belajar apa yang benar. Sara harus diingatkan. Dia harus ditegur, gak boleh didiamkan kalau salah. Bahaya, makin lama dia akan jadi anak yang keras dan susah dibilangin. Lebih baik kami bekerja keras sekarang daripada Sara menjadi keras dan gak mau dibentuk.

Well,  mungkin apa yang kami rasakan gak setara dengan yang dirasakan BAPA kita, jauh sekali. Tapi membayangkan betapa sedihnya BAPA saat mendisiplin kita membuatku lebih 'nerimo'  hajaranNya. Dia BAPA yang mengasihi kita, Dia gak ingin kita semakin tersesat makanya Dia gak jemu menegur kita.

👉  Aku gak perlu kesal, bingung, sedih atau kecewa saat dididik Tuhan. Aku harusnya bersukacita karena hajaranNya tanda Dia mengasihiku.

Ulangan 3:2 (TB)  Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Janganlah takut kepadanya, sebab Aku menyerahkan dia ke dalam tanganmu beserta seluruh tentaranya dan negerinya, dan perlakukanlah dia seperti yang kaulakukan terhadap Sihon, raja orang Amori, yang diam di Hesybon.

Kalau kita disuruh berperang untuk menduduki negeri yang dijanjikan Tuhan, kira-kira kita protes gak?
Lah, bukannya katanya Tuhan akan memberikan negeri ini, ngapain pakai perang segala? Berperang itu gak mudah! Butuh keberanian. Butuh pengorbanan. Lagian ini lawannya gak nanggung-nanggung,kerajaan Og punya 60 kota, kota berkubu dengan tembok, berarti ini kerajaan besar. Berperang membutuhkan iman!

Kenapa Tuhan menyuruh bangsa Israel berperang? Tuhan ingin mereka:
👉 belajar taat sama Tuhan
Tuhan bisa memberikan mereka negeri itu tanpa berperang. Perkara mudah buat Tuhan. Tapi mereka perlu belajar taat, bukan seperti generasi sebelumnya yang terbukti gak taat.
👉 mempercayai Tuhan sepenuhnya
Kalau mereka berperang, mereka akan melihat bagaimana Tuhan memberikan kemenangan kepada mereka. Pergi berperang butuh iman.  Iman untuk menang. Iman kalau Tuhan berikan mereka kemenangan. Siapa yang mau pergi berperang kalau mengira akan kalah? Mereka pergi berperang untuk melihat Tuhan memberi kemenangan bagi mereka.
👉 tahu kalau ada bagian yang harus mereka kerjakan
Ada bagian yang Tuhan kerjakan dan ada yang harus kita kerjakan. Dan ada sukacita saat orang Israel mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Bagian mereka berperang dan Tuhan akan lakukan bagianNya.

Setiap hari Tuhan juga kirim kita untuk berperang,  berperang melawan dosa! Medan pertempurn kita berbeda-beda,  tapi Tuhan kita akan berikan kemenangan saat kita maju berperang dengan Dia! 💪 💪
Ayo lakukan bagian kita dengan iman kalau Tuhan pasti beri kemenangan. Gak ada yang pergi berperang dengan keinginan untuk kalah. Percaya kalau Tuhan berikan kemenangan asal kita lakukan yang terbaik.

Kasongan,  3 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Monday, October 2, 2017

Matius 2, Ulangan 2, Amsal 2

Matius 2:16 (TB)  Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Karena marah,  Herodes membunuh semua anak berumur di bawah dua tahun yang ada di Betlehem. Tidak dikatakan dengan persis berapa jumlahnya. Tapi ini mengerikan sekali! Bayi-bayi dibunuh. Kemarahan membuat Herodes berlaku sangat kejam dan berbuat tak masuk akal.

Aku harus berhati-hati dengan yang namanya 'kemarahan',  saat marah maka orang cenderung berbuat bodoh dan melulai orang lain. Aku harus belajar mengendalikan diriku supaya saat marah gak berbuat dosa dan melakukan hal yang akan kusesali.

Amsal 2:21 (BIMKSebab, orang yang hidup menurut kemauan Allah, yaitu orang yang tulus hatinya, merekalah yang akan tinggal di negeri yang dijanjikan oleh TUHAN.

Baca ayat ini jadi ingat bangsa Israel, dari semua yang melakukan perjalanan di padang gurun ternyata tidak semua yang masuk dan tinggal di negeri yang dijanjikan Tuhan. Mereka yang gak bisa masuk adalah mereka yang hidupnya gak taat pada Tuhan,  mereka yang bersungut-sungut,  mereka yang menyembah berhala,  mereka yang gak percaya pada Tuhan. Sayang sekali, padahal mereka sudah menikmati pimpinan  Allah selama di padang gurun tapi mereka gak mau tunduk padaNya.Negeri yang dijanjikan Tuhan adalah negeri yang baik, yang berlimpah susu dan madu, negeri yang disiapkan Tuhan bagi mereka. Tapi mereka sendiri yang menolak masuk dengan cara menentang Tuhan.

Tuhan menyiapkan tempat yang baik bagi setiap anakNya, tapi sebelum memasuki tempat itu Dia mungkin mempersiapkan di padang gurun. Tuhan mau melihat hati kita, apakah kita akan tetap taat padaNya walaupun kita belum menerima apa yang dijanjikanNya atau jangan-jangan kita seperti Israel yang terus bersungut-sungut dan tidak mempercayaiNya.

👉  Saat kita hidup dalam ketaatan, kita akan tinggal di negeri yang dijanjikan Tuhan.

Ulangan 2:14 (TB)  Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada mereka; 

Mungkin saat itu banyak yang gak mengerti kenapa banyak sekali orang Israel yang mati di padang gurun, mungkin mereka gak tahu atau lupa apa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Jangan-jangan ada pula yang tergoda untuk bersungut-sungut kenapa orang tua atau kerabat mereka sudah jauh-jauh berputar di padang gurun malah gak bisa masuk ke negeri yang Tuhan janjikan. Tuhan mengingatkan dan memberi tahu mereka apa yang terjadi,  hal itu sesuai dengan sumpah yang dijanjikanNya kepada mereka.

Bilangan 14:29-30 (TB)  Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!

Tuhan ingin mereka tahu bahwa:
👉 Allah selalu memegang perjanjianNya.
Apa yang Dia katakan pasti terjadi. Jadi jangan pernah meragukanNya. Saat itu Allah bersumpah kalau mereka yang berusia di atas 20 tahun akan mati, kecuali Yosua dan Kaleb. Allah memegang sumpahnya, bagi mereka yang taat akan menerima apa yang dijanjikan. Tapi bagi yang gak taat akan menerima hukuman.
👉 Allah tidak suka saat mereka bersungut-sungut.
Terkadang aku berpikir, masa sih hanya karena bersungut-sungut saja Tuhan sampai memberikan hukuman sekejam itu. Tapi bersungut-sungut adalah dosa di mata Tuhan. Bersungut-sungut menunjukkan kalau kita gak puas dengan keberadaan Tuhan di dalam hidup kita. Kita hidup dalam ucapan syukur karena kita menyadari Tuhan hadir dalam hidup kita, bukan sekedar karena kita menikmati pemberianNya. Tuhan ingin kita merasa puas di dalam Dia.

Kasongan,  2 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 1, Lukas 2, Amsal 1, Ulangan 1

Matius 1:24-25 (TB)  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. 

Kali ini aku tertarik pada apa yang tidak dilakukan Yusuf pada Maria setelah menikah. Yusuf benar-benar pria yang luar biasa, dia gak hanya taat pada Tuhan dan mengasihi Maria tapi dia rela melepaskan haknya demi menjaga dan menghormati Maria.

Kebayang gak sih,  Yusuf adalah tunangan Maria dan tiba-tiba Maria hamil padahal mereka belum menikah. Bisa saja kan Yusuf kecewa dan memilih meninggalkan Maria,tapi karena dia percaya pada Tuhan, dia memilih taat. Lalu,  setelah menikah sebenarnya Yusuf berhak dong meminta Maria melakukan hubungan suami isteri,  toh Maria adalah istrinya, dia sebagai pria punya kebutuhan juga kan. Tapi nggak tuh! Yusuf menahan dirinya dan melepaskan haknya. Dengan tulus dia mengasihi dan menjaga Maria dan bayi yang dikandungnya. Yusuf sungguh berhati tulus.

Lukas 2:19 (TB)  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maria bukan tipe perempuan zaman sekarang yang ada apa-apa curhat, atau bikin status di fesbuk. Maria menahan dirinya menyampaikan hal-hal yang gak perlu disampaikan,  Maria tahu ada yang perlu disimpan dan direnungkan, ada juga yang perlu dikatakan.

🙏 Tuhan, berikan aku hikmat dalam berkata-kata, sehingga aku gak asal menyampaikan sesuatu tapi aku belajar menyimpan dan merenungkannya seperti Maria.

Amsal 1:8 (TB)  Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Sebagai orang tua sudah pasti kita senang dan bangga kalau anak kita mau taat dan dengar-dengaran dengan apa yang kita katakan. Sebaliknya, kita akan merasa sedih kalau anak kita gak mau taat. Saat-saat ini Sara sedang asyik mengeksplorasi sekelilingnya, terkadang apa yang dia lakukan dapat membahayakan dirinya. Mau gak mau, kami harus tegas.

Kalau kami yang gak sempurna aja sebagai orang tua mau mendidik dan mengajar anak kami dengan tegas, apalagi Bapa kita yang di sorga? Aku mau tunduk sama Tuhan dan gak menyia-nyiakan peringatan-Nya. Di saat kami mendidik Sara aku diingatkan begitulah Tuhan kepada kita. Dia mendidik dan menghajar kita karena Dia mengasihi kita. Aku bersyukur diberi kesempatan merasakan apa yang Tuhan rasakan saat aku menjadi orang tua ini, bagaimana senangnya aku saat Sara mau mendengarkan ajaran kami, begitu juga Tuhan saat aku hidup dalam ketaatan. Sebagaimana aku sedih saat Sara gak mendengarkan perkataan kami, begitu pula yang dirasakan Tuhan saat aku gak mau mendengarkanNya.

Tuhan punya tujuan waktu menjadikanku orang tua. Aku jadi semakin mengenal Tuhan sebagai Bapa melalui pengalaman ini. Bersyukur sekali punya Bapa yang sabarnya luar biasa,yang gak pernah menyerah denganku.

Ulangan 1:32 (TB)  Tetapi walaupun demikian, kamu tidak percaya kepada TUHAN, Allahmu, 

Setelah begitu banyak yang Tuhan perbuat dalam memimpin bangsa Israel sejak dari Mesir dan mereka  masih gak percaya sama Tuhan? Keterlaluan!  Padahal begitu banyak berkat yang Tuhan beri,  berkali-kali Tuhan menolong mereka,  bahkan Tuhan sendiri yang  memimpin perjalanan mereka. PemeliharaanNya sempurna dan bangsa Israel masih meragukan Tuhan? Wow!!! Entah apalagi yang harus Tuhan perbuat supaya mereka mempercayaiNya sepenuhnya.

Bagaimana denganku?
Bukankah aku juga sering gak mempercayai Tuhan. Aku kuatir akan hidupku seakan-akan Tuhan gak bisa diandalkan. Aku takut akan banyak hal padahal Tuhan Maha Kuasa. Kalau nyawaNya saja diberikan lalu kenapa aku takut Dia gak memberikan yang terbaik. Apalagi yang aku kuatirkan? Bukankah kalau aku lihat ke belakang, pemeliharaanNya sungguh sempurna, kebanyakan yang aku kuatirkan gak menimpaku.

Kasongan,  1 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Lukas 1, Yohanes 1, Amsal 30-31, Yudas 1

Lukas 1:3-4 (TB)  Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Lukas gak asal menulis, dia menyelidiki dengan seksama SUPAYA yang membacanya dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadanya sungguh benar. Membaca ini aku jadi bersemangat 💪💪 Karena aku juga menulis di blog. LOL.
👉 Lukas menulis dengan tujuan!
Apakah tujuanku menulis? Aku diingatkan kalau aku menulis supaya aku gak melupakan perjalananku bersama Tuhan dan apa yang telah diajarkanNya, puji Tuhan kalau jadi berkat juga buat orang lain.
👉 Lukas melakukan riset terlebih dahulu.
Aku gak boleh asal menulis, apalagi saat aku tahu tulisanku akan dibaca orang lain. Siapa yang tahu, siapa yang akan membacanya nanti dan mengetahui kebenaran Kristus. Bayangkan kalau aku asal menulis.

Yohanes 1:8 (TB)  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Yohanes bukan terang itu,tapi banyak orang mengira dia adalah terang yang ditunggu-tunggu bangsa itu. Kenapa? Yohanes bersaksi,  ia membaptis, ia mengajar dengan penuh kuasa, dia hidup dalam kebenaran dan hidupnya sungguh-sungguh untuk Tuhan sehingga banyak yang mengira Dia Mesias yang dijanjikan. Yohanes mencerminkan gambaran Mesias yang selama ini dinanti.

Aku diingatkan kalau seharusnya beginilah saat Kristus hidup di dalam kita. Bukankah kita diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan? Seharusnya 'gambar'  Allah yang tampak pada diri kita.

Kalau aku ingin bersaksi pada orang lain dan mereka melihat Kristus yang hidup di dalamku, aku harus mempersilakan Kristus yang sungguh berkuasa atas hidup dan tindakanku dan tunduk kepadaNya. Supaya orang lain melihat Dia berkarya di dalam aku dan melalui aku.

Amsal 30:27 (TB)  belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

Belalang gak mempunyai raja tapi semuanya dapat menertibkan dirinya,dia bisa diatur.
Bagaimana​ dengan kita?
Manusia adalah makhluk yang berakal budi,  berbeda dengan hewan dan tumbuhan. Tapi parahnya, seringkali kita gak bisa diatur, kalah dong dengan belalang. Kita berkata Tuhan raja kita tapi kita gak mau tunduk pada ketetapan-ketetapan-Nya. Ada aturan dan prinsip yang dibuat melindungi kita eh malah dilanggar. Anehnya manusia ini, begitu sulit diatur sampai-sampai berkata "peraturan ada untuk dilanggar".

Belalang yang gak punya aturan aja bisa diatur,  masa sih aku ngga. Aku perlu belajar untuk tunduk pada aturan atau ketetapan yang berlaku. Dan lebih dari itu,  aku harus mau diatur Tuhan. Tuhan sudah kasih aturanNya lewat firmanNya,berarti aku harus tunduk dong sama firmanNya.

Amsal 31:12 (TB)  Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Aku berbuat jahat ke suamiku tadi malam. Tadi malam Sara ditegur suamiku, nangis dong kenceng banget. Aku gak tega segera deh gendong dia untuk ngredain tangisnya. Suamiku bilang taruh karena ntar kalau kami gak sehati Sara bakal ngerasa dibelain padahal dia perlu tahu kalau dia salah,memang kami sudah pernah sih buat aturan gitu, gak boleh belain di depan anak. Aku ingat sih perjanjian kami tapi Sara nangis makin kenceng, tetap kupeluk dong, maksudnya biar reda dulu nangisnya. Berkali-kali suamiku bilang taruh,  aku kesal banget tapi aku tahu dia benar, dengan berat hati aku taruh. Akhirnya setelah agak lama drama selesai.

Setelah Sara tidur, aku ditegur suamiku. Gimana mau mendidik anak kalau kami gak sehati, bukannya kami dah sepakat sebelumnya. Lalu kenapa aku gak melaksanakan kesepakatan itu. Kami sama sebenarnya, kalau anak nangis buruan pengen peluk dan berat juga buat suami untuk gak peluk Sara. Tapi Sara perlu dikasih tahu dan belajar kalau dia buat salah. Duh, aku sudah jahat banget semalam, aku sempat mikir, kok suamiku tega lihat anak nangis gitu.

👉 Saat aku sebagai istri gak sehati dan sepakat dengan suami, aku sedang berbuat jahat pada suamiku.
[30/09, 5:55 a.m.] megasomega: Yudas 1:16 (TB)  Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Tuhan datang hendak menghakimi orang fasik, yakni orang yang:
- menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya
- hidup menuruti hawa nafsunya
- mulutnya mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan
- menjilat orang untuk mendapatkan keuntungan

Aku masih melakukan beberapa hal di atas.  Sudah tahu kalau salah eh tapi masih dilakukan. Firman Tuhan tegas dan bilang kalau orang yang demikian akan mendapat hukuman. Minta ampun sama Tuhan sih udah, tapi kalau masih jadi penjahat kambuhan, kesalahan yang sama terus-menerus diulang berarti gak beneran tobat dong. Tuhan gak akan biarkan dirinya dipermainkan Meg! Dia tahu isi hatimu, Dia tahu apakah penyesalanmu sejati atau lip service.

👉 Penyesalan yang benar harus disertai perubahan hidup.

Kasongan,  30 September 2017
-Mega Menulis-

Nehemia 1-4, 2 Korintus 13, Amsal 29

Maleakhi 1:6 (TB)  Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Bagaimana kita memanggil Tuhan?
Siapa Tuhan bagi kita?
Tuhan? Bapa? Raja? Tuan? Sahabat? Mempelai Pria?
Sudahkah kita memperlakukan Tuhan sebagaimana kita memanggil Dia? Atau jangan-jangan kita lupa bagaimana memperlakukan Dia.
Jangan sampai Tuhan menegur kita seperti menegur para imam yang mencemari kurban tersebut. Mereka gak menghormati dan menaati Tuhan padahal menyebutNya sebagai Bapa dan Tuhan.

Jika pada bapa kita di dunia kita bisa taat, kenapa pada Bapa kita yang di sorga nggak.
Jika kita adalah hambaNya Tuhan, kenapa kita bersikap seperti Tuhan yang harus menaati kehendak kita?
Jika TUHAN adalah Tuhan kita maka Dia adalah penguasa dan pemilik hidup kita, lalu kenapa kita bersikap seolah hidup ini milik kita sendiri.
Jika Tuhan adalah mempelai pria kita, sudahkah kita punya hubungan yang intim dan mesra denganNya?
Jika Tuhan sahabat terbaik kita, bukankah seharusnya kita selalu mencurahkan isi hati kita padaNya dan mendengarkan Dia?

Maleakhi 2:17 (TB)  Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan — atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"

Pernah suatu kalu aku berpikir, kalau Tuhan itu KASIH seharusnya Dia gak perlu menghukum dong. Apalagi kalau aku lihat, saat Tuhan sudah menghukum selalu mengerikan. Kenapa sih Tuhan gak mengampuni saja mereka yang berbuat jahat, kok Tuhan tega sih menghukum mereka. Tapi aku diingatkan kalau selain KASIH,  Tuhan itu ADIL. KasihNya bagi semua orang, tetapi Dia sungguh adil. Siapa yang bersalah akan menerima hukuman. Dia tidak. Akan membiarkan diriNya dipermainkan. Dia tidak mau manusia mengenalNya sebagian, Dia bukan hanya KASIH. Dia mau manusia mengenalNya secara utuh, Dia adalah pribadi yang KUDUS, makanya Dia membenci dosa. Dia juga ADIL sehingga dia menghukum yang bersalah.

Maleakhi 3:10 (TB)  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Tuhan ingin kita memberikan persembahan persepuluhan dengan tujuan:
👉 supaya ada persediaan makanan di rumah Tuhan
Kita diajari untuk memperhatikan kebutuhan sesama, terutama mereka yang bekerja melayani Tuhan. Tuhan ingin kita gak memikirkan diri sendiri tapi juga mengasihi orang lain dengan memberi.
👉 Tuhan ingin kita mengujiNya
Seringkali tanpa terucap kita sebenarnya gak mempercayai kalau Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita sehingga kita takut untuk memberi. Tuhan tahu itu dan Dia gak marah Tuhan malah mempersilakan kita mengujiNya. Dan melihat bagaimana Dia akan memberkati ketaatan kita.

Amsal 29:23 (TB)  Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

Gak ada yang suka berdekatan dengan orang angkuh karena biasanya keangkuhan seseorang mengintimidasi orang lain, membuat orang lain rendah diri. Orang lain akan merasa lebih rendah padahal sering kali orang yang angkuh melebihi-lebihkan sesuatu. Sebaliknya, orang yang rendah hati disukai orang lain. Orang yang rendah hati mengetahui siapa dirinya sepenuhnya di hadapan Tuhan dan menyadari kalau tidak ada yang bisa dia sombongkan karena semua yang dilakukannya adalah karya Tuhan.

Minggu lalu aku bertemu seorang kawan dari kantor lamaku, tiba-tiba dia menceritakan pekerjaannya dan mengeluhkan bagaimana tidak ada yang mau membantunya, berbeda dengan aku yang dulu selalu membantunya meskipun aku gak menerima honor. Sorenya aku menceritakan ke suamiku. Dan tiba-tiba saja aku bilang ke suami betapa bedanya aku dengan orang-orang itu (yang hanya mau mengerjakan sesuatu kalau ada honornya), dilanjutkan dengan menceritakan kejelekan beberapa temanku. Saat itu aku diingatkan kalau aku sudah sombong karena merasa lebih baik dari orang lain. Duh, aku langsung minta ampun sama Tuhan. Tobat.

Saat itu aku juga menyadari kalau kesombongan ternyata membuka celah untuk melakukan dosa lain. Satu dosa yang kita lakukan akan diikuti dengan melakukan dosa lain.

Orang yang sombong melupakan siapa yang sesungguhnya berkarya dalam hidupnya, dia mengambil apa yang menjadi hak Tuhan.

2 Korintus 13:11 (TB)  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Bersukacitalah!
"Rasanya sudah lama aku gak merasakan sukacita", aku berpikir begitu. Tapi kalau Paulus menyuruh jemaat di Korintus bersukacita berarti sukacita bukan sekedar perasaan dong, kalau sukacita itu perasaan maka sukacita akan tergantung pada apa yang terjadi.

Sukacita bukan sekedar perasaan tapi keputusan.
Sukacita itu pilihan.
Sukacita gak bergantung keadaan.
Sukacita itu tergantung pada sikap hati kita, mau pilih bersukacita atau hidup ngalir gitu aja tanpa rasa syukur yang sejati.
Ada lo orang yang hidupnya terlihat diberkati tapi gak ada sukacita di hidupnya. Sementara ada lo orang yang kelihatannya selalu memancarkan sukacita dan energi positif,  sepertinya gak ada masalah dalam hidupnya (yang dah pasti gak mungkin,  mana ada orang gak punya masalah).

Aku melihat teladan teman-teman di grup ini dan diingatkan satu hal lagi, sukacita adalah buah Roh. Sukacita kita yang sejati berasal dari Tuhan. Jadi kalau mau bersukacita seperti yang dikatakan Paulus, kita harus mau hidup dekat dengan Tuhan. Percuma kita memutuskan mau bersukacita kalau kita hidup jauh dari Tuhan, bakal susah untuk bersukacita.

Untuk bersukacita aku harus hidup dekat dengan Tuhan,  sumber sukacita sejatiku.

Kasongan,  29 September 2017
-Mega Menulis-

Nehemia 11-13, Mazmur 126,2 Korintus 12, Amsal 28

Nehemia 12:44, 47 (TB)  Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan, supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas.
Pada zaman Zerubabel dan Nehemia semua orang Israel memberikan sumbangan bagi para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang sekadar yang perlu tiap-tiap hari dan mempersembahkan persembahan kudus kepada orang-orang Lewi. Dan orang-orang Lewi mempersembahkan persembahan kudus kepada anak-anak Harun.

Israel dan Yehuda bersukacita karena para Imam dan Orang Lewi yang bertugas sehingga mereka memberikan sumbangan bagi para penyanyi dan persembahan kudus. Mereka bersukacita karena akhirnya ada yang mau melayani Tuhan di rumahNy, orang-orang yang dengan setia mau melakukan pekerjaan Tuhan setiap saat. Mereka bersukacita sehingga mau memberikan apa yang dimilikinya untuk mensupport mereka yang melayani Tuhan.

Jadi bercermin dengan diriku sendiri, kapan terakhir kali aku bersukacita karena ada mereka yang mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk melayani Tuhan dan sesama? Seringkali aku menganggap itu hal yang biasa, toh itu memang panggilan mereka kan? Tapi hari ini aku coba membayangkan, bagaimana kalau gak ada lagi pendeta, pastor, misionaris,  pemusik, penyanyi gereja, dll yang melayani Tuhan. Wuih, ngeri sekali! Padahal masih banyak orang yang belum kenal Tuhan, masih banyak yang butuh kasih Tuhan melalui pelayanan mereka.

Aku jadi bersyukur, masih ada mereka yang mau memenuhi panggilan Tuhan untuk melayani.
APA YANG BISA AKU LAKUKAN UNTUK MENSUPPORT MEREKA?
👉 Daya
👉 Dana
👉 Doa

Nehemia 13:6-7 (TB)  Ketika peristiwa itu terjadi aku tidak ada di Yerusalem, karena pada tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta, raja Babel, aku pergi menghadap raja. Tetapi sesudah beberapa waktu aku minta izin dari raja untuk pergi.
Lalu aku tiba di Yerusalem dan melihat kejahatan yang dibuat Elyasib untuk keuntungan Tobia, sebab bagi Tobia ini telah disediakannya sebuah bilik di pelataran rumah Allah.

Rupanya hanya sesaat saja Israel dan Yehuda menaati hukum-hukum Allah,mereka kembali pada perbuatan mereka sebelum mengenal hukum Tuhan. Berbeda sekali dengan Nehemia. Nehemia SELALU berusaha menaati hukum Allah. Dengan tegas dia menghukum mereka yang bersalah. Dengan sekuat tenaga dia berusaha supaya segala sesuatu yang salah diperbaiki agar menjadi benar.

Mazmur 126:5-6 (TB)  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Pemulihan pasti terjadi!!!
Ada saatnya kita akan dipulihkan dari keadaan kita, tapi kita harus ingat untuk tetap setia dan bertekun di dalam Tuhan, jangan berubah menjadi tidak setia. Saat kita berdosa dan jatuh, mungkin Tuhan akan membiarkan kita menerima akibat dari perbuatan kita. Tapi kita harus bangkit dan kembali setia pada Tuhan, pada saatnya pemulihan itu akan datang.

2 Korintus 12:7 (TB)  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

*supaya aku jangan meninggikan diri*
Dua kali dalam satu ayat,  Paulus mengatakan ini. Terkadang kita harus mengalami masalah, kesulitan, cobaan, penyakit, penderitaan dan berbagai hal lain yang membuat kita lemah. Tuhan mengizinkan itu terjadi dengan tujuan. Salah satunya SUPAYA AKU JANGAN MENINGGIKAN DIRI.

Segala kesulitan yang aku alami harusnya membuatku menyadari bahwa sekalipun aku lemah, aku juga kuat karena aku memiliki Kristus. Dia yang menguatkanku. Aku bergantung sepenuhnya pada Kristus, di luar Dia aku gak bisa berbuat apa-apa. Aku gak punya alasan untuk meninggikan diri, aku hanya harus meninggikan Kristus yang membuatku cakap melakukan segala perkara,  yang menyembuhkanku dengan bilur-bilurnya,  yang menghiburku,  yang tetap bersamaku melewati penderitaanku.

SUPAYA AKU JANGAN MENINGGIKAN DIRI, AKU HARUS MENINGGIKAN KRISTUS.

Amsal 28:23 (TB)  Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat.

Berkali-kali aku menegur seorang teman tapi sepertinya dia tidak suka ditegur,  dia lebih suka saat orang lain setuju dengan keputusannya. Aku merasa dia jadi dekat dengan kawan lain yang menyetujui dan mendukung tiap tindakannya. Aku gak mau melakukan itu karena kupikir itu gak benar. Walaupun menyakitkan atau gak enak, aku harus tetap mengatakan yang benar. Well,  karena dia gak mau mendengarkan,  akhir-akhir ini aku jadi malas menegur dia. Terserahlah pikirku kalau gak mau dengar,  mosok mau dipaksa.

Tadi pagi, aku teringat si teman ini lagi, aku memutuskan menyapanya di WA dan aku share beberapa hal yang sesuai kondisinya, ternyata reaksinya seperti biasa dong,  gak mau terima teguran. Sempat kesal juga aku, ini orang apaan sih. Lah, baca ayat ini aku jadi terhibur. Buat apa aku kecewa, respon temanku bukan urusanku, yang jelas aku menegur karena aku peduli padanya. Kalau aku sudah menegur, aku hanya bisa berdoa semoga dia memilih melakukan yang benar.

Kasongan,  28 September 2017
-Mega Menulis-

Nehemia 8-10, 2 Korintus 11, Amsal 27


Nehemia 8:10 (TB)  (8-11) Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!"

Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!
👉 Baca ini aku diingatkan untuk selalu bersukacita.
Jangan bersusah hati Meg apapun yang kamu alami!  Harus tetap bersukacita. Sukacita karena Tuhan itu perlindungan kita. Kekuatan kita. Kalau gak bersukacita kita akan dengan mudah diserang karena kita gak punya perlindungan. Aku teringat sebuah kutipan di sebuah buku demikian:
Sukacita memberikan kita sayap di tengah kesulitan, masalahnya mungkin tetap ada tapi kita terbang tinggi di atasnya.

Nehemia 8:17 (TB)  (8-18) Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar.

Sejak zaman Yosua tidak pernah mereka merayakan Hari Raya Pondok Daun.
Tanya kenapa?
Karena mereka gak menelaah isi Kita Taurat, mereka gak tahu isinya sehingga mereka gak pernah melakukan apa yang tertulisi di situ. Menelaah lo...  Bukan sekedar membaca sambil lalu! Ezra sungguh-sungguh menyelidiki Taurat Tuhan sehingga tahu apa yang Tuhan ingin mereka lakukan.

Sudahkah aku menyelidiki firman TUHAN sampai mengerti sehingga aku melakukannya dengan sungguh-sungguh? Jangan-jangan aku hanya membaca sekedarnya tanpa berusaha mengerti, ujung-ujungnya gak melakukan dong. Gimana mau melakukan kalau gak mengerti?.

Amsal 27:20 (TB)  Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

Di Surabaya ada Big Bad Wolf mulai tanggal 28 September, beberapa kenalan dan akun yang mengadakan jasa titip buku sudah menshare dari website BBW buku-buku yang ada di sana. Duh, melihat buku-buku impor dijual dengan harga miring gitu rasanya kalau gak beli rugi, apalagi event ini kan jarang banget. Apalagi banyak buku anak-anak yang bagus. Aku bilang sama suami mumpung ada event ini jadi lumayan beli buku buat Sara, kata suami sih ntar akan ada lagi, lagipula keuangan kami mepet, mending gak usah dulu.

Duh,  kalau mata ni sudah melihat buku-buku gitu pasti jadi pengen. Padahal beberapa waktu lalu sebelum ulang tahun Sara kami sudah beli beberapa buku sekaligus dan berkata ke suami kalau tahun ini, itu jatah buku buat Sara. Apalagi harganya lumayan. Tapi asal mata ini melihat buku bagus jadi pengen.

👉  Sementara unfollow postingan akun BBW dulu.  Seminggu ke depan pasti dibombardir postingan buku-bukunya, huhuhu.

2 Korintus 11:30 (TB)  Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

Kenapa Paulus bisa bermegah atas kelemahannya?
Karena dalam kelemahannya dia menyaksikan kuasa Tuhan sempurna, karena saat dia disesah dia melihat Tuhan melepaskannya,  karena saat dia di penjara Tuhan masih memberikannya sukacita dan memampukannya jadi berkat.

Aku juga mau bermegah dalam kelemahanku. Aku percaya dalam kelemahanku pun sungguh kuasa Tuhan sempurna. Kalau ada masalah yang membuat aku merasa lemah, di situlah aku merasakan kekuatan Tuhan yang menopangku,  aku jadi lebih bergantung sama Tuhan. Aku mengalami sendiri waktu hamil Sara, berkali-kali aku kontraksi karena ada miom, kalau sudah kecapean aku bisa drop yang sampai gerak aja susah. Sakit. Banyak tangis waktu itu. Tapiiii...saat—saat itu aku merasakan Tuhan kuatkan, kalau bukan Tuhan yang tolong, aku gak yakin kuat sampai lahiran Sara. Aku senang karena saat lemah aku bisa bergantung sepenuhnya pada Tuhan, aku gak bisa lagi mengandalkan diriku sendiri dan orang lain,  di luar Dia memang aku gak bisa berbuat apa-apa.

Kasongan,  27 September 2017
-Mega Menulis-

Sunday, October 1, 2017

Ezra 7-10, 2 Korintus 8, Amsal 24

Ezra 7:10 (TB)  Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Ezra berketetapan untuk:
👉 meneliti Taurat Tuhan
👉 melakukan Taurat Tuhan
👉 mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel
Perhatikan urutannya! Ezra gak mengajar tanpa terlebih dahulu melakukan Taurat Tuhan,  dan dia gak melakukan tanpa menelitinya terlebih dahulu. Ezra tahu sebagai pengajar maka apa yang diajarkannya akan punya kuasa kalau dia sudah melakukannya. Gak kebayang kalau dia mengajar tapi dia belum melakukan, pastinya akan susah mengajar banyak orang. Selain itu, Ezra melakukan firman Tuhan dengan pengertian karena dia menyediakan waktu untuk menyelidiki firman Tuhan.

Ezra 7:18 (TB)  Tetapi apa yang dianggap baik olehmu dan oleh saudara-saudaramu untuk diperbuat dengan perak dan emas yang selebihnya, boleh kamu perbuat sesuai dengan kehendak Allahmu.

Luar biasa perkataan Raja Artahsasta kepada Ezra, dia berikan kuasa dan kepercayaan bagi Ezra untuk untuk menggunakan perak dan emas yang ada untuk rumah Allah di Yerusalem. Apa yang dianggap olehnya baik boleh diperbuat sesuai dengan kehendak ALLAH.

Saat aku diberikan kuasa dan kepercayaan, sudahkah aku menggunakannya sesuai kehendak Allah? Entah di kantor, di rumah,  di gereja, dalam pergaulan,  dll aku bertanggung jawab untuk gak menyia-nyiakan kepercayaan yang Tuhan berikan.

Ezra 9:6 (TB)  dan kataku: "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.

Ezra mengasihi bangsanya dan memohonkan doa bagi bangsanya,  ia datang kepada Tuhan dalam doa dan mengakui kesalahan bangsanya. Padahal, bisa saja dia cuci tangan karena diantidak turut melakukan dosa seperti yang dilakukan orang Israel, tapi nggak tuh. Ezra tetap mau bersyafaat bagi bangsanya.

👉  Reminder buatku untuk gak berhenti bagi bangsa Indonesia khususnya,  dimana aku ditempatkan sekarang. Saat ini pemerintah kabupaten Katingan tempatku bekerja mangalami masalah karena korupsi yang dilakukan petinggi di sini. Sejak awal tahu kejadian ini, belum sekalipun aku berdoa buat daerah ini.

Ezra 9:9 (TB)  Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem.

Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. 👉 Indah sekali saar kita menyadari kalau dalam kesulitan dan kesesakan sekalipun kita gak pernah ditinggalkan Allah. Kupikir ini penghiburan yang sangat luar biasa. Terkadang masalah membuat kita lupa dengan kehadiran Allah,  padahal kehadiranNya yang dapat membuat kita kuat.

Amsal 24:30-31 (TB)  Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

Tanah di samping rumah dan halaman kami mulai ditumbuhi banyak rumput liar gara-gara kemalasan dan suka menunda-nunda, padahal saat rumput belum banyak tidaklah berat membersihkannya. Tapi ya itu tadi, karena keseringan berkata nanti-nanti jadinya sekarang semakin banyak dan semakin malas rasanya membersihkannya. Apalagi sejak hamil ini, aku gampang ngantuk dan lemas, jadi sore pulang kantor paling sempat ngurus bagian dalam rumah aja,  weekend dah rasanya pengen full istirahat.

Harus dilawan kemalasan ini! Setiap hari paling gak setengah jam kami mau spending time buat membersihkan rumput-rumput itu Aku bilang "kami"  karena aku dan suami harus bekerja sama, salah satu dari kami membersihkan dan yang lain menjaga Sara.  Hamil yang ini sama sih kayak dulu, gak ada mual dan muntah, tapi ngantuk mulu rasanya. Katanya sih bawaan hamil beda-beda, tapi aku mau coba lawan rasa lemas ini dengan gerak.

2 Korintus 8:2 (TB)  Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

Sukacita meluap saat menderita.
Wooowwww! Aku mau! Aku mau Tuhan! 🙌
👉 Stop mengasihani diri sendiri Meg! Bahkan dalam setiap masalah Tuhan sudah sediakan solusi. Selalu ada alasan untuk bersukacita.
👉 Aku akan bersukacita saat aku menderita karena aku percaya penderitaan akan mengerjakan sesuatu yang baik dalam diriku dan menghasilkan karakter Kristus saat aku berespon dengan benar.
👉 Apa yang aku alami gak akan melebihi kekuatanku dan aku akan melaluinya, dalam kelemahanku kuasa Tuhan sempurna dan aku dimampukanNya bersukacita.

Kasongan,  24 September 2017
-Mega Menulis-

Nehemia 6-7, 2 Korintus 10, Amsal 26

Nehemia 6:2-3 (TB)  maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: "Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!" Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.
Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: "Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!"

Nehemia tahu kalau dia akan dicelakakan, dia menolak undanga Sanbalat dan Gesyem dengan balasan yang luar biasa:
"Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!"

Saat ini,  kalau Tuhan sedang mempercayakan pekerjaan besar dan panggilan khususNya bagiku, aku gak boleh membiarkan ada yang mengalihkan perhatianku dan membuatku meninggalkan pekerjaan itu. Aku harus fokus dan mengingatkan diriku sendiri dengan perkataan Nehemia pada Sanbalat tadi: Aku sedang melakukan pekerjaan yang besar,  aku tidak akan meninggalkannya.

Nehemia 6:15-16 (TB)  Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari.
Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.

Bayangkan!  Tembok Yerusalem dibangun kembali hanya dalam waktu 52 hari, kurang dari 2 bulan. Luar biasa! Sebelumnya siapa yang bisa membayangkan tembok sebuah kota dibangun kembali dalam waktu sesingkat itu. Apalagi di tengah-tengah serangan Sanbalat. Karena begitu cepatnya tembok itu jadi,  musuh menjadi takut dan menyadari kalau pekerjaan dilakukan dengan bantuan Tuhan.

Semakin sulit dan mustahil suatu pekerjaan yang Tuhan ingin kita kerjakan, kalau kita setia mengerjakannya maka akan semakin besar hormat dan kemuliaan yang diterima Tuhan waktu pekerjaan itu selesai. Karena nyata benar kalau Tuhan yang mengerjakannya.

Amsal 26:10 (TB)  Siapa mempekerjakan orang bebal dan orang-orang yang lewat adalah seperti pemanah yang melukai tiap orang.

Amsal 26:10 (BIMK)  Siapa mempekerjakan orang bodoh atau sembarang orang akan merugikan banyak orang.

Kemarin aku berurusan ke dinas lain dan merasakan diping-pong saat berurusan. Padahal sesama pegawai tapi aku merasa mereka bekerja gak sepenuh hati dan asal dalam menjawab pertanyaan orang yang membutuhkan mereka, padahal itu tugas mereka. Sedih banget melihat yang kayak gitu. Untung aku sesama pegawai jadi masih ada inisiatif, gak kebayang kalau orang luar yang tanya, pasti bingung dan urusan mereka mandek.

Saat ini aku belum mempunyai usaha sendiri dan masih jadi pegawai tapi aku gak mau bersikap seperti pegawai yang kutemui apalagi menjadi orang di ayat ini. Aku bukan orang yang bebal,  aku gak mau melakukan hal yang bodoh dan merugikan banyak orang.

Aku mau:
✔️ Bekerja dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan manusia
Aku harus ingat bahwa pekerjaanku adalah untuk Tuhan,Dia big bosku.  Masa sih aku gak melakukan yang terbaik kalau untuk Tuhan, masa sih aku asal-asalan dalam bekerja.
✔️ Biarpun gak ada bos di kantor, aku harus tetap berintegritas
Menurut temanku, saat aku mengeluhkan sikap pegawai yang aku temui, yang mereka lakukan itu sudah biasa. Mereka hanya ramah dan melakukan tugas mereka kalau ada bosnya.
✔️ Mau melayani dan helpful pada orang lain.
Aku mau jadi berkat bagi mereka yang berhubungan denganku di tempat kerja dengan melayani dan menolong mereka yang membutuhkan.

2 Korintus 10:11 (TB)  Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.

Tindakan Paulus dkk dengan perkataannya dalam suratnya sejalan.Berhadapan muka dan gak berhadapan muka dia sama. Paulus  dkk adalah orang yang berintegritas. Paulus gak ngomongin si A pada si B, lalu begitu si A datang dia diam. Paulus memilih ngomong apa adanya.

Aku teringat seorang teman kantorku yang sikapnya membuatku geleng-geleng,  aku pernah menegur tapi gak dihiraukan, akhirnya aku memilih diam kalau bertemu dia tetapi  akhir-akhir ini aku membicarakannya dengan seorang teman lain. Gak boleh gitu lagi!  Kalau ada yang gak pas, langsung tegur dengan kasih ke orangnya langsung. Jangan diam di depan tapi di belakang gak terima.

Kasongan,  26 September 2017
-Mega Menulis-

Nehemia 1-5,2 Korintus 9, Amsal 25

Nehemia 2:4, 8 (TB)  Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,
Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.

Sebelumnya Nehemia berdoa meminta belas kasihan raja, dan Allah mengabulkannya! Siapa yang mengira seorang raja akn memperhatikan juru minumnya dan bertanya apa yang menyusahkan hatinya. Luar biasanya Nehemia , saat sang raja bertanya pun dia gak langsung menjawab dan mengandalkan pemikirannya sendiri. Nehemia  BERTANYA KEPADA TUHAN sebelum berbicara. Nehemia tahu kalau ini adalah jawab doanya, dia mendapat belas kasihan dan perhatian raja, dia gak boleh salah langkah, makanya dia bertanya pada Tuhan.

Berapa banyak di antara kita yang memulai dengan Tuhan tapi di perjalanan melupakan Tuhan dan mulai mengandalkan diri sendiri? Nehemia menyertakan Tuhan karena dia tahu Tuhan telah membuka jalan maka yang bisa menolongnya berada di jalan yang benar sampai akhir hanyalah Tuhan.

Nehemia 4:4, 6 (TB)  Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan.
Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.

Nehemia dkk bergerak dan mulai melaksanakan pembangunan kembali tembok sesuai dengan keinginan Tuhan tetapi Sanbalat dan Tobia menghina mereka. Saat itu, Nehemia gak membalas hinaan mereka, yang dilakukannya hanya BERDOA dan MENERUSKAN PEMBANGUNAN TEMBOK.

Ada kalanya aku akan  dihadapkan pada situasi seperti Nehemia, aku melakukan pekerjaan yang Tuhan ingin aku kerjakan tetapi ada orang yang menghina. Yang perlu aku lakukan adalah melakukan seperti yang Nehemia lakukan,  BERDOA dan MENERUSKAN PEKERJAAN YANG AKU KERJAKAN. Menjawab atau membalas penghinaan hanya akan memperlambat pekerjaan yang aku kerjakan,  aku harus fokus pada panggilanku.

Nehemia 5:15 (TB)  Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah.

Tidak seperti bupati-bupati sebelumnya,  Nehemia tidak mau mengambil​ keuntungan melalui jabatannya karena dia takut akan Tuhan. Alasannya karena NEHEMIA  TAKUT AKAN TUHAN. Bukan karena takut ketahuan, bukan karena mencari muka, bukan karena takut dihukum. Nehemia takut akan Tuhan. Titik.

Apakah alasanku gak berbuat dosa?
Sekedar takut akibatnya atau karena aku takut akan Tuhan. Kalau aki gak melakukan hanya karena takut akibatnya berarti hidupku berfokus pada diriku sendiri, bukan Tuhan.

2 Korintus 9:7 (TB)  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Aku teringat pernah mendengar khotbah, aku lupa dimana, yang jelas intinya tentang memberi dengan pengorbanan. Salah satu cara melihat apakah kita sudah memberi dengan berkorban adalah apakah terasa 'sakit' saat memberi. Terasa sakit maksudnya, ada kalanya kita memberi padahal kita berkekurangan. Atau, ada kalanya kita harus mengesampingkab kebutuhan sendiri demi dapat memberi. Tapiiii.... Aku merasakan terkadang aku gampang merasa 'sakit'  dibandingkan orang lain saat memberi. Apalagi saat aku lebih fokus pada kebutuhanku sendiri dibandingkan taat pada Tuhan. Tetap sih memberi, tapi terpaksa #sigh.

Jadiiiii,  hari ini aku diingatkan kalau aku harus belajar memberi dengan sukacita. Gak perlu merasa sakit hati dan merasa terpaksa! Kenapa? Karena sebenarnya kalau dipikir Tuhan memberikan sukacita saat memberi:
👉 sukacita karena turut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan
👉 sukacita karena dipakai Tuhan menjadi jawaban doa orang lain
👉 sukacita melihat pemberian kita jadi berkat bagi orang lain
👉 sukacita karena taat
👉 sukacita karena kelebihanku mencukupkan kekurangan orang lain

Banyak alasan untuk bersukacita saat memberi, tapi terkadang aku lebih fokus pada rasa sakitnya sehingga gak melihat bahwa begitu banyak yang bisa disyukuri.

Amsal 25:28 (TB)  Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Kota yang gak punya tembok akan mudah diserang musuh, akan mudah hancur. Membangun tembok sebuah kota memang gak mudah, tapi harus dilakukan supaya kota tetap aman.

Pada kehamilan kedua ini aku gampang sekali merasa lapar, berbeda dengan kehamilan pertamaku. Benar-benar pergumulan untuk gak ngemil, atau makan tengah malam. Tapi aku harus mengendalikan diri kalau gak ingin membuat kehamilanku semakin beresiko, kalau aku kebanyakan makan aku akan gampang capek, tekanan kemungkinan meningkat, dll.

Aku membuat batasan dalam hal makan memakan ini.
👉 mengurangi karbohidrat, tetapi makan ikan dan sayur lebih banyak
👉 nyetok buah supaya ngemilku buah
👉 gak nyetok makanan manis atau snack yang gak bergizi

Kasongan,  25 September 2017
-Mega Menulis-

Saturday, September 23, 2017

Ester 6-10, Amsal 23, 2 Korintus 7

Ester 6:1-2 (TB)  Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros.

Ini pekerjaan Tuhan!! 😀
Siapa yang mengira saat gak bisa tidur, sang raja malahan membaca catatan sejarah yang isinya bagaimana Mordekhai menyelamatkan dia, tepat waktu saat Haman berniat jahat pada Mordekhai. Tuhan menggerakkan hari Raja Ahasyweros untuk membalas perbuatan Mordekhai. Waktu Tuhan selalu tepat! Awalnya bingung juga pasti, masa sih nyawanya sudah diselamatkan tapi sang penyelamat gak diberikan hadiah apa-apa. Kalau aku jadi Mordekhai aku akan kecewa. Bo, dah berbuat hal besar malahan gak diberikan penghargaan apa-apa. Cuma dicatat di catatan sejarah kerajaan, buat apa coba? Tapi ya itu tadi, waktu Tuhan selalu tepat. Tuhan punya rencana yang lebih besar dari harapan dan apa yang kita pikirkan. Tuhan luar biasa!!!

Amsal 23:17 (TB)  Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Kenapa sih iri pada orang berdosa:
👉 Karena mereka berbuat jahat dan hidupnya enak aja dan tidak mendapatkan hukuman malahan mendapatkan keuntungan
PADAHAL,  aku gak perlu iri karena siapa yang menabur akan menuai, mungkin belum waktunya. Atauuuu... Dia sudah menerima akibatnya tapi kita tidak tahu. Yang terpenting, pikirkan ini Meg: kamu mau berbuat dosa dan mendukakan Tuhan?
👉 Ada orang yang melakukan dosa dengan enaknya tanpa rasa bersalah, lah kita? Baru melakukan kesalahan sedikit aja dah merasa bersalah.
HARUSNYA,  aku berbahagia dong kalau kayak gitu! Berarti Tuhan masih mau menegur dan hati nuraniku belum mati. Aku masih mau menerima teguran, harusnya berbahagia.

Jangan iri melihat orang yang berbuat dosa! Kalau aku punya waktu mengamati hidup mereka, berarti sebenarnya aku punya waktu melakukan hal lain yang lebih berguna. Fokus sama Tuhan dan lihat mereka yang hidup kudus,supaya termotivasi hidup dalam kekudusan.

2 Korintus 7:6 (TB)  Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.

Allah memakai Titus sehingga kedatangannya menjadi penghiburan bagi Paulus, begitu bersukacitanya Paulus akan hal ini sehingga diceritakannya pada jemaat di Korintus.
Bagaimana denganku?
Apakah kehadiranku sudah menjadi penghiburan bagi orang lain?
Apakah kata-kataku sudah menguatkan mereka yang lemah?
Apakah statusku di Facebook membuat yang membacanya merasa diberkati?
Alangkah indahnya kalau aku juga dipakai Tuhan untuk menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus.

Bagaimana kehadiranku menjadi penghiburan bagi orang lain?
👉 Kalau gak tahu mau ngomong apa, minta Tuhan yang taruhkan kata-kata yang tepat.
Kalau kita bertanya sama Tuhan,  Tuhan bisa taruhkan kata-kata yang benar-benar diperlukan oleh mereka yang mendengarnya sehingga nyata penghiburan itu dari Tuhan.
👉 Jangan melewatkan kesempatan untuk mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
Terkadang, sewaktu tahu kondisi teman atau baca statusnya yang perlu dikuatkan aku mikir, "Nantilah, aku komen atau nantilah aku sms". Eh... Ntar-ntar malah lupa atau pas ingat dah kelewat momennya.

🙏Tuhan, aku mau. Aku mau Kau pakai menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus. Tolong aku Tuhan. Amin.

Kasongan,  23 September 2017
-Mega Menulis-

Ester 1-5, Amsal 22, 2 Korintus 6

Ester 1:4, 11 (TB)  Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

Buat apa sih Raja Ahasyweros MEMAMERKAN kekayaan kerajaannya sampai 180 hari? Enam bulan bo! Bahkan endingnya, ratunya sendiri dipanggil hanya untuk memperlihatkan kecantikannya. Mungkin kalau aku jadi Ratu Wasti pun aku akan menolak. Tapi rupanya hal ini dipandang bersalah oleh raja dan penasihatnya karena:
👉 Wasti adalah seorang isteri dan seorang isteri harus tunduk pada suaminya.
👉 Wasti adalah ratu dan dia menjadi teladan, apa yang dilakukannya akan dicontoh oleh para isteri di negeri itu.

Ester 2:15, 17 (TB)  Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

Aku belajar dari Ester. Luar biasa bagaimana dia MAU MENDENGARKAN NASIHAT Hegai. Dia tahu Hegai adalah sida-sida raja, penjaga para perempuan. Siapa lagi yang lebih tahu apa yang disukai dan tidak disukai raja selain Hegai. Ester gak sok tahu, tapi dia berusaha mendapatkan perkenan raja dengan menuruti Hegai. Pada akhirnya apa yang dilakukannya berbuah manis, ia mendapatkan kedudukan sebagai ratu.

Ester 4:14 (TB)  Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."

"Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
Siapa yang tahu saat itu kalau Tuhan akam memakai kedudukan Ester untuk menyelamatkan satu bangsa. Kupikir Mordekhai yang menyuruh Ester gak tahu, Ester pun gak tahu, tapi TUHAN tahu.

Kita pun sama, kita gak pernah tahu kenapa Tuhan menempatkan kita di posisi kita saat ini, siapa yang akan kita temui, siapa yang akan diubahkan hidupnya, atau apa pengaruh yang akan kita bawa,tapi TUHAN tahu. Jadi, kita harus tetap hidup dalam kasih dan kekudusan,  siapa tahu hidup suatu bangsa dipengaruhi hidup kita. Tuhan punya rencana untuk hidup kita, maukah kita berjalan dalam rencanaNya? Stop mengeluh,  stop komplain, stop merengek,  stop being self-pity, diamlah di negeri dan berlaku setia. Lihatlah apa yang akan dilakukan Tuhan nanti.Nantikan Tuhan.

Amsal 22:7 (TB)  Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.

Sampai sekarang aku menetapkan:
👉 Gak berhutang untuk keperluan yang bukan investasi (rumah, tanah, dll). Artinya kalau sekedar untuk bersenang-senang yang gak ada artinya, aku gak akan melakukannya (tapi baru-baru ini aku melakukannya dan menyesalinya).
👉 Memakai kartu kredit hanya jika yakin sewaktu jatuh tempo ada uang untuk membayarnya karena memang lebih praktis dan gak perlu bawa uang cash kemana-mana. O, iya dan untuk jualan enak pakai kartu kredit,begitu barang dibayar oleh pelanggan baru aku bayarkan ke penyedia.

Tapi beberapa minggu ini aku sempat terpikir untuk berhutang dengan seorang teman gara-gara nekat berlibur beberapa minggu yang lalu dengan kartu kredit,  menurut perhitunganku sih saat jatuh tempo nanti ada saja uang untuk membayarnya walaupun bulan depan kami harus menghemat. Tapi aku dah ancang-ancang mau pinjam dengan temanku kalau ternyata kurang.

Aku ditegur baca ayat hari ini, aku gak akan minjam dengan temanku, aku akan menanggung kesalahanku dengan berhemat dari gaji yang ada. Mulai hari ini aku :
👉 Makan secukupnya,  gak menuruti nafsu
👉 Belajar merasa cukup dengan apa yang dimiliki
👉 Membeli barang yang dibutuhkan saat ini, bahkan gak nyetok barang dengan alasan mumpung diskon
👉 Gak bergaya hidup berlebih, yang mahal itu gaya hidup bukan biaya hidup

2 Korintus 6:4-10 (TB)  Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa
dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Paulus menasihati jemaat di Korintus dan kita supaya mengikuti teladannya gak menjadi batu sandungan bahkan menunjukkan diri kita pelayan Allah dengan cara seperti pada ayat di atas. Kita juga menunjukkan bahwa kita pelayan Allah dengan cara demikian :
👉 bersabar saat menderita
👉 bepengharapan saat kesulitan datang
👉 memberi dalam kekurangan
👉 berkata dengan lembut saat orang lain berkata kasar
👉 memaafkan saat disakiti
👉 menjadi orang yang dapat dipercaya dalam segala hal
👉 jujur bahkan saat orang lain berbuat curang
👉 dalam pekerjaan melakukan yang terbaik bahkan saat bos gak ada
👉 dalam rumah tangga penuh kasih mesra
👉 mendidik anak dengan kasih dan disiplin

Pelayan Tuhan alias anak Tuhan tampil beda supaya hidupnya jadi kesaksian bagi banyak orang. Hidup dalam kasih dan kekudusan sehingga jadi teladan dan Tuhan dimuliakan. Percaya gak percaya sih, hidup yang seperti ini menarik banyak orang untuk lebih mengenal Allah yang kita sembah.

Kasongan,  22 September 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs